Ujian Promosi Doktor Muhammad Syukri Pulungan: Model School Well-Being dalam Perspektif Islam
Ujian Promosi Doktor Muhammad Syukri Pulungan: Model School Well-Being dalam Perspektif Islam

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1648 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Senin, 22 Desember 2025 dengan promovendus Muhammad Syukri Pulungan.

Syukri merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Psikologi Islam. Disertasinya berjudul "Model School Well-Being dalam Perspektif Islam: Analisis Determinan Kekuatan Karakter dan Dukungan Sosial dengan Religiositas sebagai Variabel Mediasi".

Penelitian ini menyoroti pentingnya kesejahteraan psikologis mahasiswa dalam bingkai nilai-nilai keislaman, sebuah isu yang sangat relevan dengan dinamika pendidikan modern saat ini.

Tujuan utama dari riset ini adalah untuk menguji sejauh mana model kesejahteraan di lingkungan sekolah atau kampus (school well-being) dapat selaras dengan perspektif Islam. Syukri memfokuskan analisisnya pada pengaruh kekuatan karakter dan dukungan sosial, dengan menempatkan religiusitas sebagai jembatan atau variabel mediasi yang menghubungkan faktor-faktor tersebut.

Metodologi yang digunakan tergolong komprehensif dengan pendekatan sequential explanatory. Syukri mengombinasikan kekuatan angka dari 320 sampel mahasiswa pada fase kuantitatif, lalu mendalaminya dengan narasi dari 10 informan pada fase kualitatif. Pendekatan ini memastikan bahwa temuan penelitian tidak hanya valid secara statistik, tetapi juga kaya secara teoretis.

Menggunakan alat bantu analisis SEM-PLS, hasil kuantitatif menunjukkan temuan yang sangat solid. Model penelitian dinyatakan sesuai dengan data empiris dengan nilai SRMR sebesar 0,065. Angka ini membuktikan bahwa kerangka pemikiran yang dibangun Syukri memiliki ketepatan yang sangat baik dalam menggambarkan realitas kesejahteraan mahasiswa di lapangan.

Secara statistik, kekuatan karakter ternyata tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap school well-being. Hal ini berbanding terbalik dengan dukungan sosial yang justru memberikan dampak positif dan signifikan terhadap kebahagiaan serta kenyamanan mahasiswa selama menempuh pendidikan.

 

Di sinilah peran penting religiusitas muncul sebagai "pahlawan" dalam model tersebut. Analisis mediasi mengungkapkan bahwa religiusitas berfungsi sebagai full mediator bagi kekuatan karakter. Artinya, karakter yang kuat barulah akan membuahkan kesejahteraan jika didasari oleh nilai-nilai spiritualitas atau tingkat religiusitas yang mumpuni pada diri mahasiswa.

Sementara itu, pada variabel dukungan sosial, religiusitas berperan sebagai partial mediator. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun dukungan dari lingkungan sekitar sudah sangat membantu, sentuhan nilai-nilai agama tetap memberikan dorongan tambahan yang memperkuat rasa sejahtera mahasiswa di lingkungan kampus maupun asrama.

Memasuki tahap kualitatif, Syukri menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk membedah pengalaman mahasiswa berasrama. Terungkap tiga tema besar yang mendominasi kehidupan mereka: proses adaptasi yang dinamis, tantangan hidup mandiri di asrama, serta strategi koping yang melibatkan dukungan sosial dan kekuatan karakter yang terintegrasi dengan agama.

Hasil penelitian ini mengoreksi asumsi psikologi positif konvensional yang digagas oleh Peterson & Seligman (2004). Jika teori Barat menempatkan kekuatan karakter sebagai prediktor langsung kesejahteraan, temuan Syukri menunjukkan bahwa dalam konteks masyarakat Indonesia yang religius, karakter harus bertransformasi melalui nilai agama terlebih dahulu untuk mencapai kebahagiaan hakiki.

Sinergi antara teori psikologi Barat dengan perspektif Islam ini dianggap sebagai pendekatan baru yang segar. Integrasi analisis statistik SEM dan kedalaman fenomena lewat IPA berhasil mengonstruksi sebuah model school well-being yang lebih manusiawi, komprehensif, dan sesuai dengan akar budaya masyarakat Indonesia.

Sebagai penutup, Syukri merekomendasikan pembangunan ekosistem asrama yang multi-komponen. Ia menekankan bahwa fasilitas fisik yang memadai harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter, dukungan sosial, dan atmosfer religiusitas demi menciptakan lingkungan belajar yang ideal bagi generasi masa depan.

Muhammad Syukri Pulungan berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag, M.Si, Prof. Dr. Rena Latifa, M.Psi, Psikolog dan Prof. Arif Zamhari, M.Ag, Ph.D, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag, M.Si, Prof. Dr. Rena Latifa, M.Psi, Psikolog, Prof. Arif Zamhari, M.Ag, Ph.D, Prof. Dr. Achmad Syahid, M.Ag, Prof. Bambang Suryadi, Ph.D dan Prof. Dr. Ulfah Fajarini, M.Si.

Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Muhammad Syukri Pulungan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Muhammad Syukri Pulungan merupakan Doktor ke-1648 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)