Ujian Promosi Doktor Feni Arifiani: Peran Negara dan Civil Society dalam Penguatan Ketahanan Keluarga di Kota Depok
Ujian Promosi Doktor Feni Arifiani: Peran Negara dan Civil Society dalam Penguatan Ketahanan Keluarga di Kota Depok

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1666 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Rabu, 18 Februari 2026 dengan promovendus Feni Arifiani.

Feni merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Syariah. Disertasinya berjudul “Peran Negara dan Civil Society dalam Penguatan Ketahanan Keluarga di Kota Depok”. Penelitian ini lahir dari kegelisahan akademik terhadap kompleksitas tantangan yang dihadapi keluarga Muslim di wilayah urban yang semakin dinamis.

Tujuan utama dari riset mendalam ini adalah menganalisis secara kritis bagaimana peran negara dan organisasi masyarakat sipil saling berkelindan. Feni membedah fenomena ini melalui berbagai level sistem, mulai dari mikrosistem, mesosistem, eksosistem, hingga makrosistem, guna memetakan ekosistem ketahanan keluarga yang ideal.

Lebih dari sekadar memotret struktur, kajian ini menelaah perubahan fungsi dan dinamika sosial keluarga Muslim perkotaan. Feni menyoroti bagaimana regulasi pemerintah dan inisiatif organisasi kemasyarakatan (ormas) lintas agama berinteraksi dalam membangun ketahanan yang resilien, adaptif, dan berkeadilan sosial.

Gagasan utama yang diusung dalam penelitian ini berpijak pada asumsi bahwa ketahanan keluarga tidak bersifat tunggal. Keberhasilan sebuah keluarga dalam menghadapi guncangan tidak hanya ditentukan oleh dinamika internal rumah tangga, tetapi juga dipengaruhi kuat oleh interaksi kebijakan publik dan prakarsa sosial-keagamaan.

Dalam kerangka berpikirnya, Feni memposisikan negara sebagai regulator dan fasilitator yang bertugas menata arah pembangunan. Sementara itu, civil society hadir sebagai mesin penggerak nilai, penjaga solidaritas, serta motor partisipasi moral di tengah masyarakat yang heterogen.

Sinergi antara kedua aktor besar ini dianggap krusial dalam membentuk pola organisasi dan komunikasi keluarga yang tangguh. Melalui integrasi nilai religiusitas, dukungan kebijakan, dan solidaritas komunitas, keluarga Muslim urban diharapkan mampu beradaptasi terhadap perubahan sosial yang kian cepat.

Metodologi yang digunakan dalam riset ini adalah kualitatif deskriptif-analitik dengan perspektif emik. Feni melakukan penyelaman data melalui wawancara mendalam dengan berbagai pihak, mulai dari pejabat pemerintah, aparat peradilan, hingga pengelola layanan keluarga dan masyarakat penerima manfaat.

Data lapangan tersebut kemudian dikombinasikan dengan data sekunder berupa regulasi nasional dan daerah. Seluruh data dianalisis secara induktif-deduktif menggunakan pisau analisis yang tajam dari kerangka teori Walsh, Bronfenbrenner, Janoski, hingga perspektif Maqāṣid al-sharī‘ah.

Temuan penelitian mengungkapkan fakta menarik bahwa ketahanan keluarga di Kota Depok merupakan produk dari interaksi berlapis. Negara berperan menyediakan perangkat normatif melalui berbagai program unggulan seperti Sekolah Pra Nikah (SPN), Bimbingan Perkawinan (Bimwin), PUSPAGA, hingga bantuan sosial seperti PKH dan BPNT.

Di sisi lain, masyarakat sipil mengambil peran dalam menginternalisasikan nilai-nilai esensial seperti sakinah, mawaddah, wa rahmah. Hal ini dilakukan secara masif melalui jalur pendidikan, layanan konseling mandiri, serta program pemberdayaan ekonomi yang berbasis komunitas.

Riset ini secara tegas mendukung gagasan para ahli mengenai urgensi pendidikan pranikah, namun Feni menolak adanya monopoli peran tunggal oleh negara. Baginya, mereduksi keluarga hanya sebagai objek kebijakan atau komoditas pasar adalah sebuah kekeliruan yang harus dihindari.

Sebagai kontribusi teoretis, penelitian ini menekankan pentingnya rekonstruksi hukum keluarga Islam dan penguatan filantropi produktif. Hal ini dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk memberikan perlindungan yang lebih nyata bagi kelompok rentan di tengah masyarakat.

Dsiertasi ini menyimpulkan bahwa penguatan ketahanan keluarga di masa depan menuntut kemitraan yang setara antara negara dan masyarakat sebagai co-creator kebijakan. Selain itu, diperlukan pembaruan kurikulum pendidikan keluarga yang lebih inklusif, sensitif gender, serta responsif terhadap isu kesehatan mental dan literasi digital.

Feni berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Asep Saepudin Jahar, MA, Ph.D, Prof. Dr. M. Arief Mufraini, Lc., M.Si, Prof. Nur Hidayah, S.Ag, SE, MA, MA, Ph.D, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Asep Saepudin Jahar, MA, Ph.D, Prof. Dr. M. Arief Mufraini, Lc., M.Si, Prof. Nur Hidayah, S.Ag, SE, MA, MA, Ph.D, Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, MA, Prof. Dr. Dzuriyatun Toyibah, M.Si, MA, Prof. Dr. Yayan Sopyan, SH, M.Ag.

Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Feni Arifiani lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Feni Arifiani merupakan Doktor ke-1666 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)