Ujian Promosi Doktor Farid Fathony Ashal, Desentralisasi Fiskal dan Siyāsah Shar’iyyah Māliyyah dalam Menurunkan Kemiskinan di Aceh
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1720 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA Sekolah Pascasarjana pada Rabu, 12 Agustus 2026 dengan promovendus Farid Fathony Ashal.
Farid merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Ekonomi Islam. Disertasinya berjudul “Desentralisasi Fiskal dan Siyāsah Shar’iyyah Māliyyah dalam Menurunkan Kemiskinan di Aceh”.
Provinsi Aceh hingga kini masih menghadapkan publik pada sebuah paradoks pembangunan yang cukup menyita perhatian. Kendati menyandang status otonomi khusus dengan gelontoran dana transfer yang melimpah serta penerapan sistem ekonomi berbasis syariah secara menyeluruh, Aceh justru masih bertahan sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Sumatra.
Dalam pemaparannya, Farid menyoroti bahwa tranformasi keuangan syariah seperti konversi Bank Aceh Syariah hingga pemberlakuan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) belum memberikan dampak langsung yang signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan. Kapasitas fiskal daerah yang melonjak pasca-MoU Helsinki nyatanya belum mampu mengurai akar kemiskinan yang telah mengendap selama lebih dari satu dekade.
Guna membedah dinamika tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain sequential exploratory. Penelitian diawali dengan eksplorasi kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, studi dokumenter, dan kajian pustaka, yang kemudian dilanjutkan dengan pengujian kuantitatif berbasis Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan data runtun waktu (time series) periode 2012–2024.
Dalam struktur modelnya, variabel Desentralisasi Fiskal diukur melalui indikator dana transfer atau dana perimbangan pusat. Sementara itu, variabel Siyāsah Shar‘iyyah Māliyyah dikonstruksi secara komprehensif ke dalam tujuh dimensi utama, yakni maṣlaḥah (kemaslahatan), alokasi, rasionalitas, fleksibilitas, qānūn (regulasi), ḥisbah (pengawasan), dan tanmiyah (pembangunan).
Hasil analisis kuantitatif dan kualitatif mengungkapkan bahwa pelaksanaan Desentralisasi Fiskal di Aceh selama ini masih dominan bersifat administratif. Akibatnya, keberadaan dana transfer daerah baru mampu mendorong transformasi ekonomi pada level moderat dan belum cukup tajam untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.
Sebaliknya, Siyāsah Shar‘iyyah Māliyyah terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Temuan ini menegaskan bahwa ketika nilai-nilai dan instrumen tata kelola keuangan berbasis syariah diterapkan secara substantif, variabel tersebut secara nyata mampu menekan angka kemiskinan di daerah.
Secara keseluruhan, model integratif yang dibangun dalam penelitian ini mampu menjelaskan 36,3% variasi penurunan kemiskinan di Aceh. Meskipun peran mediasi tata kelola syariah berada pada tingkat mendekati moderat, desentralisasi fiskal terbukti memiliki korelasi yang sangat kuat terhadap penguatan penerapan Siyāsah Shar‘iyyah Māliyyah.
Melalui temuan ini, Farid menyimpulkan bahwa penguatan Siyāsah Shar‘iyyah Māliyyah dapat menjadi kunci utama untuk meningkatkan efektivitas desentralisasi fiskal di Aceh. Namun, integrasi tersebut membutuhkan komitmen tata kelola yang lebih konsisten, akuntabilitas anggaran, alokasi program yang tepat sasaran, serta kelembagaan daerah yang kuat agar mampu menghasilkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Farid berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM, Prof. Dr. M. Arief Mufraini, Lc., M.Si, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM, Prof. Dr. M. Arief Mufraini, Lc., M.Si, Prof. Dr. Ade Sofyan Mulazid, S.Ag, MH, Prof. Dr. Kadir, M.Pd, Prof. Dr. Afidah Wahyuni M.Ag.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Farid lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Farid Fathony Ashal merupakan Doktor ke-1720 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
