Ujian Tesis Mohammed Abdullah M Aldawsari, Kebijakan Syariah untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia
Ujian Tesis Mohammed Abdullah M Aldawsari, Kebijakan Syariah untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2810 bertempat di Ruang Teater SPs UIN Jakarta pada Senin, 13 April 2026 dengan kandidat Mohammed Abdullah M Aldawsari.

Abdullah merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Syariah. Tesisnya berjudul “السياسات الشرعية لتحسين جودة الموارد البشرية: دراسة نقدية لبنك البلاد السّعودي"

Dalam paparannya, Abdullah menyoroti bagaimana regulasi dan kebijakan SDM berbasis syariah memainkan peran krusial dalam meningkatkan profesionalisme serta kompetensi karyawan. Mengambil studi kasus pada Bank Albilad di Arab Saudi, penelitian ini memberikan gambaran nyata mengenai transformasi manajemen perbankan yang menyelaraskan tuntutan modernitas dengan prinsip-prinsip Islam yang fundamental.

Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods, sebuah kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif yang sangat komprehensif. Abdullah melakukan survei terhadap 80 karyawan, melakukan wawancara mendalam, hingga membedah dokumen regulasi internal dan laporan kinerja perusahaan untuk memastikan data yang dihasilkan memiliki akurasi yang tinggi.

Melalui pendekatan tersebut, riset ini berhasil menilai keterkaitan erat antara implementasi nilai-nilai etis seperti keadilan (‘adalah), amanah, dan transparansi dengan komitmen organisasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi yang berlandaskan prinsip Islam bukan sekadar formalitas, melainkan motor penggerak utama bagi peningkatan kinerja karyawan secara berkelanjutan.

Abdullah berargumen bahwa di tengah kompetisi perbankan syariah global yang semakin sengit, efektivitas kebijakan SDM sangat bergantung pada konsistensi organisasi. Penyelarasan antara nilai normatif syariah, tata kelola yang baik, dan standar profesionalisme perbankan modern menjadi kunci utama agar sebuah institusi dapat bertahan dan unggul di pasar internasional.

Lebih jauh lagi, kebijakan SDM syariah dalam pandangan Aldawsari tidak hanya berfungsi sebagai instrumen manajerial untuk mengatur operasional harian. Ia memosisikan kebijakan tersebut sebagai mekanisme etis-strategis yang mampu membangun integritas, loyalitas, serta rasa memiliki (organizational commitment) yang kuat di dalam diri setiap individu di perusahaan.

Berdasarkan temuan lapangan, kebijakan SDM berbasis syariah di Bank Albilad telah diterapkan secara relatif efektif dengan tingkat keberhasilan mencapai 78%. Efektivitas ini terlihat nyata dalam berbagai lini, mulai dari proses rekrutmen yang transparan, program pelatihan yang sistematis, pengembangan karier, hingga sistem pemberian insentif dan pengawasan yang adil.

Dampak positif dari efektivitas kebijakan tersebut tercermin langsung pada produktivitas perusahaan dan tingkat kepuasan kerja karyawan yang tinggi. Namun, Abdullah tidak menutup mata terhadap tantangan yang ada, seperti adanya kesenjangan antara kebijakan tertulis dengan praktik di lapangan yang terkadang masih ditemui.

Penelitian ini juga mencatat adanya keterbatasan SDM yang memiliki kompetensi ganda, yaitu menguasai aspek syariah sekaligus perbankan modern. Selain itu, kompleksitas dalam menyesuaikan operasional bank dengan standar internasional menjadi catatan penting bagi manajemen bank syariah untuk terus melakukan inovasi dan adaptasi tanpa meninggalkan jati diri islami.

Sebagai kontribusi teoritis, riset ini mendukung teori komitmen organisasi dari Meyer dan Allen serta konsep Islamic Management dari Umer Chapra. Sebaliknya, Aldawsari dengan tegas menolak paradigma New Public Management dari Christopher Hood yang terlalu menekankan efisiensi dan manajerialisme murni, karena dianggap mengabaikan dimensi etika dan Maqasid al-Shari’ah yang menjadi ruh dari perbankan syariah.

Abdullah berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Prof. Dr. JM Muslimin, MA dan Mohammad Adnan, LL.M, Ph.D, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Dr. JM Muslimin, MA, Mohammad Adnan, LL.M, Ph.D, Prof. Dr. Iik Arifin Mansurnoor, MA, Dr. Alvian Iqbal Zahasfan, SSI, Lc., MA.

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Abdullah lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Mohammed Abdullah M Aldawsari merupakan Magister ke-2810 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)