Ujian Promosi Doktor Muhammad Hanafi Zuardi: Pengaruh Religiositas, Literasi Keuangan, dan Kompetensi terhadap Kinerja Sumber Daya Manusia
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1654 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Selasa, 13 Januari 2026 dengan promovendus Muhammad Hanafi Zuardi.
Hanafi merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Manajemen Perbankan dan Keuangan Syariah. Disertasinya berjudul “Pengaruh Religiositas, Literasi Keuangan, dan Kompetensi terhadap Kinerja Sumber Daya Manusia dengan Mediasi Adopsi Teknologi pada Bank Syariah Indonesia Bandar Lampung”.
Penelitian ini berangkat dari urgensi untuk memahami apa yang sebenarnya menggerakkan efektivitas karyawan di tengah persaingan perbankan modern yang semakin digital namun tetap terikat pada nilai-nilai spiritual.
Menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential, Hanafi menggabungkan kekuatan data kuantitatif dan kedalaman analisis kualitatif. Ia melibatkan 86 karyawan Bank Syariah Indonesia (BSI) Bandar Lampung sebagai responden kuesioner, serta memperkuat temuannya melalui wawancara mendalam dengan lima informan kunci untuk menangkap realitas di lapangan secara utuh.
Hasil analisis data menggunakan PLS-SEM mengungkapkan temuan yang menarik: religiositas, literasi keuangan, dan adopsi teknologi terbukti berpengaruh langsung secara positif dan signifikan terhadap kinerja SDM. Hal ini menegaskan bahwa kombinasi antara integritas moral, pemahaman finansial, dan penguasaan alat kerja adalah kunci utama produktivitas karyawan di lingkungan perbankan syariah.
Namun, terdapat anomali yang cukup mengejutkan dalam riset ini, di mana variabel kompetensi ditemukan tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kinerja. Fenomena ini mengindikasikan bahwa kepemilikan skill teknis semata tidak menjamin performa maksimal jika tidak dibarengi dengan nilai-nilai religius yang kuat serta kemauan untuk beradaptasi dengan teknologi terbaru.
Dalam pengujian pengaruh tidak langsung, terungkap bahwa religiositas tidak berdiri sendiri dalam memacu kinerja. Peran religiositas sebagai pendorong kinerja akan semakin optimal ketika dimediasi oleh literasi keuangan dan adopsi teknologi. Sebaliknya, jalur mediasi melalui kompetensi maupun mediasi berantai tidak menunjukkan hasil yang signifikan dalam penelitian ini.
Secara kualitatif, Hanafi menegaskan bahwa religiositas berfungsi sebagai fondasi nilai dan etika kerja yang mendasar. Sementara itu, literasi keuangan bertindak sebagai mekanisme internalisasi nilai-nilai ekonomi syariah, dan adopsi teknologi hadir sebagai instrumen vital yang meningkatkan efisiensi serta efektivitas kerja para praktisi perbankan.
Temuan ini memperkuat teori dari Hassi dan Balambo (2018) serta Qudah et al. (2023). Hasil riset ini menyetujui pandangan bahwa nilai-nilai Islam berperan krusial dalam membentuk perilaku kerja yang unggul. Iman bukan sekadar urusan privat, melainkan modal spiritual yang bertransformasi menjadi profesionalisme di ruang kantor.
Selaras dengan pemikiran Kamal Badar et al. (2024), penelitian ini memosisikan etika kerja Islam sebagai "sumber daya tak berwujud" (intangible asset). Nilai-nilai ini terinternalisasi dalam hubungan kerja dan perilaku organisasi, menciptakan iklim kerja yang lebih harmonis dan berorientasi pada keberkahan hasil.
Di sisi lain, riset Hanafi membantah studi Andreou dan Anyfantaki (2022) serta Suryadi et al. (2022) yang cenderung mengunggulkan faktor teknis. Jika studi sebelumnya menyebut kompetensi dan teknologi lebih dominan, riset ini justru membuktikan bahwa di bank syariah, nilai religius tetap menjadi jangkar utama yang menentukan keberhasilan kinerja.
Disertasi ini memberikan implikasi praktis yang nyata bagi manajemen perbankan syariah. Penguatan SDM tidak boleh hanya fokus pada pelatihan teknis, tetapi harus mengintegrasikan pembinaan religiositas dan literasi keuangan syariah yang dibalut dengan pemanfaatan teknologi berbasis etika, demi mewujudkan industri keuangan yang tangguh dan bermartabat.
Muhammad Hanafi Zuardi berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Desmadi Saharuddin, MA; Prof. Dr. Ade Sofyan Mulazid, S.Ag, MH, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA; Prof. Dr. Desmadi Saharuddin, MA; Prof. Dr. Ade Sofyan Mulazid, S.Ag, MH; Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag; Prof. Nur Hidayah, S.Ag, SE, MA, MA, Ph.D; Prof. Dr. Kadir, M.Pd.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovenda, tim penguji menetapkan bahwa Muhammad Hanafi Zuardi lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Muhammad Hanafi Zuardi merupakan Doktor ke-1654 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)
