Ujian Promosi Doktor Jayadi, Islam dan Strategi Pengembangan Pendidikan TNI: Studi Pengembangan Karakter Islami di Seskoal
Ujian Promosi Doktor Jayadi, Islam dan Strategi Pengembangan Pendidikan TNI: Studi Pengembangan Karakter Islami di Seskoal

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1665 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Jumat, 13 Februari 2026 dengan promovendus Jayadi.

Jayadi merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Pemdidikan Agama Islam. Disertasinya berjudul “Islam dan Strategi Pengembangan Pendidikan TNI: Studi Pengembangan Karakter Islami di Seskoal”.

Penelitian ini tidak sekadar mengejar gelar, melainkan sebuah misi untuk merancang model pendidikan TNI yang lebih kokoh. Jayadi berupaya mengintegrasikan nilai-nilai luhur Islam ke dalam penguatan karakter prajurit melalui sistem pendidikan militer yang ada. Fokus utamanya adalah bagaimana nilai akidah, syariah, dan akhlak dapat menjadi fondasi bagi mentalitas prajurit di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Jayadi menyelam lebih dalam melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Ia tidak hanya melihat dokumen kurikulum di atas kertas, tetapi juga memotret realitas bagaimana pembinaan karakter tersebut dijalankan di lapangan oleh para calon pemimpin matra laut.

Jayadi membedah sistem pendidikan militer dari berbagai sudut pandang mulai dari perspektif teologis yang menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan, filosofis mengenai nilai kehidupan, hingga aspek praktis yang bisa diterapkan dalam kedisiplinan militer sehari-hari guna membentuk prajurit yang berintegritas.

Namun, temuan Jayadi dalam penelitian ini menjadi "alarm" penting bagi institusi pendidikan militer. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, implementasi pendidikan karakter di lembaga seperti Seskoal belum berjalan optimal. Integrasi antara nilai-nilai moral dan spiritual ke dalam kurikulum formal ternyata masih memiliki celah yang cukup lebar.

Jayadi menyoroti bahwa pembinaan spiritualitas perwira siswa selama ini cenderung hanya bersifat pendukung dan tidak terstruktur. Ketiadaan indikator evaluasi yang sistematis membuat keterpaduan antara kompetensi akademik-strategis dengan pembinaan moral belum sepenuhnya terwujud. Hal ini membuat karakter prajurit terkadang seolah terpisah dari kemahiran teknis mereka.

Di sinilah letak kebaruan atau novelty yang ditawarkan oleh Jayadi. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang mungkin hanya menyentuh aspek teknis, penelitian ini menawarkan paradigma holistik. Ia menyodorkan visi di mana profesionalisme militer yang kaku dapat bersinergi harmonis dengan dimensi spiritual untuk menciptakan sosok prajurit yang tidak hanya jago bertempur, tapi juga teguh secara moral.

Sebagai langkah konkret, penelitian ini merekomendasikan penyusunan roadmap serta program strategis transformasi pendidikan TNI. Jayadi menekankan pentingnya penguatan karakter di era digital melalui integrasi nilai-nilai Islam yang dilakukan secara sistematis. Baginya, teknologi boleh maju, namun akar spiritual dan jati diri prajurit harus tetap membumi dan lestari.

Keberhasilan Jayadi dalam sidang ini diharapkan menjadi momentum bagi TNI, khususnya di lingkungan Seskoal, untuk meninjau kembali arah pendidikan karakter mereka. Dengan hadirnya disertasi ini, jalan menuju pembentukan prajurit yang profesional, berintegritas, dan Islami kini memiliki landasan ilmiah yang kuat dan relevan dengan tantangan masa depan.

Jayaadi berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Husni Rahim; Prof. Dr. Armai Arief, M.Ag, Suparto, M.Ed, Ph.D, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Husni Rahim; Prof. Dr. Armai Arief, M.Ag, Prof. Dr. Didin Saepudin, MA, Prof. Dr. Achmad Syahid, M.Ag, Prof. Dr. Kadir, M.Pd.

Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Jayadi lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Jayadi merupakan Doktor ke-1665 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)