Ujian Promosi Doktor Abd. Malik Al Munir, Perkembangan Tafsir Al-Qur'an Modern di Timur Tengah
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1731 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA Sekolah Pascasarjana pada Selasa, 29 September 2026 dengan promovendus Abd. Malik Al Munir.
Malik merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Tafsir Interdisiplin. Disertasinya berjudul “Perkembangan Tafsir Al-Qur'an Modern di Timur Tengah: Studi Pemikiran Muḥammad ‘Alī al-Ṣābūnī”.
Malik berhasil mempertahankan disertasinya yang menyoroti dinamika perkembangan tafsir Al-Qur'an modern di Timur Tengah melalui pemikiran ulama ternama, Syekh Muḥammad ‘Alī al-Ṣābūnī. Malik membongkar bagaimana seorang tokoh besar mengolah dan mentransmisikan khazanah keislaman klasik agar tetap relevan serta mudah dicerna oleh masyarakat Muslim modern.
Penelitian berbasis kepustakaan ini membedah tiga karya monumental al-Ṣābūnī sebagai sumber primer, yaitu Ṣafwah al-Tafāsīr, Rawā’i‘ al-Bayān fī Tafsīr Āyāt al-Aḥkām, dan al-Tibyān fī ‘Ulūm al-Qur’ān. Dengan pendekatan kualitatif, historis intelektual, dan epistemologis, Malik menelusuri akar pemikiran, pola argumentasi, hingga respons sang mufasir terhadap isu-isu kontemporer.
Hasil kajian menunjukkan bahwa keahlian al-Ṣābūnī dalam meramu tafsir tidak lahir begitu saja, melainkan hasil dari proses konsolidasi, seleksi, sintesis, dan penyederhanaan penyajian (pedagogisasi) atas warisan klasik. Karakter penafsirannya dibentuk oleh latar belakang pendidikan Sunni yang kuat, penguasaan bahasa Arab, fikih, serta dorongan moral untuk berdakwah melalui dunia pendidikan.
Perjalanan intelektual al-Ṣābūnī juga dipengaruhi oleh lingkungan eksternal yang kaya. Mulai dari tradisi keilmuan di tanah kelahirannya Aleppo, gemblengan akademis di Universitas Al-Azhar Mesir, hingga pengalaman mengajar di Arab Saudi. Perkembangan pesat industri percetakan dan modernisasi pendidikan Islam saat itu turut mendorong al-Ṣābūnī melahirkan karya tafsir yang ringkas, praktis, namun tetap tepercaya.
Saat menguji pemikiran al-Ṣābūnī terhadap berbagai isu kontemporer seperti toleransi, gender, ekologi, ayat-ayat mutasyabihat, hukum, hingga sains, Malik menemukan pola respons yang bersifat normatif-kontekstual terbatas. Artinya, meski al-Ṣābūnī terbuka merespons persoalan zaman, seluruh pandangannya tetap berjangkar kuat pada otoritas bahasa Arab, riwayat shahih, doktrin fikih, dan akidah Sunni.
Temuan dalam disertasi ini memberikan gambaran baru yang lebih utuh dibanding studi-studi terdahulu, seperti karya 'Isam Ahmad 'Irsan Shahadah, Ziauddin Bahar, atau Muḥammad Yusuf, yang cenderung berfokus pada satu kitab atau aspek metodologi secara parsial. Malik berhasil merajut genealogi intelektual, epistemologi, serta respons sosial al-Ṣābūnī dalam satu jalinan analisis yang utuh.
Secara teoritis, penelitian ini memperkuat pandangan para ahli tafsir dunia seperti Rotraud Wielandt, Johanna Pink, dan Walid A. Saleh. Merek menyimpulkan bahwa modernitas dalam tafsir Islam tidak selalu berarti pemutusan hubungan dengan masa lalu, melainkan keberlanjutan tradisi yang dikemas ulang sesuai kebutuhan zaman.
Atas dasar itu, Malik menempatkan al-Ṣābūnī sebagai sosok mufasir Sunni neo-tradisional yang sintetis dan pedagogis. Ia dinilai berhasil menampilkan wajah modernitas tafsir bukan melalui perombakan radikal, melainkan lewat reorganisasi dan penyampaian warisan klasik yang sistematis bagi pembaca modern.
Kebaruan (novelty) dari penelitian ini menegaskan bahwa keilmuan Islam klasik memiliki daya tahan dan elastisitas yang tinggi. Di tengah derasnya arus perubahan di Timur Tengah, al-Ṣābūnī membuktikan bahwa menjaga kontinuitas tradisi dapat dilakukan secara elegan tanpa kehilangan pijakan otoritas keilmuan Islam yang asli.
Malik berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Kusmana, MA, Ph.D dan Prof. Dr. Hamka Hasan, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Kusmana, MA, Ph.D, Prof. Dr. Hamka Hasan, MA, Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Jajang Jahroni, MA, Ph.D, Prof. Dr. Iik Arifin Mansurnoor, MA.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Malik lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Abd. Malik Al Munir merupakan Doktor ke-1731 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
