Ujian Promosi Doktor Fuji Zakiyatul Fikriyah, Seksualitas dalam Koridor Fikih: Menguak Model Pendidikan Seksual di Dua Pesantren Jawa dan Banten
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1726 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA Sekolah Pascasarjana pada Senin, 24 Agustus 2026 dengan promovendus Fuji Zakiyatul Fikriyah.
Fuji merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Pendidikan Islam. Disertasinya berjudul “Pendidikan Seksualitas di Pondok Pesantren Al-Asror, Jombang, Jawa Timur dan Pondok Pesantren Al-Hidayah, Lebak, Banten”. Fuji mempertahankan disertasinya yang mengangkat isu krusial namun kerap dianggap sensitif: pendidikan seksualitas di lingkungan pondok pesantren.
Fuji membedah bagaimana wacana dan edukasi seksualitas hidup di tengah dinamika pesantren. Penelitian komparatif ini bertujuan mengungkap konsep, persepsi para aktor pesantren, hingga bentuk nyata implementasinya dalam kurikulum.
Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multiple case study, data dalam riset ini dihimpun secara komprehensif. Fuji menggali informasi melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, serta penelusuran dokumen kelembagaan, mulai dari struktur kurikulum, kitab-kitab fikih, bahan ajar, hingga tata tertib santri di kedua lokasi.
Proses analisis data dilakukan secara cermat lewat pembacaan dalam-kasus dan lintas-kasus menggunakan pengodean dua siklus, analisis tematik, triangulasi, serta member checking. Hasilnya menegaskan bahwa pendidikan seksualitas di pesantren sebenarnya tidak pernah absen, melainkan hadir sebagai bagian dari praktik pendidikan moral-spiritual yang berakar kuat pada tradisi fikih.
Temuan di lapangan menunjukkan perbedaan model penyampaian di masing-masing lembaga. Di Pondok Pesantren Al-Asror Jombang, transmisi pendidikan seksualitas utamanya mengalir lewat pengajian kitab kuning dan kajian fikih yang disusun secara berjenjang sesuai tingkatan santri.
Sementara itu, Pondok Pesantren Al-Hidayah Lebak menerapkan pendekatan yang lebih variatif. Selain mengandalkan fikih formal, edukasi seksualitas di pesantren ini disinergikan dengan pelajaran biologi/IPA, penegakan tata tertib harian, serta pelbagai kegiatan pendukung santri.
Seluruh elemen pesantren baik pimpinan, pengajar, maupun para santri, melihat pendidikan seksualitas sebagai hal yang sangat penting. Kendati demikian, penyampaiannya disepakati harus tetap berada dalam koridor adab, menggunakan bahasa yang santun, disesuaikan dengan jenjang usia, serta berpegang teguh pada batasan halal-haram.
Nilai kebaruan riset Fuji terletak pada keberhasilannya mengintegrasikan aspek konsep, persepsi, dan praktiknya secara utuh. Jika studi terdahulu cenderung fokus secara parsial pada satu pesantren, teks kitab, atau isu kekerasan seksual semata, riset ini justru menawarkan gagasan baru tentang pendidikan seksualitas moral-spiritual berbasis fikih.
Model ini memadukan prinsip abstinence-only (menjaga diri hingga pernikahan) dengan kerangka edukasi yang komprehensif. Pendekatan ini tidak hanya membekali santri dengan pemahaman biologis dan fikih, tetapi juga menyentuh aspek hak atas keamanan tubuh, batasan sentuhan, keberanian menolak dan melapor, hingga mekanisme perlindungan dari kekerasan seksual.
Melalui temuan ini, Fuji mempertegas argumen bahwa pesantren tidaklah kosong dari pendidikan seksualitas. Kendati demikian, pesantren tetap memerlukan penguatan kurikulum yang lebih eksplisit, sistematis, dan bertahap agar semakin responsif terhadap kebutuhan biologis, psikologis, sosial, dan keselamatan para santri di era modern.
Fuji berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, MA, Ph.D dan Prof. Arif Zamhari, M.Ag, Ph.D, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, MA, Ph.D, Prof. Arif Zamhari, M.Ag, Ph.D, Prof. Dr. Sururin, M.Ag, Prof. Muhammad Zuhdi, M.Ed, Ph.D, Prof. dr. Flori Ratna Sari, Ph.D.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Fuji lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Fuji Zakiyatul Fikriyah merupakan Doktor ke-1726 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
