Ujian Promosi Doktor Rizkiyatul Imtyas: Kritik atas Teori Common Link dalam Studi Hadis Barat
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1655 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Selasa, 13 Januari 2026 dengan promovenda Rizkiyatul Imtyas.
Rizki merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Hadis dan Tradisi Kenabian. Disertasinya berjudul “Kritik atas Teori Common Link dalam Studi Hadis Barat: Analisis Metodologis Harald Motzki dan Michael Cook”.
Penelitian ini berangkat dari kegelisahan akademik terhadap teori common link milik Joseph Schacht yang sangat berpengaruh namun kontroversial. Schacht cenderung skeptis dan menganggap hadis sebagai produk hukum abad ke-2 Hijriah. Rizki menilai teori Schacht terlalu simplistis karena hanya terpaku pada struktur sanad tanpa melihat kedalaman redaksi atau matan.
Fokus utama disertasi ini adalah mengkaji bagaimana dua sarjana Barat kontemporer, Harald Motzki dan Michael Cook, melakukan dekonstruksi terhadap pemikiran Schacht. Rizki menelusuri bagaimana keduanya menawarkan metode baru untuk melacak validitas transmisi hadis dengan cara yang lebih objektif dan saintifik.
Dalam metodologinya, Rizki menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi tokoh dan analisis komparatif. Tak hanya berteori, ia juga melakukan uji aplikatif dengan menerapkan metode Motzki dan Cook pada hadis-hadis yang belum pernah mereka teliti sebelumnya untuk menguji konsistensi dan validitas prosedur analisis keduanya.
Salah satu temuan menarik dalam penelitian ini adalah efektivitas metode Isnād-cum-Matn Analysis yang dikembangkan oleh Harald Motzki. Metode ini terbukti mampu menelusuri kesinambungan historis hadis lebih akurat serta mengidentifikasi real dan partial common link yang luput dari pengamatan Schacht.
Di sisi lain, Rizki juga menguliti kontribusi Michael Cook melalui karyanya The Spread of Isnād. Meski Cook sangat kuat dalam memetakan pola penyebaran sanad secara sosial-historis, penelitian ini menemukan bahwa metode tersebut masih memiliki keterbatasan dalam menilai validitas matan tanpa dukungan analisis filologis yang kuat.
Hasil uji empiris menunjukkan adanya perbedaan tajam antara kedua tokoh tersebut. Jika metode Motzki mampu mengoreksi skeptisisme ekstrem dan mendekati titik kebenaran sejarah transmisi, metode Cook dinilai lebih kuat pada pembacaan distribusi sanad namun kurang efektif dalam menentukan otentisitas riwayat tertentu secara spesifik.
Rizki menegaskan bahwa studi hadis di Barat kini tengah bergeser. Era skeptisisme total ala Schachtian mulai ditinggalkan, berganti dengan pendekatan yang lebih integratif. Pendekatan baru ini menggabungkan kritik sanad-matan dengan analisis konteks sosial-historis masyarakat awal Islam.
Temuan ini memperkuat penelitian-penelitian sebelumnya, namun dengan kontribusi yang lebih maju. Rizkiyatul berhasil memetakan posisi Motzki dan Cook dalam "ruang abu-abu" di antara kubu tradisionalis dan orientalis radikal, memberikan penilaian yang lebih proporsional dan konkret melalui data empiris baru.
Keberhasilan Rizkiyatul diharapkan dapat memberikan warna baru bagi pengembangan studi hadis di Indonesia, khususnya dalam merespons pemikiran-pemikiran kritis dari sarjana Barat dengan cara yang elegan dan metodologis.
Rizki diharapkan terus berkontribusi dalam menjembatani tradisi studi hadis klasik dengan metodologi modern. Disertasinya menjadi bukti bahwa intelektual Muslim mampu melakukan otokritik sekaligus memberikan koreksi berbasis data terhadap diskursus hadis di kancah global.
Rizkiyatul Imtyas berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. M. Suparta, MA; Prof. Kusmana, MA, Ph.D; Dr. Ahmad Fudhaili, M.Ag, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA; Prof. Dr. M. Suparta, MA; Prof. Kusmana, MA, Ph.D; Dr. Ahmad Fudhaili, M.Ag; Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA; Prof. Dr. Media Zainul Bahri, MA; Prof. Dr. H. Moh. Isom, M.Ag.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovenda, tim penguji menetapkan bahwa Rizkiyatul Imtyas lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Rizkiyatul Imtyas merupakan Doktor ke-1655 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)
