Ujian Promosi Doktor Nailil Huda, Integrasi Kurikulum dan Lingkungan Budaya: Kunci Utama Kuasai Bahasa Arab
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1710 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Kamis, 30 Juli 2026 dengan promovendus Nailil Huda.
Nailil merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Pendidikan Bahasa Arab. Disertasinya berjudul “المنهج الصفى واللاصفى فى تنمية المهارات اللغوية الأربع على أساس البيئة الثقافية للناطقين بغير العربية فى معهد العلوم الإسلامية والعربية فى إندونيسيا”.
Penelitian ini berangkat dari realitas pembelajaran bahasa Arab di Indonesia saat ini. Selama ini, banyak lembaga pendidikan yang masih terjebak pada pengajaran berbasis kelas dengan fokus dominan pada penguasaan kognitif dan tata bahasa (gramatikal). Dampaknya, ruang dan kesempatan bagi para pelajar untuk mempraktikkan bahasa Arab dalam konteks nyata sehari-hari menjadi sangat terbatas.
Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menganalisis integrasi kurikulum kelas dan non-kelas di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta, serta mengungkap peran lingkungan budaya Arab dalam meningkatkan empat kemahiran berbahasa bagi penutur non-Arab.
Dalam menggali data yang komprehensif dan sistematis, Nailil menerapkan pendekatan kualitatif dengan studi kasus langsung di LIPIA Jakarta. Pengumpulan data dilakukan secara mendalam melalui tiga teknik utama, yaitu analisis dokumen resmi, wawancara terstruktur, serta pengamatan langsung di lapangan.
Demi menjaga keabsahan dan akurasi data, peneliti menerapkan teknik triangulasi dengan mendialogkan hasil analisis dokumen, temuan wawancara, dan keterlibatan aktifnya dalam pengamatan. Secara konseptual, penelitian ini dibingkai dengan teori pembelajaran bahasa bagi penutur asing serta teori imersi bahasa (language immersion theory).
Hasil penelitian menunjukkan adanya integrasi yang sangat kuat antara kurikulum kelas dan luar kelas di LIPIA. Pendekatan imersi bahasa secara total (total language immersion) yang didukung oleh lingkungan budaya Arab terbukti memberikan dampak positif yang signifikan. Para siswa tidak hanya terbiasa berkomunikasi secara lisan dan tulisan, tetapi juga mampu menggunakan gaya bahasa Arab yang fasih layaknya penutur asli (native speaker).
Meskipun menyajikan gambaran sukses mengenai pembelajaran holistik, penelitian ini masih bersifat kajian general dalam memotret peningkatan empat kemahiran berbahasa. Oleh karena itu, Nailil mendorong para peneliti selanjutnya untuk mengkaji aspek kemahiran berbahasa secara lebih spesifik dan mengorelasikan hubungan antara lingkungan bahasa dengan variabel budaya secara lebih mendalam.
Secara akademis, temuan ini memperkuat pandangan Muhbib Abdul Wahhab (2015) yang menyatakan bahwa pembelajaran bahasa bersifat holistik dan integratif. Hasil studi ini juga selaras dengan riset Pradi Khusyufi (2022) dan M. Fadlan (2024) yang menegaskan bahwa manajemen program ekstrakurikuler secara terpadu bukan parsial dapat meningkatkan prestasi berbahasa Arab para siswa secara signifikan.
Secara teoretis, penelitian ini memberikan penegasan penting bahwa pembelajaran bahasa Arab bagi penutur asing merupakan proses yang disengaja (intentional process) demi mengoptimalkan hasil belajar. Hal ini sekaligus menyanggah pemikiran Noam Chomsky yang menganggap kemampuan bahasa sekadar bakat alamiah tanpa memerlukan rekayasa lingkungan maupun pembentukan budaya secara khusus.
Disertasi ini diharapkan dapat menjadi model rujukan bagi lembaga-lembaga pendidikan bahasa Arab di Indonesia. Penggabungan kurikulum dalam dan luar kelas yang berbasis lingkungan budaya terbukti menjadi formula efektif dalam mencetak lulusan yang fasih dan responsif terhadap bahasa Arab.
Nailil berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Achmad Satori Ismail, MA, Prof. Muhammad Zuhdi, M.Ed, Ph.D, Dr. Muhbib, M.Ag, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Achmad Satori Ismail, MA, Prof. Muhammad Zuhdi, M.Ed, Ph.D, Dr. Muhbib, M.Ag, Prof. Dr. H.D. Hidayat, MA, Prof. Dr. Muhammad Farkhan, M.Pd, Dr. Mohammad Syairozi Dimyathi Ilyas, MA.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovenda, tim penguji menetapkan bahwa Nailil lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Nailil Huda merupakan Doktor ke-1710 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
