Ujian Promosi Doktor Aditya Aryo Nur Kusumo, Model Islamic Psychological Well-Being pada Muslim Indonesia
Ujian Promosi Doktor Aditya Aryo Nur Kusumo, Model Islamic Psychological Well-Being pada Muslim Indonesia

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1682 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Selasa, 9 Juni 2026 dengan promovendus Aditya Aryo Nur Kusumo.

Aryo merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Psikologi Islam. Disertasinya berjudul “Model Islamic Psychological Well-Being pada Muslim Indonesia: Pengaruh Rasa Syukur kepada Tuhan dan Orientasi Keagamaan dengan Harapan sebagai Mediator”.

Melalui riset tersebut, Aryo berupaya menyusun serta memvalidasi teori dan instrumen Islamic Psychological Well-Being (IPWB) khusus bagi Muslim dewasa. Model ini mengintegrasikan konsep psychological well-being (PWB) konvensional milik Ryff dengan nilai-nilai luhur Islam, sekaligus memetakan dinamika hubungan antara rasa syukur, orientasi keagamaan, dan harapan.

Untuk menghasilkan kesimpulan yang kokoh, Aryo membagi risetnya ke dalam dua tahapan studi. Studi pertama difokuskan pada pengembangan skala IPWB dengan menggunakan metode statistik Exploratory Factor Analysis (EFA) dan Confirmatory Factor Analysis (CFA) guna menguji validitas instrumen yang dirancang.

Sementara pada studi kedua, ia menerapkan desain mixed methods explanatory sequential. Pendekatan ini sengaja dipilih agar fase kuantitatif yang berjalan di awal dapat dieksplorasi dan diperdalam lebih lanjut melalui fase kualitatif yang berbasis data lapangan.

Pada tahapan kuantitatif, analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Tidak berhenti di sana, tahapan kualitatif kemudian menyusul dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam, yang dianalisis menggunakan Reflexive Thematic Analysis (RTA) serta Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) demi mendapatkan interpretasi yang kontekstual.

Dalam pengumpulan data, penelitian ini mengombinasikan sejumlah instrumen global yang telah diadaptasi. Di antaranya adalah modifikasi model enam faktor PWB Ryff, Age-Universal Intrinsic/Extrinsic–Revised Scale untuk orientasi keagamaan, Gratitude Toward God scale untuk mengukur rasa syukur, serta Hope Scale dari Snyder untuk mengukur tingkat harapan.

Hasil analisis statistik menunjukkan temuan yang sangat menarik, di mana model empat dimensi IPWB terbukti menjadi struktur yang paling stabil dan representatif. Dengan tingkat kecocokan model yang sangat baik, skala baru ini dinyatakan valid dan reliabel untuk digunakan dalam konteks masyarakat Muslim.

Melalui pemodelan SEM, ditemukan pula bahwa model penelitian ini sangat fit (cocok) dengan data empiris di lapangan. Hasilnya secara gamblang mampu menjelaskan bagaimana keterkaitan konkret antara rasa syukur kepada Tuhan, orientasi keagamaan, dan faktor harapan dalam memengaruhi IPWB seseorang.

Secara lebih rinci, orientasi keagamaan intrinsik, orientasi ekstrinsik-sosial, serta aspek harapan terbukti berperan positif terhadap IPWB. Sebaliknya, orientasi ekstrinsik-personal justru memberikan pengaruh negatif terhadap tingkat harapan dan kesejahteraan psikologis (IPWB) individu.

Satu temuan unik dalam riset ini menunjukkan bahwa rasa syukur kepada Tuhan ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap harapan maupun IPWB secara langsung. Namun, temuan kualitatif melengkapinya dengan memperlihatkan bahwa IPWB pada dasarnya terbentuk melalui proses internalisasi pengalaman religius yang mendalam.

Pada akhirnya, temuan ini berimplikasi besar bagi dunia akademik dan praktis, di mana orientasi keagamaan terbukti berfungsi sebagai 'kompas makna' yang melahirkan harapan aktif, realistis, dan transformatif. Hasil riset ini diharapkan dapat memperkaya teori kesejahteraan psikologis kontemporer serta menjadi bahan evaluasi penting bagi program konseling dan kebijakan keagamaan di Indonesia.

Aryo berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Fadhilah Suralaga, M.Si, Prof. Dr. Rena Latifa, M.Psi, Psikolog dan Dr. Gazi, M.Si, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Fadhilah Suralaga, M.Si, Prof. Dr. Rena Latifa, M.Psi, Psikolog, Dr. Gazi, M.Si, Prof. Dr. Achmad Syahid, M.Ag, Prof. Dr. Sururin, M.Ag dan Dr. Yunita Faela Nisa, M.Psi, Psikolog serta berhasil meraih predikat Sangat Memuaskan.

Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Aditya Aryo Nur Kusumo lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.  Aditya Aryo Nur Kusumo merupakan Doktor ke-1682 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)