SPs UIN Jakarta dan BAZNAS Monev Beasiswa Filantropi Islam, Dorong Amil Profesional dan Riset Berdampak
Jakarta, BERITA Sekolah - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi para mahasiswa penerima beasiswa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Agenda yang berlangsung di Hotel Kristal pada Rabu hingga Kamis (23–24/9/2026) ini ditujukan untuk memantau sekaligus mengevaluasi kemajuan studi para amil dan praktisi filantropi yang tengah menempuh program Magister serta Doktor Pengkajian Islam konsentrasi Filantropi Islam.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan SPs UIN Jakarta, Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si, Direktur Pemberdayaan BAZNAS RI Agus Siswanto, M.A.P., serta mahasiswa penerima program beasiswa.
![]() |
![]() |
Saat membuka acara, Direktur SPs UIN Jakarta, Prof. Dr. Zulkifli, MA, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara SPs UIN Jakarta dan BAZNAS RI. Ia menegaskan bahwa pendampingan serta bantuan pendidikan bagi para praktisi filantropi ini menunjukkan hasil yang nyata dan menggembirakan.
Prof. Zulkifli memaparkan bahwa perkembangan studi para mahasiswa pada Batch 1 dan 2 melaju sangat signifikan, di mana mayoritas peserta berhasil mencapai target akademik yang telah ditetapkan. Melihat keberhasilan tersebut, ia menaruh harapan besar agar program beasiswa ini dapat terus berkelanjutan di masa mendatang.
![]() |
![]() |
Melengkapi gambaran capaian tersebut, Wakil Direktur SPs UIN Jakarta, Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, menyampaikan laporan rinci mengenai perkembangan studi 30 penerima beasiswa BAZNAS. Rincian tersebut mencakup 12 mahasiswa Magister Batch 1, 8 mahasiswa Magister Batch 2, serta 10 mahasiswa program Doktor.
Dalam laporannya, Prof. Yusuf mengungkapkan bahwa untuk jenjang Magister Batch 1, sebanyak 11 mahasiswa telah berhasil mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal nasional terakreditasi Sinta 2, dan lima di antaranya bahkan sudah resmi menyelesaikan studi. Sementara pada Batch 2, enam dari delapan mahasiswa juga telah menembus jurnal Sinta 2.
![]() |
![]() |
Adapun untuk program Doktor, sebanyak sembilan mahasiswa telah menuntaskan ujian work in progress pada semester empat, sementara satu mahasiswa lainnya dijadwalkan menyusul di semester lima. Seluruh mahasiswa doktor ini ditargetkan mempublikasikan karya mereka di jurnal internasional bereputasi Scopus serta menempuh ujian promosi doktor pada semester enam.
Menanggapi capaian tersebut, Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si, menilai bahwa program beasiswa ini memiliki peran yang sangat strategis dalam mencetak generasi pengelola zakat dan praktisi filantropi masa depan. Ia turut mengapresiasi kerja keras SPs UIN Jakarta dalam mengawal kualitas para mahasiswanya.
![]() |
![]() |
Zainut menegaskan bahwa dukungan pendidikan ini merupakan investasi jangka panjang untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia di sektor filantropi. Menurutnya, masa depan pengelolaan zakat dan filantropi di Indonesia berada di tangan para lulusan penerima Beasiswa BAZNAS, khususnya mereka yang menimba ilmu di SPs UIN Jakarta.
Lebih lanjut, Zainut berpesan agar riset dan karya ilmiah yang dihasilkan para mahasiswa tidak berhenti sebagai dokumen akademik di perpustakaan semata. Ia mendorong agar hasil penelitian tersebut memberikan sumbangsih serta dampak nyata bagi penguatan tata kelola zakat di tanah air.
Sebagai alumni yang menyelesaikan studi doktoralnya di SPs UIN Jakarta, Zainut juga membagikan pengalamannya selama berkuliah. Ia mengakui bahwa tradisi akademik dan kedisiplinan yang diterapkan di kampus tersebut sangat kuat, sehingga mampu membentuk karakter para lulusannya menjadi lebih tangguh.
![]() |
![]() |
Suasana Monev kian hangat saat memasuki sesi tanya jawab dan testimoni dari perwakilan mahasiswa. Farid Septian, mahasiswa program doktoral, mengungkapkan bahwa Beasiswa BAZNAS memberi ruang yang sangat strategis bagi para praktisi untuk memperdalam literasi akademik seputar zakat dan wakaf, sekaligus menjembatani pengalaman lapangan dengan teori ilmiah.
Apresiasi senada disampaikan oleh Arief Budiman, lulusan pertama dari program magister penerima beasiswa ini. Ia merasa lingkungan akademik serta sarana di SPs UIN Jakarta sangat mendukung kelancaran studi, dan berharap fasilitas serupa kelak dapat dirasakan oleh lebih banyak amil di Indonesia. Sementara itu, Wulandari sebagai perwakilan penerima beasiswa perempuan berharap ilmu yang diperoleh mampu mendorong para amil bekerja lebih profesional dan membawa manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.(Jay A)
![]() |
![]() |












