Ujian Promosi Doktor Kartika Sari, Konstruksi Identitas Melayu Bangka dalam Perubahan Sosial Periode Kontemporer
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1692 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Jumat, 17 Juli 2026 dengan promovenda Kartika Sari.
Kartika merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Sejarah dan Peradaban Islam. Disertasinya berjudul “Konstruksi Identitas Melayu Bangka dalam Perubahan Sosial Periode Kontemporer”.
Penelitian ini membedah bagaimana masyarakat Melayu Bangka merajut, mempertahankan, sekaligus menegosiasikan identitas kultural mereka di tengah gempuran arus modernisasi dan perubahan sosial yang masif.
Melalui pendekatan interdisipliner yang menggabungkan ilmu sejarah dan antropologi, Kartika menerapkan metode historical ethnography (etnografi historis). Ia melacak secara kronologis rentang waktu dari tahun 1957 hingga 2024 untuk melihat bagaimana identitas tersebut terbentuk, bertransformasi, hingga bertahan dari generasi ke generasi.
Fokus utama riset ini diarahkan pada proses awal formasi identitas Melayu Bangka, terutama bagaimana dinamika tersebut bergeser ketika memasuki era Reformasi. Kartika secara jeli melihat hubungan segitiga antara memori kolektif masyarakat, praktik kehidupan sehari-hari, dan narasi sejarah dalam membentuk ketahanan sekaligus potensi fragmentasi pembelahan identitas.
Untuk mendapatkan data yang valid dan kaya, Kartika terjun langsung melakukan penelitian lapangan di Pulau Bangka. Ia mengumpulkan rekam jejak masa lalu melalui arsip sejarah dan dokumen resmi, serta menyelami realitas sosial lewat wawancara mendalam, observasi partisipan, dan penggalian sejarah lisan dari para tokoh masyarakat.
Proses analisis data pun dilakukan secara ketat dan berlapis, mulai dari kritik sumber dan interpretasi historis, hingga koding tematik serta analisis naratif. Melalui teknik triangulasi data dan analisis kritis, penelitian ini berhasil menguraikan benang kusut perkembangan budaya lokal secara objektif dan ilmiah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Melayu Bangka bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil akulturasi panjang masyarakat lokal dengan pendatang Melayu asal Malaka dan Riau. Hubungan harmonis dengan etnis Tionghoa, yang diperkuat oleh fondasi nilai-nilai Islam, kearifan lokal, serta pengalaman kolektif pada masa kolonial pertimahan, turut membentuk karakter unik mereka.
Pada periode pasca-kemerdekaan hingga akhir Orde Baru (1957–1998), intervensi kebijakan negara, pola migrasi etnis, dan struktur ekonomi pertambangan menjadi motor penggerak utamanya. Faktor-faktor inilah yang kemudian melahirkan karakter masyarakat Melayu Bangka yang dikenal egaliter, moderat, dan sangat terbuka terhadap pluralitas sosial.
Memasuki era Reformasi hingga masa kini (1999–2024), tantangan baru muncul seiring hadirnya desentralisasi, globalisasi, industri ekstraktif, dan ledakan media digital. Menariknya, perubahan ini justru mendorong generasi muda melakukan revitalisasi identitas Melayu melalui penguatan lembaga adat, simbol budaya, hingga representasi kreatif di ruang siber.
Sebagai kesimpulan, Kartika menegaskan bahwa identitas Melayu Bangka bersifat dinamis dan adaptif karena mampu mengintegrasikan adat dan Islam dalam masyarakat multietnis tanpa kehilangan fondasi kulturalnya. Temuan ini tidak hanya mendukung teori sosiologi ternama milik Fredrik Barth dan Thomas Hylland Eriksen, tetapi juga melahirkan "Model Konstruksi Adaptif" yang membuktikan bahwa agama, memori kolektif, dan transformasi digital adalah kunci utama menjaga keberlanjutan identitas etnis di era modern.
Kartika berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Jajat Burhanudin, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Jajat Burhanudin, MA, Prof. Jajang Jahroni, MA, Ph.D, Prof. Dr. M. Ikhsan Tanggok, M.Si, Prof. Dr. Kholid Al Walid, M.Ag.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Kartika Sari lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Kartika merupakan Doktor ke-1692 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
