SPs UIN Jakarta Matangkan Program Double Degree Luar Negeri dan Sistem Ujian Riset Tanpa Kertas
Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar acara konsiyering untuk memperkuat jaringan akademik internasional serta memodernisasi layanan akademik internal. Kegiatan yang berfokus pada pembahasan kerja sama double degree luar negeri ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 15 hingga 17 Oktober 2026, bertempat di Hotel Aston Priority Simatupang, Jakarta.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan inti SPs UIN Jakarta, di antaranya Direktur SPs Prof. Dr. Zulkifli, MA, Wakil Direktur Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, serta Ketua dan Sekretaris Program Studi Magister maupun Doktor Pengkajian Islam, Kasubbag TU SPs, para dosen serta tenaga kependidikan, turut memperkaya jalannya diskusi lintas komisi.
Dalam sambutan pembukaannya, Direktur SPs Prof. Dr. Zulkifli, MA menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh sivitas akademika yang hadir meluangkan waktu. Beliau menegaskan bahwa konsiyering ini merupakan momentum penting untuk memfinalisasi proposal kerja sama double degree dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri, yang nantinya akan menjadi landasan operasional resmi bagi inisiatif global tersebut.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Selain fokus pada program double degree, Prof. Zulkifli menjelaskan bahwa forum ini juga dimanfaatkan untuk merampungkan sejumlah produk regulasi penting lainnya. Dokumen-dokumen tersebut meliputi finalisasi Pedoman Penulisan karya ilmiah berbahasa Inggris dan Arab, Standar Operasional Prosedur (SOP) ujian riset berbasis digital (paperless), serta penyusunan proposal kerja sama beasiswa khusus untuk Kajian Industri dan Kultur Halal.
Wakil Direktur SPs, Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, turut memberikan arahan agar seluruh peserta yang tergabung dalam berbagai komisi dapat memanfaatkan waktu secara optimal. Beliau berharap setiap target dan agenda yang telah dirumuskan dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang komprehensif dan aplikatif.
Terkait efisiensi layanan akademik, Prof. Yusuf menekankan pentingnya penerapan sistem tanpa kertas (paperless) pada tahapan ujian riset. Mulai dari proses review naskah hingga pelaksanaan ujian tahap awal, seperti Ujian Proposal hingga Ujian Tertutup, akan segera dialihkan ke format digital. Sementara itu, untuk tahapan puncak berupa Ujian Tesis dan Ujian Promosi Doktor, institusi tetap memberlakukan versi cetak demi menjaga kekhidmatan dan keabsahan administratif.
Dinamika diskusi semakin tajam ketika Dr. Fuad Jabali, MA, memberikan masukan strategis mengenai perluasan mitra global. Ia menyarankan agar selain universitas-universitas di Belanda yang selama ini menjadi bidikan, pihak SPs juga mulai menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi di Kanada yang dikenal sangat terbuka dan akomodatif terhadap program kolaborasi internasional.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Memasuki hari terakhir penyelenggaraan sebelum sesi penutupan resmi, masing-masing komisi kerja mempresentasikan hasil akhir dari rumusan yang telah digodok selama tiga hari penuh. Seluruh draf proposal, pedoman penulisan, dan draf SOP digital dipaparkan secara terbuka untuk mendapatkan persetujuan bersama.
Menutup rangkaian kegiatan konsiyering tersebut, Prof. Zulkifli memberikan penekanan khusus agar sistem ujian riset paperless dapat mulai diterapkan secara efektif pada bulan November 2026. Langkah percepatan ini diambil mengingat banyaknya mahasiswa yang sudah tidak sabar dan aktif menanyakan kepastian jadwal pemberlakuan sistem ramah lingkungan tersebut.
Melalui penyelenggaraan konsiyering ini, SPs UIN Syarif Hidayatullah Jakarta optimistis dapat segera merealisasikan dokumen kerja sama internasional yang matang. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat posisi strategis UIN Jakarta di kancah pendidikan global, tetapi juga membawa tata kelola akademik internal menuju era digital yang lebih efisien dan modern.(Jay A)








