Ujian Promosi Doktor Muhammad Firdaus, Potensi Antimikroba Ekstrak Kurma Ajwa Berbasis Air Zamzam
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1676 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Senin, 27 April 2026 dengan promovendus Muhammad Firdaus.
Firdaus merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Agama dan Kesehatan. Disertasinya berjudul “Potensi Antimikroba Ekstrak Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera) Berbasis Pelarut Air Zamzam terhadap Total Angka Kuman pada Lalat Buah (Drosophila melanogaster): Pendekatan Terapi Mediterania Islam”.
Penelitian ini berupaya menjawab tantangan kurangnya bukti empiris mengenai efektivitas antimikroba kurma Ajwa meski reputasinya telah masyhur dalam literatur klasik Islam.
Berangkat dari keterbatasan data mengenai kandungan bioaktif dan variasi konsentrasi yang efektif, Firdaus melakukan eksperimen mendalam untuk menganalisis Jumlah Angka Kuman (JAK) pada lalat buah. Dalam konteks ini, lalat buah (Drosophila melanogaster) berperan sebagai vektor mekanik yang membawa berbagai mikroorganisme, menjadi jembatan untuk memahami bagaimana ekstrak kurma dapat menekan pertumbuhan kuman.
Metodologi yang digunakan dalam riset ini adalah desain eksperimental posttest-only control group design. Firdaus melakukan serangkaian uji coba yang membandingkan kelompok kontrol dengan berbagai variasi konsentrasi ekstrak kurma Ajwa yang dilarutkan dalam air Zamzam, serta mengamati pengaruhnya berdasarkan interval waktu paparan yang berbeda-beda.
Hasil analisis data menggunakan uji two-way ANOVA menunjukkan temuan yang sangat signifikan. Diketahui bahwa ekstrak kurma Ajwa mengandung senyawa flavonoid dengan intensitas yang sangat tinggi. Secara statistik, terdapat perbedaan nyata pada rata-rata penurunan jumlah kuman berdasarkan konsentrasi dan lama waktu paparan, yang membuktikan bahwa formulasi ini bukan sekadar mitos kesehatan.
Salah satu temuan teknis yang krusial adalah penetapan nilai Lethal Concentration (LC50) sebesar 42,53% dan Lethal Time (LT50) selama 14,31 menit. Angka ini memberikan indikasi kuat bahwa pada konsentrasi tinggi, kombinasi kurma Ajwa dan air Zamzam memiliki efektivitas antimikroba yang sangat cepat dan mumpuni dalam melumpuhkan mikroorganisme patogen.
Secara teoritis, hasil penelitian ini memperkuat studi sebelumnya yang dilakukan oleh Al-Farsi, Lee, dan Al-Daihan yang juga mengidentifikasi kekayaan polifenol pada kurma. Namun, penelitian Firdaus melangkah lebih jauh dengan membuktikan bahwa karakterisasi fitokimia tersebut memiliki dampak nyata terhadap bioindikator makhluk hidup yang sering berinteraksi dengan manusia.
Kebaruan atau novelty dari riset ini terletak pada penggunaan lalat buah sebagai bioindikator infeksi. Jika penelitian terdahulu umumnya hanya berfokus pada uji biokimia di laboratorium atau pertumbuhan bakteri di cawan petri, Firdaus menggunakan pendekatan yang lebih dinamis untuk melihat bagaimana potensi infeksi dapat diredam dalam skenario yang menyerupai interaksi vektor di alam.
Disertasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam memperkuat integrasi antara nilai-nilai keislaman dan sains kesehatan. Temuan ini membuka peluang bagi pengembangan produk sanitasi atau terapi alami berbasis bahan-bahan yang selama ini dianggap sakral namun kini telah teruji secara klinis.
Firdaus berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Dr. Arif Sumantri, M.Kes, dan Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Arif Sumantri, M.Kes, Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si, Prof. Dr. Kamarusdiana, MH, Prof. dr. Flori Ratna Sari, Ph.D, Prof. Irma Nurbaeti, S.Kp, M.Kes, Sp.Mat, Ph.D.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Muhammad Firdaus lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Muhammad Firdaus merupakan Doktor ke-1676 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)
