Ujian Promosi Doktor Mohammad Husen, Keragaman Makna dalam Al-Qur'an
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1721 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA Sekolah Pascasarjana pada Rabu, 12 Agustus 2026 dengan promovendus Mohammad Husen.
Husen merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Tafsir. Disertasinya berjudul “Keragaman Makna dalam Al-Qur'an (Studi Pemikiran Muqātil ibn Sulaymān tentang al-Wujūh wa al-Naẓā'ir dan Muḥammad Shaḥrūr tentang al-Mushtarak al-Lafẓī)”. Melalui penelitian ini, Husen mempertemukan dua sosok pemikir dari era yang sangat berseberangan untuk menguji gagasan relativitas makna dalam teks suci.
Di satu sisi, ada Muqātil ibn Sulaymān, ulama klasik yang memetakan keragaman makna kata (al-wujūh wa al-naẓā’ir) berdasarkan konteks ayat dan akar bahasa. Di sisi lain, berdiri Muḥammad Shaḥrūr, pemikir modern yang melahirkan konsep al-mushtarak al-lafẓī (polisemi) berlandaskan pandangan besarnya: thabāt al-naṣṣ wa taghayyur al-muḥtawā bahwa teks Al-Qur'an itu tetap, namun kandungan maknanya terus berkembang.
Untuk membedah alur berpikir kedua tokoh tersebut, Husen memformulasikan sejumlah rumusan masalah penting. Ia mengkaji bagaimana pemahaman dan praktik metode keduanya, mencari titik temu serta perbedaan secara epistemologis, hingga mereka ulang konsep tersebut secara hermeneutis agar tetap relevan dalam kajian Islam kontemporer.
Secara metodologis, penelitian kualitatif berbasis kajian kepustakaan ini dibedah menggunakan pisau analisis hermeneutika Hans-Georg Gadamer. Melalui pendekatan historis, pra-pemahaman, dan peleburan cakrawala (Horizontverschmelzung), Husen berupaya menjembatani konteks masa lalu dengan horizon pembaca masa kini.
Sejumlah karya monumental pun dijadikan sebagai sumber data utama. Husen menggali karya klasik seperti Tafsīr al-Kabīr dan Tafsīr al-Wujūh wa al-Naẓā’ir yang dinisbatkan kepada Muqātil, lalu meyoalkannya bersama buku-buku kunci karangan Shaḥrūr, termasuk al-Kitāb wa al-Qur’ān serta Nahwa Uṣūl Jadīdah li al-Fiqh al-Islāmī: Fiqh al-Mar’ah.
Dari penelusuran mendalam tersebut, penelitian ini menghasilkan temuan awal yang segar: baik al-wujūh wa al-naẓā’ir maupun al-mushtarak al-lafẓī bukan sekadar alat deskriptif untuk mencatat daftar arti kata. Lebih dari itu, keduanya merupakan metode interpretatif yang hidup. Dari sini lahir sebuah konsep teoritis baru yang digagas Husen, yaitu al-dalālah al-ta'addudiyyah al-mutaḥarrikah sebuah sistem makna Al-Qur'an yang bersifat plural dan dinamis.
Temuan berikutnya memperlihatkan bahwa Muqātil dan Shaḥrūr sama-sama sepakat menolak penafsiran tunggal yang membekukan teks. Meski begitu, pijakan epistemologis mereka berbeda tajam. Muqātil bergerak dari tradisi historis-klasik, sedangkan Shaḥrūr melangkah dari sudut pandang ahistoris-rasional. Gagasan untuk mempertemukan kedua tokoh ini dengan kacamata hermeneutika Gadamer menjadi penambal celah ilmiah yang belum tersentuh oleh riset-riset sebelumnya.
Sebagai penutup, riset Husen memberi kontribusi penting bagi pengembangan studi tafsir masa kini. Dengan menegaskan relativitas makna sebagai keniscayaan, kajian ini berhasil merajut dialog antara tradisi klasik dan modern. Konsep al-dalālah al-ta'addudiyyah al-mutaḥarrikah yang ditawarkannya memadukan ketelitian linguistik ala Muqātil dengan fleksibilitas kontekstual ala Shaḥrūr sebagai model pembacaan Al-Qur'an yang selaras dengan perkembangan zaman.
Husen berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Kusmana, MA, Ph.D, Prof. Dr. Hamka Hasan, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Kusmana, MA, Ph.D, Prof. Dr. Hamka Hasan, MA, Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA, Prof. Dr. Hasani, MA.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Husen lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Mohammad Husen merupakan Doktor ke-1721 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
