Ujian Promosi Doktor Feb Amni Hayati, Strategi Pengembangan Keberdayaan dan Kesejahteraan Perempuan Pengolah Hasil Laut Melalui Sinergi Faktor Agama dan Sosial
Ujian Promosi Doktor Feb Amni Hayati, Strategi Pengembangan Keberdayaan dan Kesejahteraan Perempuan Pengolah Hasil Laut Melalui Sinergi Faktor Agama dan Sosial

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1684 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Senin, 6 Juli 2026 dengan promovenda Feb Amni Hayati.

Feb merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Ekonomi Islam. Disertasinya berjudul “Strategi Pengembangan Keberdayaan dan Kesejahteraan Perempuan Pengolah Hasil Laut Melalui Sinergi Faktor Agama dan Sosial (Studi PPN Karangantu, Kota Serang, Banten)”. Penelitian ini memotret realitas kehidupan perempuan pengolah hasil laut yang memiliki peran ganda dan sangat strategis dalam menopang ekonomi keluarga.

Meski menjadi tulang punggung ekonomi rumah tangga dan komunitas nelayan, para perempuan ini rupanya masih terbelenggu oleh ketimpangan struktural. Kondisi tersebut berdampak langsung pada rendahnya tingkat keberdayaan dan kesejahteraan mereka. Fenomena nyata inilah yang jamak ditemui di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Melalui paparannya, Feb menjelaskan bahwa benang kusut permasalahan di PPN Karangantu sangat kompleks. Mulai dari pendapatan yang tidak stabil, beban ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus pencari nafkah, hingga keterbatasan modal dan teknologi. Selain itu, minimnya keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan serta belum optimalnya integrasi nilai agama dalam penguatan ekonomi memperparah situasi tersebut.

Berangkat dari masalah itu, penelitian ini bertujuan mengupas tiga hal utama. Pertama, menganalisis kondisi riil kesejahteraan dan tingkat keberdayaan perempuan setempat. Kedua, menguji pengaruh faktor agama dan sosial terhadap keberdayaan mereka. Ketiga, merumuskan model strategi terbaik berbasis nilai spiritual dan sosial untuk mendongkrak taraf hidup para perempuan pesisir.

Untuk membedah masalah ini, Dr. Feb Amni Hayati menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods). Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) guna menguji hubungan antarvariabel. Sementara itu, pendekatan kualitatifnya diperkuat dengan analisis SWOT untuk menghasilkan rekomendasi strategi yang membumi dan aplikatif.

Hasil riset lapangan menunjukkan potret yang cukup memprihatinkan, di mana kesejahteraan ekonomi perempuan pengolah hasil laut di Karangantu masih relatif rendah. Hal ini dipicu oleh pendapatan harian yang tidak menentu dan tingginya ketergantungan mereka pada tengkulak. Rantai tengkulak inilah yang kerap mengunci posisi tawar mereka dalam sektor perdagangan.

Dari sudut pandang keberdayaan, para perempuan sebenarnya sudah mandiri dalam mengelola keuangan domestik atau rumah tangga. Sayangnya, mereka masih sangat terbatas dalam menentukan harga jual produk olahan, mendapatkan akses pelatihan formal, serta memanfaatkan teknologi pengolahan ikan yang lebih modern.

Menariknya, hasil analisis SEM-PLS membuktikan bahwa faktor agama dan sosial memegang peranan yang sangat positif dan signifikan. Sinergi antara nilai spiritual dan ikatan sosial terbukti ampuh memperkuat kapasitas pengambilan keputusan, membangun ketahanan psikologis saat menghadapi paceklik, serta meningkatkan kualitas kesejahteraan yang mereka rasakan secara psikis maupun fisik.

Berdasarkan analisis SWOT, posisi usaha perempuan pengolah hasil laut di PPN Karangantu berada pada Kuadran II. Posisi ini merekomendasikan strategi ST (Strength-Threat) sebagai prioritas. Artinya, para perempuan pesisir harus memaksimalkan kekuatan internal dan modal sosial yang mereka miliki untuk membentengi diri serta memitigasi berbagai ancaman eksternal, termasuk permainan harga pasar.

Sebagai penutup, kebaruan dari penelitian ini berhasil melahirkan sebuah model strategi integratif yang menempatkan agama dan sosial sebagai pilar kembar pembangunan berkelanjutan bagi perempuan pesisir. Temuan ini sekaligus melengkapi riset terdahulu oleh Jorge Torre dkk. (2019) mengenai potensi lokal, namun memberikan warna baru dari studi Stacey (2021) yang selama ini hanya berfokus pada infrastruktur fisik dan akses pasar semata.

Feb berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Ulfah Fajarini, M.Si dan Prof. Dr. U. Maman, M.Si, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Ulfah Fajarini, M.Si, Prof. Dr. U. Maman, M.Si, Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM, Prof. Jajang Jahroni, MA, Ph.D, Dr. Indo Yama, SE, MAB.

Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Feb Amni Hayati lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.  Feb Amni Hayati merupakan Doktor ke-1684 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)