Ujian Promosi Doktor Fatima El Zahraa, Variasi Fonetis Bahasa Arab dalam Konteks Sosial
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1709 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Kamis, 30 Juli 2026 dengan promovenda Fatima El Zahraa.
Fatima merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Pendidikan Bahasa Arab. Disertasinya berjudul “Variasi Fonetis Bahasa Arab dalam Konteks Sosial: Studi Sosiolinguistik atas Pemikiran Sibawayh dan Ibrāhīm Anīs”. Penelitian ini hadir untuk menjawab tantangan kemonodisiplineran dalam studi bahasa Arab yang kerap memisahkan struktur linguistik murni dari fenomena sosial masyarakat penuturnya.
Dalam pemaparannya, Fatima menjelaskan bahwa studi ini bertujuan menjembatani pemikiran dua tokoh besar lintas zaman: Sibawayh dari era klasik dan Ibrahim Anis dari era modern. Fokus utamanya adalah menelaah titik temu serta perbedaan sudut pandang keduanya, sekaligus menginterpretasikan latar belakang sosial yang memengaruhi konsep variasi fonetis seperti fatḥ, imālah, hamz, dan idgām.
Meski menyandingkan dua figur pemikir besar, penelitian ini tidak mengasumsikan adanya kesetaraan konteks historis secara mentah. Perbedaan lanskap intelektual yakni pengaruh helenistik pada zaman Sibawayh serta gelombang modernisme dan nilai kebebasan (liberty) di era Ibrahim Anis diposisikan sebagai kerangka epistemik yang memformulasikan gagasan masing-masing tokoh atas objek kajian yang sama.
Secara metodologis, penelitian ini dirancang sebagai studi kepustakaan berpendekatan sosiolinguistik kualitatif. Fatima menggali data utama dari karya monumental Kitāb Sibawayh dan Fī al-Lahajāt al-‘Arabiyyah karya Ibrahim Anis. Untuk memperkuat analisis, data tersebut dibaca melalui kacamata sosiologi Émile Durkheim khususnya konsep fakta sosial dan representasi kolektif serta ditriangulasikan dengan variasi qiraat Al-Qur'an dan dataset akses-terbuka.
Hasil kajian menunjukkan bahwa Sibawayh dan Ibrahim Anis sepakat memandang fatḥ, imālah, hamz, dan idgām sebagai fenomena fonetis yang nyata dalam realitas tutur bahasa Arab. Namun, keduanya bertolak belakang dalam landasan epistemologis, tujuan kajian, serta sumber data. Sibawayh berfokus merumuskan kaidah bahasa baku (fusha), sedangkan Ibrahim Anis melihat variasi tersebut sebagai fenomena ilmiah-alamiah dalam dialek Arab yang dianalisis secara deskriptif.
Fatima menyimpulkan bahwa pemikiran kedua linguis ini tidak saling meniadakan, melainkan bersifat komplementer atau saling melengkapi. Pendekatan normatif ala Sibawayh tetap memegang peran krusial sebagai fondasi utama tata bahasa Arab, sementara pandangan deskriptif Ibrahim Anis berhasil memperluas cakrawala dalam memahami dinamika dialek dan penggunaan bahasa Arab di era modern.
Penelitian ini turut memperkaya literatur sosiolinguistik dengan memperkuat jajaran studi terdahulu, seperti karya Alfozan (2024) dan Sara (2019) terkait kajian fonetis klasik, hingga teori variasi sosial Labov (1969, 1991). Di sisi lain, temuan Fatima secara tegas menolak pandangan Magidow (2021) dan Owens (2006) yang cenderung memisahkan antara variasi dialektal dengan dimensi sosial-keagamaan masyarakat Arab.
Lebih jauh, disertasi ini berhasil membuktikan bahwa variasi bunyi tutur (fonetis) berfungsi sebagai fakta sosial yang hidup di tengah masyarakat. Sementara itu, konseptualisasi dan rumusan tata bahasa yang dihasilkan oleh para ilmuwan bahasa pada dasarnya merupakan bentuk representasi kolektif dari komunitas akademis yang terikat oleh ruang dan zamannya masing-masing.
Sebagai implikasi praktis, Fatima merekomendasikan reorientasi dalam pembelajaran bahasa Arab masa kini. Pembelajaran bahasa Arab diimbau untuk memposisikan variasi fonetis secara proporsional dalam konteks sosial-historisnya tanpa mengabaikan ketatnya kaidah kebahasaan, sehingga mampu menumbuhkan kesadaran sosiolinguistik yang utuh bagi para pembelajar.
Fatima berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Sukron Kamil, M.Ag, Prof. Dr. Achmad Satori Ismail, MA, Dr. Maswani, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Sukron Kamil, M.Ag, Prof. Dr. Achmad Satori Ismail, MA, Dr. Maswani, MA, Prof. Dr. H.D. Hidayat, MA, Prof. Dr. Muhammad Farkhan, M.Pd, Dr. Rizqi Handayani, MA.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovenda, tim penguji menetapkan bahwa Fatima lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Fatima El Zahraa merupakan Doktor ke-1709 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
