Ujian Promosi Doktor Daud Lintang, Balāghah dalam Doa dan Kecerdasan Emosional
Ujian Promosi Doktor Daud Lintang, Balāghah dalam Doa dan Kecerdasan Emosional

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1673 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Kamis, 16 April 2026 dengan promovendus Daud Lintang.

Daud merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Bahasa dan Sastra Arab. Disertasinya berjudul “Balāghah dalam Doa dan Kecerdasan Emosional (Studi atas Doa dalam Kitab al-Ma’thūrāt Karya Ḥasan al-Bannā dan Kitab Bulūgh al-Marām Karya Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī)”. Penelitian ini menarik perhatian karena mengawinkan disiplin ilmu linguistik Arab klasik dengan konsep psikologi modern.

Secara spesifik, penelitian ini bertujuan menganalisis asālīb al-balāghah atau gaya bahasa retoris yang terkandung dalam doa-doa pilihan dari dua kitab monumental tersebut. Daud membedah teks doa menggunakan tiga pilar utama ilmu balaghah, yakni al-bayān (semantik figuratif), al-ma‘ānī (semantik kontekstual), dan al-badī‘ (estetika bahasa).

Fokus utama riset ini tidak hanya berhenti pada keindahan tekstual, tetapi juga berupaya menjawab bagaimana uslūb al-du‘ā (gaya bahasa doa) mampu memengaruhi kecerdasan emosional seseorang. Selain itu, Daud melakukan studi komparatif untuk mengungkap alasan mengapa al-Ma’thūrāt dinilai memiliki bobot balāghī yang lebih tinggi dibandingkan dengan Bulūgh al-Marām.

Metodologi yang digunakan dalam riset ini adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan stilistika balāghiyyah serta generatif transformatif. Untuk membedah dampak psikologisnya, Daud mengintegrasikan teori kecerdasan emosional guna melihat kaitan antara diksi doa dengan kondisi mental pembacanya.

Guna memperkuat bukti empiris, Daud tidak hanya bersandar pada teks. Ia melakukan wawancara mendalam terhadap 25 responden yang merepresentasikan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari dosen, peneliti, ustaz, santri, mahasiswa, hingga ibu-ibu majelis taklim. Hal ini dilakukan untuk melihat bagaimana struktur bahasa doa dirasakan langsung oleh pengamalnya.

Meskipun melibatkan studi lapangan, penelitian ini tetap berpijak pada karakter library research (penelitian kepustakaan). Daud menelusuri berbagai literatur, mulai dari buku, artikel, hingga jurnal ilmiah guna membangun landasan teoretis yang kokoh mengenai gaya bahasa dan psikologi.

Sumber primer utama dalam penelitian ini tentu saja adalah kitab al-Ma’thūrāt karya Hasan al-Banna dan Bulūgh al-Marām karya Ibn Hajar al-‘Asqalani. Sementara itu, sumber sekunder mencakup berbagai referensi yang relevan dengan tema uslūb al-balāghah dan kecerdasan emosional yang dianalisis menggunakan metode analisis isi dan komparatif.

Hasil penelitian mengungkap bahwa doa-doa dalam kedua kitab tersebut disusun dengan gaya bahasa Arab yang sangat indah dan retoris. Keindahan tersebut terpancar dari unsur al-bayān yang menggunakan metafora dan perumpamaan mendalam, sehingga mampu menggugah perasaan batin terdalam bagi siapa saja yang meresapinya.

Pada unsur al-ma‘ānī, riset ini menunjukkan bahwa pemilihan kata dan susunan kalimat dalam doa-doa tersebut sangat selaras dengan kondisi jiwa manusia. Sementara itu, unsur al-badī‘ hadir melalui permainan bunyi dan estetika gaya bahasa yang menambah daya tarik emosional serta memberikan ketenangan saat dilafalkan.

Perpaduan ketiga unsur balaghah ini menciptakan sebuah harmoni bahasa yang menyentuh hati. Hal ini membuktikan bahwa doa bukan sekadar rangkaian kata untuk meminta, melainkan sebuah instrumen spiritual yang memperkuat hubungan antara makhluk dengan Tuhannya melalui keindahan literasi.

Lebih jauh, Daud membuktikan bahwa perangkat balaghah seperti al-tashbīh, al-isti‘ārah, al-kināyah, hingga al-saja’ berperan aktif dalam membangun kecerdasan emosional. Gaya bahasa yang estetis ini terbukti menanamkan nilai-nilai kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, hingga keterampilan sosial pada diri seseorang.

Studi lapangan dalam disertasi ini memberikan bukti empiris bahwa asālīb al-balāghah dalam doa berpengaruh kuat terhadap psikologi afektif. Temuan ini menegaskan bahwa kekuatan bahasa dalam doa-doa ma'tsur memiliki dampak nyata dalam membentuk karakter dan stabilitas emosional umat Islam yang mengamalkannya secara konsisten.

Daud Lintang berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Sukron Kamil, M.Ag, Prof. Dr. Achmad Satori Ismail, MA, dan Dr. Siti Amsariah, M.Ag, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Sukron Kamil, M.Ag, Prof. Dr. Achmad Satori Ismail, MA, Dr. Siti Amsariah, M.Ag, Prof. Usep Abdul Matin, S.Ag, MA, MA, Ph.D, Prof. Bambang Suryadi, Ph.D, Prof. Dr. R. Yani'ah Wardani, M.Ag.

Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Daud Lintang lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Daud Lintang merupakan Doktor ke-1673 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)