Ujian Promosi Doktor Agus Triyono, Model Ideal Pengukuran Kinerja Keuangan Dana Pensiun Syariah
Ujian Promosi Doktor Agus Triyono, Model Ideal Pengukuran Kinerja Keuangan Dana Pensiun Syariah

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1704 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Selasa, 28 Juli 2026 dengan promovendus Agus Triyono.

Agus merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Ekonomi Islam. Disertasinya berjudul “Efektivitas MAqashid Shariah Index (MSI) dalam Pengukuran Kinerja Keuangan Dan Pensiun Syariah di Indonesia Tahun 2019-2014”.

Disertasi ini lahir dari keprihatinan atas evaluasi Dana Pensiun Syariah yang selama ini dinilai kurang komprehensif. Pengukuran kinerja institusi pengelola dana jangka panjang tersebut dinilai masih bergantung sepenuhnya pada indikator keuangan konvensional. Padahal, instrumen semata-mata rasio finansial belum mampu menangkap dimensi substantif dan nilai-nilai syariah yang sesungguhnya.

Kondisi tersebut menandaskan adanya kesenjangan akademik yang cukup krusial. Karakteristik Dana Pensiun Syariah sangat unik karena mengelola kewajiban aktuaria jangka panjang dan membawa dimensi tanggung jawab antar-generasi. Namun, literatur Maqāṣid Shariah Index (MSI) sebelumnya belum pernah diaplikasikan secara khusus pada sektor Dana Pensiun Syariah di Indonesia.

Melalui penelitiannya, Agus Triyono bertujuan menganalisis pengaruh berbagai dimensi model MSI mulai dari model Abu Zahrah, A.M. Najjar, hingga Integrated Maqāṣid Shariah Performance Measurement (IMSPM) Hudaefi-Noordin terhadap kinerja keuangan Dana Pensiun Syariah. Studi ini berupaya menentukan model mana yang paling efektif sekaligus menggali sejauh mana pemahaman praktisi pengelola terhadap instrumen berbasis syariah tersebut.

Penelitian ini menerapkan pendekatan mixed methods dengan desain konvergen paralel selama periode 2019–2024. Tiga objek lembaga menjadi fokus kajian utama, yaitu DPLK Syariah Muamalat, DapenMU, dan Dapensya UMS. Untuk membedah data kuantitatif dan kualitatif secara mendalam, riset ini mengombinasikan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS), Simple Additive Weighting–Multiple Attribute Decision Making (SAW-MADM), serta analisis tematik enam tahap Braun-Clarke.

Hasil pengujian SEM-PLS membuktikan bahwa secara parsial maupun simultan, dimensi MSI model Abu Zahrah, A.M. Najjar, dan IMSPM Hudaefi-Noordin berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan Dana Pensiun Syariah. Pengukuran berbasis maqashid terbukti tidak sekadar menjadi pelengkap etis, tetapi juga berkorelasi nyata terhadap penguatan kinerja finansial lembaga.

Menariknya, analisis kalkulasi SAW-MADM menobatkan model IMSPM sebagai instrumen dengan nilai efektivitas tertinggi, yakni mencapai skor 0,839. Keunggulan utama IMSPM terletak pada cakupannya yang mampu mengakomodasi maqāṣid al-khamsah secara penuh, termasuk dimensi ḥifẓ al-nasl (menjaga keturunan/keberlanjutan) yang sangat esensial bagi karakter institusi pengelola dana antar-generasi.

Di sisi kualitatif, analisis tematik mengungkap bahwa tingkat penerimaan konseptual pengelola Dana Pensiun Syariah terhadap MSI sebenarnya sangat tinggi. Kendati demikian, implementasinya di lapangan masih menghadapi barikade tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia (SDM), kompleksitas pengolahan data, hingga ketiadaan standar regulasi baku. Selain itu, jika penelitian sektor perbankan syariah terdahulu menempatkan ROA dan profitabilitas sebagai determinan dominan, riset Agus justru membuktikan bahwa dimensi ḥifẓ al-māl (menjaga harta) dan ḥifẓ al-nafs (menjaga jiwa) jauh lebih menentukan pada Dana Pensiun Syariah.

Sebagai langkah konkret, penelitian doktor ke-1704 SPs UIN Jakarta ini merekomendasikan para pengelola Dana Pensiun Syariah untuk segera mengintegrasikan MSI ke dalam sistem pelaporan internal sebagai nilai tambah dan keunggulan kompetitif. Secara kelembagaan, hasil riset ini juga mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) untuk menerbitkan regulasi evaluasi berbasis IMSPM dengan sistem klusterisasi sesuai jenis kelembagaan demi menjamin keadilan penilaian kinerja.

Agus berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM, Prof. Nur Hidayah, S.Ag, SE, MA, MA, Ph.D, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM, Prof. Nur Hidayah, S.Ag, SE, MA, MA, Ph.D, Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag, Prof. Dr. Kamarusdiana, MH, Prof. Dr. Ade Sofyan Mulazid, S.Ag, MH.

Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovenda, tim penguji menetapkan bahwa Agus Triyono lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.  Agus Triyono merupakan Doktor ke-1704 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)