Ujian Promosi Doktor Dani Ramdani, Doktrin Tawḥīd: Studi Perbandingan Pemikiran Abū Manṣūr al-Māturīdī dan Ibn Sīnā
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1736 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA Sekolah Pascasarjana pada Senin, 26 Oktober 2026 dengan promovendus Dani Ramdani.
Dani merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Pemikiran Islam. Disertasinya berjudul “Doktrin Tawḥīd: Studi Perbandingan Pemikiran Abū Manṣūr al-Māturīdī dan Ibn Sīnā”. Dani mengupas bagaimana dua tokoh besar peradaban Islam membangun konsep keesaan Tuhan. Topik ini dipilih karena mempertemukan tradisi teologi kalam bercorak rasional dengan filsafat iluminatif yang kerap menjadi pilar penting dalam sejarah intelektual Islam.
Penelitian ini berangkat dari kesadaran bahwa kajian tentang keesaan Tuhan atau tauhid tidak pernah berhenti pada tataran dogmatis semata. Lebih dari itu, tauhid menyimpan dimensi epistemologis dan ontologis yang luas, yang jika digali dengan cermat, mampu memberikan jawaban atas kegelisahan pemikiran keagamaan di era kontemporer.
Secara lebih terperinci, penelitian ini difokuskan melalui tiga rumusan masalah utama. Ketiga rumusan tersebut mencakup struktur epistemologis dan posisi akal-wahyu, konstruksi ontologis keesaan Tuhan, serta penafsiran komparatif keduanya terhadap Sūrat al-Ikhlāṣ.
Dari segi metodologi, penelitian ini dikategorikan sebagai riset kepustakaan kualitatif yang mendalam. Data primer dikumpulkan langsung dari karya-karya monumental kedua tokoh, seperti Kitāb al-Tawḥīd dan Taʾwīlāt Ahl al-Sunnah karya al-Māturīdī, serta al-Shifāʾ, al-Najāt, al-Taʿlīqāt, dan Tafsīr Sūrat al-Ikhlāṣ karya Ibn Sīnā.
Seluruh data tersebut diolah melalui tahapan dokumentasi, identifikasi, klasifikasi, interpretasi, hingga komparasi menggunakan pisau analisis deskriptif-analitis. Pendekatan teologi falsafi dipilih untuk menjembatani dialog yang sehat antara argumentasi teologis berbasis wahyu dan analisis filosofis yang rasional serta koheren.
Temuan pertama dari penelitian ini mengungkapkan bahwa secara epistemologis, baik al-Māturīdī maupun Ibn Sīnā sama-sama menolak sikap taklid dan menempatkan akal sebagai instrumen penting untuk mengenali Tuhan. Kendati demikian, keduanya menempuh jalur operasional yang memiliki karakter khas masing-masing.
Al-Māturīdī memosisikan akal, indera, dan kabar berita dalam relasi yang komplementer dengan wahyu, di mana wahyu tetap berfungsi sebagai orientasi normatif tertinggi. Sebaliknya, Ibn Sīnā lebih mengutamakan demonstrasi demonstratif atau burhānī dan memandang wahyu sebagai puncak dari penerimaan intelektual manusia.
Pada aspek ontologis yang menjadi temuan kedua, al-Māturīdī membuktikan wujud Tuhan sebagai al-Wāḥid al-Qahhār melalui dalil keteraturan alam (dalīl al-tadbīr) dan argumentasi kemandirian mutlak (dalīl al-tamānuʿ). Di sisi lain, Ibn Sīnā menegaskan Tuhan sebagai Wājib al-Wujūd yang bersifat sederhana, tidak tersusun, tidak bergantung pada unsur lain, serta menjadi sumber segala wujud melalui argumen termasyhur burhān al-ṣiddīqīn.
Sementara itu, dalam ranah penafsiran terhadap Sūrat al-Ikhlāṣ, al-Māturīdī mengartikan al-Aḥad dan al-Ṣamad sebagai penegasan atas transendensi mutlak Tuhan sekaligus ketergantungan seluruh makhluk kepada-Nya. Adapun Ibn Sīnā menerjemahkan surat tersebut secara metafisik sebagai keniscayaan eksistensi, kesederhanaan mutlak, dan kesempurnaan identitas Ilahi yang bebas dari sekat perpecahan.
Analisis komparatif ini turut diperkaya dengan perbandingan terhadap pandangan para sarjana modern. Temuan penelitian ini sejalan dengan tesis Mustafa Cerić (1995) mengenai sintesis akal dan wahyu dalam teologi al-Māturīdī, serta memperkuat pandangan Ramon Harvey (2021) tentang rasionalitas teologis yang berpijak pada keteraturan alam semesta.
Dalam konteks pemikiran Ibn Sīnā, riset ini mendukung temuan Damien Janos (2024) bahwa keesaan Tuhan tidak sekadar bermakna hitungan numerik, melainkan wujud kesederhanaan, ketakterbagian, dan identitas diri dari Wājib al-Wujūd. Meski demikian, penelitian ini memberikan catatan pembeda dari kajian Laura Hassan (2017) yang sebelumnya lebih menitikberatkan perjumpaan antara tradisi Asy'ariyah dan Avicennisme melalui doktrin penciptaan dalam pemikiran al-Āmidī.
Kebaruan (novelti) dari disertasi ini terletak pada upaya melakukan perbandingan langsung yang sistematis dan menyeluruh antara al-Māturīdī dan Ibn Sīnā, dengan menempatkan konsep tauhid sebagai poros utama analisis. Integrasi yang jernih antara epistemologi, ontologi, dan hermeneutika Sūrat al-Ikhlāṣ menjadi kekuatan utama dalam studi ini.
Melalui integrasi tersebut, Dani berhasil memetakan dua model rasionalitas tauhid yang menarik, yakni rasionalitas teologis yang berpusat pada wahyu dan rasionalitas filosofis yang berpijak pada analisis metafisik wujud. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa perbedaan pandangan di antara keduanya bukanlah bentuk pertentangan mutlak antara iman dan rasio, melainkan variasi titik berangkat, perangkat konseptual, dan batas kewenangan akal.
Secara keseluruhan, temuan Ujian Promosi Doktor ini menawarkan landasan konseptual yang amat berharga bagi pengembangan teologi Islam kontemporer. Model pemikiran yang ditawarkan bercorak rasional, terbuka terhadap diskursus filsafat, namun tetap kokoh berakar pada nilai-nilai wahyu.
Dani berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA dan Prof. Dr. Zainun Kamaluddin Fakih, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA, Prof. Dr. Zainun Kamaluddin Fakih, MA, Prof. Dr. Rd. Mulyadhi Kartanegara, Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Dr. Kholid Al Walid, M.Ag.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Dani Ramdani lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Dani Ramdani merupakan Doktor ke-1736 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
