Ujian Promosi Doktor Rohman, Dinamika Islam Politik di Banten 1998-2020: Dari Islamisme ke Post-Islamisme
Ujian Promosi Doktor Rohman, Dinamika Islam Politik di Banten 1998-2020: Dari Islamisme ke Post-Islamisme

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1690 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Rabu, 15 Juli 2026 dengan promovendus Rohman.

Rohman merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Agama dan Politik. Disertasinya berjudul “Dinamika Islam Politik di Banten 1998-2020: Dari Islamisme ke Post-Islamisme”.

Penelitian ini hadir untuk mengurai benang kusut perubahan gerakan Islam politik di Banten selama lebih dari dua dekade pasca-Reformasi, khususnya melihat bagaimana gerakan Islamisme tumbuh, melemah, hingga akhirnya bertransformasi.

Studi mendalam ini dibedah menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan sejarah politik (historical-political inquiry) yang dipertajam dengan perspektif antropologi politik. Untuk memetakan realitas di lapangan, Rohman mengumpulkan data komprehensif lewat wawancara mendalam, observasi, studi dokumen, hingga penelitian arsip yang melacak rekam jejak para aktor utama di Banten.

Fokus analisis disertasi ini tertuju pada jejaring organisasi dan aktor Islam politik yang sempat mendominasi ruang publik Banten. Di antaranya adalah Front Hizbullah, Panitia Persiapan Penerapan Syariat Islam Banten (P3SIB), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Banten, Pamswakarsa, Gerakan Tarbiyah/PKS, serta Front Pembela Islam (FPI) Banten.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada awal era Reformasi, gerakan Islamisme di Banten sempat menguat secara signifikan. Fenomena ini didorong oleh kuatnya agenda formalisasi syariat Islam, mobilisasi massa di jalanan, aksi vigilantisme moral, serta adanya sokongan dari elite informal, birokrasi, dan penguatan identitas keislaman lokal yang membubung pasca pembentukan Provinsi Banten.

Namun, kejayaan gerakan Islamisme radikal dan formalistik tersebut perlahan meredup. Pelemahan ini dipicu oleh fragmentasi internal di tubuh gerakan, konsolidasi ormas-ormas Islam arus utama (mainstream), peningkatan kapasitas negara dalam mengelola ruang politik, serta yang paling dominan adalah kuatnya cengkeraman sistem patronase lokal.

Menariknya, patronase lokal di Banten tidak sekadar membatasi ruang gerak kelompok Islamis. Struktur sosiologis ini justru bertindak sebagai mediator yang mengarahkan, menyesuaikan, dan mengubah wajah artikulasi politik keagamaan mereka agar dapat bertahan di dalam dinamika ruang sosial-politik setempat.

Rohman berargumen bahwa pergeseran menuju era Post-Islamisme di Banten tidak berjalan secara kaku dan satu arah. Fenomena ini mewujud lewat enam jalur transformasi yang unik: demobilisasi organisasi, reinterpretasi normatif syariat, reposisi adaptif ke dunia pendidikan Islam, fragmentasi sosio-institusional, moderasi elektoral-institusional, hingga metamorfosis vigilantisme jalanan menjadi politik elektoral yang pragmatis.

Melalui temuan ini, disertasi Rohman berhasil memperluas sekaligus mengkritisi teori Post-Islamisme klasik milik Asef Bayat (2013) dan Olivier Roy (2004) yang cenderung melihat proses ini secara linear dan seragam. Sebagai kontribusi teoritis baru, Rohman menawarkan konsep "multi-trajectory Post-Islamism" untuk menjelaskan betapa cairnya keragaman transformasi Islam politik di tingkat lokal dan subnasional.

Rohman berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. JM Muslimin, MA, Prof. Dr. Rusli, S.Ag, M.Soc.Sc dan Prof. Dr. Khamami, MA, dan Prof. Jajang Jahroni, MA, Ph.D, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. JM Muslimin, MA, Prof. Dr. Rusli, S.Ag, M.Soc.Sc, Prof. Dr. Khamami, MA, Prof. Dr. Didin Saepudin, MA, Prof. Jajang Jahroni, MA, Ph.D, Prof. Yanwar Pribadi, SS, MA, Ph.D.

Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Rohman lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Rohman merupakan Doktor ke-1690 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)