Ujian Promosi Doktor Ali Machzumi: Relevansi Kurikulum Program Studi Manajemen Haji dan Umrah terhadap Tata Kelola Penyelenggaraan Haji dan Umrah
Ujian Promosi Doktor Ali Machzumi: Relevansi Kurikulum Program Studi Manajemen Haji dan Umrah terhadap Tata Kelola Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1652 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Senin, 12 Januari 2026 dengan promovendus Jantarda Mauli Hutagalung.

Ali Machzumi merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Pendidikan Islam. Disertasinya berjudul “Relevansi Kurikulum Program Studi Manajemen Haji dan Umrah terhadap Tata Kelola Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Studi atas Program Studi Manajemen Haji dan Umrah pada UIN Walisongo Semarang dan IAIN Metro Lampung)”.

Ali menyoroti bagaimana kurikulum di perguruan tinggi seringkali belum seirama dengan dinamika tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah yang kian kompleks di Indonesia.

Dalam paparannya, Ali mengungkapkan adanya "dualisme kelembagaan" yang unik namun menantang. Di beberapa kampus, prodi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) bernaung di bawah Fakultas Dakwah, sementara di kampus lain berada di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Perbedaan "rumah" ini rupanya berdampak signifikan pada profil lulusan yang dihasilkan.

Melalui studi kasus di UIN Walisongo Semarang dan IAIN Metro Lampung, Ali menemukan kontras yang tajam. UIN Walisongo cenderung menitikberatkan pada aspek dakwah dan pembimbingan manasik. Sebaliknya, IAIN Metro lebih menonjolkan sisi manajemen syariah dan kewirausahaan, menunjukkan belum adanya standarisasi kompetensi yang seragam di tingkat nasional.

Temuan paling mengejutkan dari penelitian ini adalah adanya mismatch atau ketidaksesuaian antara kompetensi alumni dengan kebutuhan industri. Ali menyebutkan bahwa kurikulum saat ini belum sepenuhnya responsif terhadap tuntutan zaman, terutama dalam penguasaan teknologi digital, kefasihan bahasa asing, dan keterampilan praktis di lapangan.

Data ini diperkuat dengan komparasi terhadap penelitian sebelumnya oleh Fakhrizi (2022) yang menunjukkan rendahnya daya serap alumni MHU di dunia kerja. Hal ini menjadi alarm bagi dunia akademik bahwa gelar sarjana saja tidak cukup jika tidak dibekali dengan keahlian yang spesifik dibutuhkan oleh birokrasi maupun travel haji-umrah swasta.

Ali juga melakukan studi komparatif dengan institusi luar negeri, seperti Universitas Umm Al-Qura dan King Abdulaziz University di Arab Saudi. Hasilnya, kampus-kampus tersebut jauh lebih maju dalam mengintegrasikan sistem magang dan praktik lapangan secara sistematis, sebuah model yang menurutnya harus segera diadaptasi di Indonesia.

Penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologis dan fenomenologis ini tidak hanya sekadar kritik, tetapi juga menawarkan solusi. Ali mendorong adanya integrasi nilai-nilai Islam yang kuat dengan kompetensi manajerial modern agar lulusan prodi MHU memiliki daya saing yang tinggi, baik secara lokal maupun global.

Implikasi dari temuan ini diharapkan mampu menjadi landasan bagi Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dalam mengevaluasi kebijakan pendidikan tinggi keagamaan. Penguatan kurikulum yang adaptif menjadi kunci agar sarjana MHU tidak lagi menjadi penonton di tengah industri haji dan umrah yang terus berkembang pesat.

Disertasi ini menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan tata kelola haji di Indonesia. Kini, tantangan selanjutnya adalah bagaimana rekomendasi akademis ini dapat diimplementasikan menjadi kebijakan nyata di ruang-ruang kelas universitas.

Ali Machzumi berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag, SH, MH, MA; Prof. Dr. JM Muslimin, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA; Prof. Dr. Dede Rosyada, MA; Prof. Dr. Abuddin Nata, MA; Suparto, M.Ed, Ph.D; Prof. Muhammad Zuhdi, M.Ed, Ph.D; Prof. Dr. M. Arief Mufraini, Lc., M.Si; Prof. Dr. Kadir, M.Pd.

Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Ali Machzumi lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Ali Machzumi merupakan Doktor ke-1652 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)