Ujian Promosi Doktor Andi Ahmad Syauqi Nafis, Kecerdasan Spiritual di Balik Teks Nahwu
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1727 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA Sekolah Pascasarjana pada Jumat, 28 Agustus 2026 dengan promovendus Andi Ahmad Syauqi Nafis.
Syauqi merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Bahasa dan Sastra Arab. Disertasinya berjudul “Kecerdasan Spiritual di Balik Teks Nahwu: Kajian Semiotika atas Kitab al-Futūḥāt al-Quddūsiyyah fī Sharḥ al-Muqaddimah al-Ājurrūmiyyah Karya Ibn ‘Ajībah”. Syauqi meneliti keterkaitan mendalam antara kaidah tata bahasa Arab (nahwu) dengan dimensi tasawuf.
Penelitian tersebut bertujuan mengungkap pembacaan semiotika dalam karya Ibn ‘Ajībah sekaligus menjelaskan bagaimana simbol-simbol nahwu ditafsirkan secara hermeneutis sebagai representasi perjalanan spiritual manusia sebagai hamba Allah.
Lebih dari sekadar kajian linguistik, Syauqi mengupas tuntas bagaimana dinamika makna yang dibangun dalam teks tersebut dapat memetakan kecerdasan spiritual seseorang. Penelitian kualitatif ini mengandalkan kitab al-Futūḥāt al-Quddūsiyyah sebagai sumber primer, yang disandingkan dengan rujukan sekunder dari studi linguistik serta psikologi Islam.
Guna menelusuri mekanisme produksi makna dan transformasi simbolik dalam teks, penelitian ini menerapkan pendekatan strukturalisme-semiotik melalui dua tahapan pembacaan, yakni heuristik dan hermeneutis. Pendekatan ini secara mendalam melacak bagaimana aturan gramatika yang terkesan kaku dapat bertransformasi menjadi bahasa tasawuf yang amat dinamis.
Hasil temuan menunjukkan bahwa pembacaan semiotik berhasil mengungkap pergeseran fungsi simbol nahwu menjadi simbol-simbol sufistik. Perubahan ini terjadi melalui mekanisme displacing (pengalihan) dan creating meaning (penciptaan makna), yang lahir dari kuatnya latar belakang intelektual serta horizon tradisi tasawuf yang dimiliki oleh Ibn ‘Ajībah.
Melalui pembacaan hermeneutik terhadap kategori kata (ism, fi‘il, ḥarf) serta tanda i‘rāb, struktur tata bahasa Arab terbukti direkonstruksi sebagai peta perjalanan batiniah manusia. Kategori gramatikal tersebut secara runtut menggambarkan tahapan pencapaian spiritual, mulai dari syariat (sharī‘ah), tarekat (ṭarīqah), hingga hakikat (ḥaqīqah).
Salah satu temuan paling ikonis dalam penelitian ini adalah simbolisasi harkat (i‘rāb) sebagai tahapan transformasi jiwa. Harakat kasrah melambangkan proses pembersihan diri dari sifat tercela (takhallī), fatḥah menggambarkan penghiasan diri dengan akhlak terpuji (taḥallī), ḍammah menunjukkan pengalaman spiritual keilahian (tajallī), dan sukūn menjadi puncak ketenangan serta kematangan tajallī sebagai tingkatan tertinggi kecerdasan spiritual.
Secara praktis, temuan ini memperlihatkan bahwa kitab al-Futūḥāt al-Quddūsiyyah tidak hanya menjadi dokumen kebahasaan, tetapi berfungsi sebagai sistem praksis pengembangan kecerdasan spiritual. Konsep ini dinilai sangat relevan dan kontributif bagi pembentukan kedewasaan moral serta ketahanan psikologis manusia modern.
Secara akademis, Syauqi memperkuat tesis dari para peneliti terdahulu seperti Ramz Balbaqi (2008), Bilal ‘Irfal (2011), Muhammad Qustulani (2018), Luqman Samarna (2019), dan Faliqul Isbaḥ (2022) yang memandang nahwu sufistik sebagai takwil imajinatif atas perjalanan batin sufi. Pada saat yang sama, penelitian ini sekaligus mendebat pandangan M. J. Carter (1997) dan Dominic Longo (2017) yang sempat menolak kemungkinan pembacaan sufistik terhadap ilmu nahwu.
Syauqi berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Sukron Kamil, M.Ag, Prof. Dr. R. Yani'ah Wardani, M.Ag dan Dr. Syahrul A’dam, M.Ag, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Sukron Kamil, M.Ag, Prof. Dr. R. Yani'ah Wardani, M.Ag, Dr. Syahrul A’dam, M.Ag, Prof. Dr. Asep Usman Ismail, M.Ag, Prof. Kusmana, MA, Ph.D dan Prof. Dr. Muhammad Farkhan, M.Pd.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Syauqi lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Andi Ahmad Syauqi Nafis merupakan Doktor ke-1727 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
