Ujian Promosi Doktor Ivon Rahmani, Konstruksi Otoritas Keagamaan di Media Sosial: Studi Konsep Komunikasi Husein Ja’far Al Hadar dan Adi Hidayat
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1701 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Senin, 27 Juli 2026 dengan promovenda Ivon Rahmani.
Ivon merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Disertasinya berjudul “Konstruksi Otoritas Keagamaan di Media Sosial: Studi Konsep Komunikasi Husein Ja’far Al Hadar dan Adi Hidayat”.
Disertasi ini lahir dari pengamatan mendalam terhadap pergeseran lanskap keagamaan modern. Era transformasi digital telah menggeser pola legitimasi keagamaan yang semula bertumpu pada model institusional berbasis sanad dan lembaga formal, menuju model yang lebih komunikatif, partisipatif, serta berbasis jaringan digital.
Berfokus pada platform YouTube, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi komunikasi, struktur diskursif, dan logika platform digital memengaruhi pembentukan legitimasi para dai di ruang publik. Secara khusus, Ivon melakukan studi komparatif terhadap dua figur pendakwah populer di Indonesia, yakni Habib Husein Ja’far Al Hadar dan Ustadz Adi Hidayat.
Untuk membedah fenomena tersebut, penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis/CDA) model Norman Fairclough. Metode ini mengeksplorasi tiga dimensi utama wacana secara komprehensif, yakni dimensi teks, praktik diskursif, hingga praktik sosial yang melatarbelakanginya.
Data penelitian dihimpun dari konten video YouTube, transkrip percakapan, komentar audiens, hingga indikator engagement dari kedua tokoh tersebut dalam rentang waktu 2020 hingga 2026. Melalui proses transkripsi, koding, kategorisasi, komparasi, dan interpretasi kritis, Ivon berhasil membongkar mekanisme di balik produksi otoritas keagamaan digital.
Temuan penelitian menunjukkan adanya dua model utama yang berbeda namun sama-sama efektif dalam mengonstruksi legitimasi. Habib Husein Ja’far terbukti membangun otoritasnya melalui model naratif-dialogis. Pendekatan ini mengedepankan sisi humanistik, keterikatan emosional (emotional engagement), dan komunikasi yang inklusif serta partisipatif bagi audiens digital.
Di sisi lain, Ustadz Adi Hidayat membentuk legitimasinya melalui model argumentatif-sistematis. Model ini bertumpu pada otoritas epistemik yang kuat, argumentasi tekstual yang mendalam, serta performa keilmuan yang terstruktur rapi. Pendekatan ini menegaskan kedalaman literatur keislaman dalam format yang disesuaikan dengan media modern.
Tak hanya faktor personal figur, penelitian ini mengungkap bahwa infrastruktur teknologis memegang peranan kunci dalam melipatgandakan legitimasi keagamaan. Algoritma YouTube, tingkat visibilitas platform, hingga pola respons serta interaksi audiens terbukti menjadi elemen krusial yang memperkuat posisi kedua dai tersebut di ranah publik.
Kebaharuan (novelty) penelitian ini terletak pada pendekatan komparatif berbasis CDA yang lebih integratif dibanding studi-studi terdahulu yang cenderung deskriptif atau hanya berfokus pada satu tokoh. Ivon memadukan teori komunikasi, mediatization of religion, dan studi platform digital untuk memberikan gambaran utuh tentang lanskap otoritas keagamaan modern di Indonesia.
Sidang promosi doktor ini menegaskan kontribusi penting akademisi UIN Jakarta dalam merespons fenomena sosial-keagamaan kontemporer. Hasil penelitian Ivon ini diharapkan dapat menjadi rujukan berharga bagi para peneliti, praktisi komunikasi, dan masyarakat luas dalam memahami dinamika agama di tengah pesatnya arus digitalisasi.
Ivon berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Achmad Syahid, M.Ag, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Achmad Syahid, M.Ag, Prof. Dr. Media Zainul Bahri, MA, Prof. Dr. Idris Thaha, M.Si, Prof. Dr. A. Bakir Ihsan, M.Si.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Ivon Rahmani lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Ivon Rahmani merupakan Doktor ke-1701 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
