Ujian Promosi Doktor Alfiah: Pendidikan Islam, Safe School, dan Perundungan
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1668 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Rabu, 18 Februari 2026 dengan promovenda Alfiah.
Alfiah merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Pendidikan Islam. Disertasinya berjudul “Pendidikan Islam, Safe School, dan Perundungan (Strategi Sekolah Islam dalam Mengembangkan Lingkungan Pembelajaran Aman di SMPQ Darul Fattah Bandar Lampung)”. Isu perundungan atau bullying yang kerap menghantui dunia pendidikan menjadi titik sentral pembahasannya.
Fokus utama penelitian Alfiah adalah menganalisis bagaimana strategi pengembangan lingkungan sekolah yang aman (safe school environment) dapat menekan angka perundungan. Ia memotret secara mendalam praktik yang terjadi di SMPQ Darul Fattah Bandar Lampung, sebuah institusi yang menjadi laboratorium hidup bagi penelitian kualitatifnya.
Hal yang menarik dari temuan Alfiah adalah keberhasilannya membedah integrasi antara pendidikan akhlak dan prinsip Social Emotional Learning (SEL). Menurutnya, inti dari pendidikan Islam bukan sekadar transfer ilmu, melainkan pembentukan karakter yang selaras dengan kemampuan sosial-emosional siswa dalam membangun ekosistem sekolah yang ramah anak.
Metode penelitian yang digunakan Alfiah tergolong sangat komprehensif. Dengan desain studi kasus, ia melakukan investigasi melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, hingga Focus Group Discussion (FGD). Pendekatan ini memungkinkannya menyerap realitas objektif di lapangan mengenai bagaimana sekolah religius bertransformasi menjadi ruang aman bagi siswa.
Dalam paparannya, Alfiah menekankan bahwa nilai moral di SMPQ Darul Fattah tidak hanya berhenti pada pemahaman kognitif atau moral character semata. Melalui strategi yang tepat, nilai-nilai tersebut diinternalisasikan menjadi perilaku nyata atau performance character, sehingga siswa tidak hanya tahu apa itu baik, tapi juga mampu berperilaku baik secara konsisten.
Setidaknya ada tujuh faktor kunci yang ditemukan dalam riset ini, mulai dari kedekatan emosional guru-siswa hingga penerapan sistem reward-punishment yang humanis. Berbeda dengan sekolah lain yang mungkin menerapkan zero tolerance yang kaku, sekolah ini lebih menekankan pada penyadaran nilai dan pembinaan intensif yang menyentuh hati.
Selain itu, sistem pengawasan melalui Mutābaʿah dan pemanfaatan komunikasi digital menjadi pilar penting dalam menjaga keamanan siswa. Keterlibatan orang tua yang intensif serta keteladanan guru sebagai moral role model melengkapi sinergi tersebut, menciptakan iklim sekolah positif yang secara signifikan menurunkan angka insiden perundungan.
Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi besar bagi diskursus safe school environment. Alfiah berhasil menyuntikkan perspektif baru ke dalam teori-teori mapan milik Reeves hingga Cohen yang selama ini lebih banyak menekankan aspek fisik dan psikologis dalam konteks pendidikan sekuler di Barat.
Alfiah menawarkan model "Sekolah Aman Berbasis Akhlak Islam". Model ini membuktikan bahwa nilai-nilai Islam dan social emotional learning dapat berjalan beriringan sebagai strategi pencegahan perundungan yang efektif di era modern. Hal ini menjadi angin segar bagi sekolah-sekolah Islam lainnya untuk mengadopsi langkah serupa.
Alfiah diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga aman, damai, dan penuh akhlakul karimah.
Alfiah berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Dede Rosyada, MA, Prof. Dr. M. Suparta, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA, Prof. Dr. M. Suparta, MA, Prof. Muhammad Zuhdi, M.Ed, Ph.D, Prof. Dr. Kadir, M.Pd, Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc, Ph.D.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Alfiah lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Alfiah merupakan Doktor ke-1668 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)
