Ujian Promosi Doktor Aisyah: Embodied Practice dalam Tradisi Ḥalaqah Al-Qur'an di Pesantren Tahfidz Qur'an Terpadu Al-Hikmah, Cirebon
Ujian Promosi Doktor Aisyah: Embodied Practice dalam Tradisi Ḥalaqah Al-Qur'an di Pesantren Tahfidz Qur'an Terpadu Al-Hikmah, Cirebon

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1657 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Kamis, 15 Januari 2026 dengan promovenda Aisyah.

Aisyah merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Tafsir. Disertasinya berjudul “Embodied Practice dalam Tradisi Ḥalaqah Al-Qur'an di Pesantren Tahfidz Qur'an Terpadu Al-Hikmah, Cirebon”.

Penelitian ini membedah bagaimana praktik menghafal Al-Qur'an bukan sekadar aktivitas kognitif, melainkan sebuah proses yang melibatkan seluruh dimensi fisik manusia.

Melalui lensa teori embodied practice, Aisyah mengevaluasi tradisi ḥalaqah sebagai wujud nyata dari upaya iḥyā’ al-qur’ān atau menghidupkan Al-Qur’an yang terinstitusionalisasi. Pesantren Al-Hikmah Cirebon menjadi lokus penelitian karena keberhasilannya dalam mengintegrasikan tradisi klasik dengan manajemen pendidikan modern.

Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa internalisasi nilai-nilai Qur’ani terjadi melalui kerangka penubuhan pengetahuan (embodied knowledge). Nilai-nilai suci tidak hanya berhenti di memori otak, tetapi meresap ke dalam gerak, perilaku, dan kesadaran para santri secara fungsional dan kontributif.

Menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka fenomenologis, Aisyah menyelami pengalaman subjektif para santri dan pembimbing. Ia tidak hanya bertindak sebagai pengamat, tetapi juga melakukan observasi partisipatif dan wawancara mendalam untuk menangkap fenomena yang sering terabaikan oleh peneliti lain.

Pendekatan ini memungkinkan Aisyah menggali makna mendalam dari dimensi tubuh, suara, ruang, hingga disiplin ketat dalam ḥalaqah. Hal-hal mikro seperti ritme napas dan pengaturan suara ternyata menjadi elemen holistik yang membentuk jati diri religius seorang penghafal Al-Qur'an.

Salah satu temuan menarik dalam disertasi ini adalah bahwa tradisi ḥalaqah melampaui hafalan verbal yang bersifat mekanis. Aisyah menegaskan bahwa proses tersebut adalah pembentukan "habitus Qur’ani" yang ditempa melalui disiplin tubuh yang berulang-ulang setiap harinya.

Postur duduk yang tegak, ritme vokal yang terjaga, hingga pola interaksi sosial di dalam lingkaran ḥalaqah secara performatif mengonstruksi identitas santri. Mereka tidak hanya menghafal teks, tetapi sedang berproses menjadi sosok "Al-Qur’an Berjalan" yang mencerminkan nilai-nilai suci dalam kehidupan sehari-hari.

Penelitian ini memberikan kritik segar terhadap kecenderungan studi Living Qur'an di Indonesia yang selama ini dianggap terlalu deskriptif. Aisyah menawarkan analisis yang lebih tajam dengan memperkenalkan konsep embodied practice berbasis proses yang lebih dinamis dan mendalam.

Secara teoretis, disertasi ini berdialog dengan pemikir-pemikir besar dunia seperti Thomas J. Csordas, Michel Foucault, Saba Mahmood, dan Rudolph T. Ware III. Integrasi pemikiran Barat dan tradisi Islam ini memberikan distingsi akademik yang kuat pada karya tulis Aisyah.

Alhasil, penelitian ini membuktikan bahwa mekanisme taḥfī di pesantren modern adalah alat transformasi teks suci menjadi praktik spiritual dan sosial yang hidup. Tradisi ini menjadi jembatan bagi komunitas Muslim kontemporer untuk tetap terhubung dengan wahyu melalui pengalaman indrawi yang nyata.

Aisyah berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA dan Prof. Kusmana, MA, Ph.D, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Kusmana, MA, Ph.D, Prof. Muhammad Zuhdi, M.Ed, Ph.D, Prof. Dr. Iik Arifin Mansurnoor, MA dan Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA.

Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovenda, tim penguji menetapkan bahwa Aisyah lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Aisyah merupakan Doktor ke-1657 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)