Ujian Promosi Doktor Cinta Rahmi: Sinergi RBV dan TQM, Kunci Kemandirian Ekonomi Pesantren Melalui Manajemen Wakaf
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1656 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Kamis, 15 Januari 2026 dengan promovenda Cinta Rahmi.
Cinta merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Ekonomi Islam. Disertasinya berjudul “Manajemen Wakaf pada Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta dan Pondok Modern Tazakka Jawa Tengah Perspektif Resource-Based View (RBV) dan Total Quality Management (TQM)”. Cinta memaparkan bagaimana wakaf bukan sekadar aset statis, melainkan jantung penggerak kemandirian pesantren.
Cinta menekankan bahwa wakaf memiliki peran strategis sebagai instrumen ekonomi umat yang mampu mendukung keberlanjutan pendidikan. Dalam studinya, ia membedah bagaimana pengelolaan yang efektif dan efisien menjadi kunci utama agar manfaat wakaf dapat dirasakan secara luas, baik oleh santri maupun masyarakat di sekitar lingkungan pesantren.
Analisis penelitian ini menggunakan teori Resource-Based View (RBV). Teori ini menyoroti bagaimana sebuah organisasi memanfaatkan sumber daya, kapabilitas, hingga menciptakan sustainable competitive advantage. Melalui konsep path dependency dan social complexity, Cinta menunjukkan bahwa keunikan sejarah dan interaksi sosial di pesantren menjadi kekuatan yang sulit ditiru oleh lembaga lain.
Tak hanya berhenti pada sumber daya, penelitian ini juga mengintegrasikan prinsip Total Quality Management (TQM). Cinta menguraikan bahwa elemen planning, people, processes, performance, culture, communication, hingga commitment menjadi pilar utama dalam menjaga mutu pengelolaan wakaf di kedua pondok pesantren tersebut secara berkesinambungan.
Temuan di lapangan menunjukkan hasil yang impresif. Manajemen wakaf di Darunnajah dan Tazakka terbukti mampu mensinergikan pemanfaatan sumber daya internal dengan standar mutu yang ketat. Keduanya berhasil mengubah paradigma wakaf dari sekadar "harta diam" menjadi modal produktif yang mendanai operasional pendidikan dan pengembangan infrastruktur.
Secara spesifik, Manajemen Wakaf di Pondok Pesantren Darunnajah ditemukan lebih menitikberatkan pada aspek manusia dan interaksi. Fokus utama mereka terletak pada penguatan motivasi, kreativitas, soft skill, komunikasi yang intensif, serta kepemimpinan (leadership) yang kuat untuk menggerakkan ekosistem wakaf.
Pondok Modern Tazakka di Jawa Tengah menunjukkan kekuatan pada aspek manajerial yang ekspansif. Tazakka memberikan penekanan besar pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional, percepatan pembangunan fisik secara masif, serta perluasan jaringan (networking) di tingkat nasional maupun internasional.
Integrasi antara RBV dan TQM dalam penelitian ini menegaskan sebuah tesis penting: keberhasilan wakaf tidak hanya ditentukan oleh besarnya nominal aset. Kualitas sumber daya manusia dan sistem pengelolaan yang profesional jauh lebih menentukan apakah sebuah lembaga wakaf dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
Perspektif RBV menonjolkan peran kepemimpinan, kepercayaan publik (public trust), dan budaya pesantren sebagai aset tak berwujud yang sangat bernilai. Sementara itu, TQM memperkuat pondasi tersebut melalui perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dan tata kelola yang transparan serta akuntabel.
Disertasi Cinta menyimpulkan bahwa sinergi kedua teori ini menjadikan wakaf sebagai modal strategis bagi kemandirian ekonomi umat. Model manajemen dari Darunnajah dan Tazakka diharapkan dapat menjadi rujukan bagi ribuan pesantren lain di Indonesia untuk mencapai mutu pendidikan yang berkualitas dan keberlanjutan finansial yang kokoh.
Cinta Rahmi berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Asep Saepudin Jahar, MA, Ph.D dan Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM, Prof. Dr. Rusli, S.Ag, M.Soc.Sc, Prof. Dr. H. Abd. Rahman, MA dan Prof. Muhammad Zuhdi, M.Ed, Ph.D.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovenda, tim penguji menetapkan bahwa Cinta Rahmi lulus dengan predikat Cum Laude. Cinta Rahmi merupakan Doktor ke-1656 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)
