SPs UIN Jakarta Gelar Perkuliahan Iftitah, Tekankan Pentingnya Berpikir Terbuka
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs: Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta mengawali Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 dengan menyelenggarakan Perkuliahan Iftitah. Bertempat di Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA, Kamis, 28 Agustus 2025, acara ini menandai dimulainya perkuliahan semester ganjil tahun akademik 205/2026 bagi mahasiswa magister dan doktor. Lebih dari 80 mahasiswa turut hadir, memenuhi ruangan dengan semangat belajar yang tinggi.
Perkuliahan Iftitah kali ini mengusung tema, "Interdisciplinary Islamic Studies: Tradition and Innovation." Tema ini bertujuan mengajak mahasiswa untuk melihat studi Islam dari perspektif yang lebih luas dan terintegrasi. SPs UIN Jakarta sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka di Indonesia, terus mendorong inovasi dalam keilmuan, tanpa melupakan akar tradisi yang telah mapan.
Dua pakar hadir sebagai narasumber utama. Prof. Dr. Sukron Kamil, M.Ag, seorang Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora, dan Dr. Fuad Jabali, MA, dosen senior di SPs UIN Jakarta. Perkuliahan ini dipandu oleh moderator, Dr. Rizqi Handayani, MA, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Magister Pengkajian Islam SPs UIN Jakarta.
Acara dibuka oleh Direktur SPs UIN Jakarta, Prof. Dr. Zulkifli, MA. Dalam sambutannya, Prof. Zulkifli menyampaikan terima kasih kepada kedua narasumber atas kesediaannya berbagi ilmu. Ia juga menekankan bahwa Perkuliahan Iftitah ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol dimulainya perjalanan akademik yang baru bagi seluruh civitas akademika SPs UIN Jakarta.
Narasumber pertama, Prof. Dr. Sukron Kamil, M.Ag, memberikan pesan yang sangat mendalam kepada mahasiswa baru. Ia menegaskan, "Anda masuk ke SPs itu harus dimulai dengan pemikiran yang terbuka, supaya lebih mudah menyerap ilmunya." Pesan ini menjadi landasan penting bagi mahasiswa pascasarjana untuk tidak hanya menguasai satu disiplin ilmu, tetapi juga mampu mengintegrasikannya dengan bidang lain.
Sementara itu, Dr. Fuad Jabali, MA, memberikan wawasan sejarah yang kaya tentang studi Islam interdisipliner. Beliau menjelaskan bagaimana keragaman struktur disiplin ilmu sejatinya harus terikat oleh nilai-nilai fundamental. Beliau menegaskan, "Keragaman struktur disiplin ilmu harus disatukan dengan dua kalimah syahadat." Pernyataan ini menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai perekat utama dalam berbagai disiplin ilmu yang dipelajari.
Perkuliahan ini berlangsung sangat interaktif dan hidup. Sesi tanya jawab menjadi salah satu momen paling menarik, di mana banyak mahasiswa secara antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis. Antusiasme peserta terlihat jelas dari awal hingga akhir acara, diwarnai dengan gelak tawa yang menunjukkan suasana perkuliahan yang tidak kaku.
Perkuliahan Iftitah ini dihadiri oleh Direktur SPs UIN Jakarta Prof. Dr. Zulkifli, MA, Wakil Direktur SPs UIN Jakarta Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Kaprodi Magister Pengkajian Islam Hamdani, M.Ag, Ph.D, Sekprodi Doktor Pengkajian Islam Dr. Maswani, MA, Sekprodi Magister Pengkajian Islam Dr. Rizqi Handayani, MA, semakin memeriahkan acara. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh lembaga terhadap kegiatan akademik yang berkualitas. Perkuliahan Iftitah ini menjadi awal yang menjanjikan bagi perjalanan akademik mahasiswa SPs UIN Jakarta, dengan harapan mereka dapat menjadi cendekiawan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berpikiran terbuka dan inovatif. (JA)