bs73SEKOLAH Pascasarjana UIN Jakarta memiliki sejumlah keunggulan. Selain sebagai kajian Islam komprehensif, lembaga pendidikan tingkat lanjut itu juga berperan sebagai pengembang Islam moderat.

Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta adalah lembaga pendidikan tingkat lanjut yang membuka program pendidikan tingkat magister (S2) dan

program doktor (S3) bidang kajian Islam serta terakreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Lembaga ini berdiri sejak 1982 dan hingga kini tetap memberikan pelayanan pendidikan Islam yang terbaik, baik bagi calon mahasiswa dari dalam negeri maupun luar negeri.

Direktur SPs UIN Jakarta Prof Dr Masykuri Abdillah mengatakan, salah satu misi yang diemban SPs UIN Jakarta adalah mengembangkan ilmu-ilmu keislaman berdasar pada pemahaman yang komprehensif dan kontekstual dengan realitas Indonesia dan dunia.

“Dengan misi tersebut, kita ingin mahasiswa SPs UIN Jakarta memiliki pemahaman Islam yang luas, moderat, inklusif, dan demokratis,” ujarnya.

Karena itu, menurut Masykuri, nama dan substansi mata kuliah yang dikembangkan di SPs UIN Jakarta bersifat interdisipliner dan diajarkan oleh para dosen yang berasal dari berbagai disiplin ilmu serta diwujudkan dalam bentuk team teaching. Sementara dari segi kurikulum, di antaranya menekankan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam dan kajian Islam lintas disiplin.

Tak hanya itu, untuk memberi kenyamanan belajar para mahasiswa, gedung SPs UIN Jakarta dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti perpustakaan riset, akses internet gratis, ruang belajar ber-AC, taman belajar, quiet room, mushala, dan halaman parkir yang luas. Karena itu pula, SPs UIN Jakarta merupakan lembaga pendidikan tingkat lanjut yang tepat untuk mengembangkan keilmuan Islam.

Kenyamanan belajar di SPs UIN Jakarta, misalnya, diakui Nurfika Arofah, mahasiswi Program Magister. Dia mengatakan, dirinya memilih kuliah di SPs UIN Jakarta selain karena terakreditasi A dan dosen yang berkelas profesor, juga lingkungannya sangat mendukung.

“Nyaman untuk belajar dan berdiskusi bersama warga kampus yang berbeda-beda latar belakang pendidikan, suku, dan budaya,” katanya.

Lebih dari itu, kata dia, udara di SPs UIN Jakarta juga sejuk dan asri dengan banyak pohon rindang di tengah kampus.

Pendapat senada dikemukakan Saifuddin Herlambang, kandidat doktor. Menurut dia, SPs UIN Jakarta memiliki tradisi riset yang baik, terlebih dalam penulisan disertasinya yang berkelas dunia dengan jurnal-jurnal internasionalnya. Bahkan, lanjutnya, siapa pun yang studi di sekolah ini, dia akan merasa betul-betul belajar bagaimana membaca dunia dan juga bisa dibaca dunia.

“Memang penuh dengan tantangan, waktu, dan denda di depan mata. Namun, jika semua dijalani dengan on the track, insya Allah akan mudah melaluinya,” ujarnya.

Herlambang lebih lanjut mengatakan, keunggulan SPs UIN Jakarta tak hanya dari segi tradisi riset dan karya-karya akademiknya melainkan --secara kelembagaan-- juga telah dikenal di mancanegara.

“SPs UIN Jakarta dikenal hingga ke Afrika Utara. Hal itu terbukti saat saya mengikuti program short course dan riset di ez-Zitouna dan Manouba University Tunisia belum lama ini. Banyak dosen dan mahasiswa yang mengomentari kehebatan SPs UIN Jakarta,” bebernya. (ns)