Ujian Promosi Doktor Ahmad Romadhon, Model Pengabdian Mahasiswa Berbasis Pesantren
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1707 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Rabu, 29 Juli 2026 dengan promovendus Ahmad Romadhon.
Ahmad merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Pendidikan Islam. Disertasinya berjudul “Model Pengabdian Mahasiswa Berbasis Pesantren (Studi Kasus Universitas Darussalam Gontor Ponorogo)”.
Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk merekonstruksi model pengabdian mahasiswa yang khas di perguruan tinggi berbasis pesantren. Ahmad Romadhon secara mendalam membedah arsitektur kebijakan, mekanisme implementasi pada berbagai tipologi mahasiswa, hingga dampaknya terhadap pembentukan karakter, kompetensi manajerial, dan kepemimpinan para mahasiswa.
Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan lensa fenomenologis, penelitian ini menggali secara komprehensif pengalaman nyata para aktor yang terlibat. Selama enam bulan, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 17 informan kunci, dua sesi diskusi kelompok terpumpun (FGD), serta analisis dokumen kelembagaan.
Melalui analisis interaktif model Miles, Huberman, dan Saldaña yang ditopang dengan pengujian keabsahan data lewat triangulasi serta member checking, penelitian ini berhasil merumuskan tiga temuan utama yang menjadi daya tarik mendasar dari pengabdian mahasiswa di UNIDA Gontor.
Temuan pertama menunjukkan bahwa keberhasilan pengabdian di UNIDA Gontor berakar dari "dualisme legitimasi" yang unik. Model ini secara harmonis mempertemukan otoritas rasional-legal khas pendidikan tinggi modern dengan otoritas tradisional-karismatik khas pesantren, sehingga pengabdian tidak hanya menjadi kewajiban administratif tetapi juga sarat nilai moral dan spiritual.
Temuan kedua menyingkap keberadaan "rekayasa pedagogis" dalam proses implementasinya. Mahasiswa ditempatkan berdasarkan kompetensi dan rekam jejak moral, lalu dibimbing melalui pembinaan adab, pendampingan ketat, serta tantangan yang terukur sebuah strategi efektif untuk mengelola keragaman mahasiswa dalam satu sistem kaderisasi yang solid.
Sementara itu, temuan ketiga menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan program ini melampaui sekadar capaian administratif semata. Pengabdian ini terbukti memicu transformasi habitus, menumbuhkan kemandirian, resiliensi, etos kerja Islami, kepekaan sosial, hingga mencetak profil "santri profesional" yang siap memimpin.
Secara akademis, karya Ahmad Romadhon ini memberikan warna baru di tengah perdebatan antara pendekatan service-learning konvensional, outcome-based education yang berfokus pada kompetensi terukur, dan tradisi pesantren yang mengagungkan khidmah, adab, serta kaderisasi.
Hasil kajian ini memperkuat pandangan bahwa pengalaman lapangan sanggup menghasilkan pembelajaran yang transformatif jika ditopang oleh rekayasa institusional yang padu antara nilai, otoritas, kehidupan berasrama, dan penugasan langsung.
Sebagai kontribusi teoretis utama, penelitian ini mempersembahkan konsep "pembentukan habitus yang direkayasa secara institusional". Konsep ini diharapkan dapat menjadi acuan mutakhir bagi pengembangan model pengabdian mahasiswa, khususnya di lingkungan perguruan tinggi berbasis pesantren di Indonesia.
Ahmad berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Dede Rosyada, MA, Prof. Dr. Armai Arief, M.Ag, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA, Prof. Dr. Armai Arief, M.Ag, Prof. Bambang Suryadi, Ph.D, Prof. Dr. Kamarusdiana, MH, Prof. Dr. Suwendi M.Ag.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovenda, tim penguji menetapkan bahwa Ahmad Romadhon lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Ahmad Romadhon merupakan Doktor ke-1707 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
