Ujian Promosi Doktor Sayid Ridho, Studi Konsep Kriopreservasi sebagai Isyarat Ilmiah Al-Qur’an tentang Usia Ashabulkahfi
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1696 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Kamis, 23 Juli 2026 dengan promovendus Sayid Ridho.
Sayid merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Agama dan Kedokteran. Disertasinya berjudul “Studi Konsep Kriopreservasi sebagai Isyarat Ilmiah Al-Qur’an tentang Usia Ashabulkahfi: Perspektif Ilmu Kedokteran Regeneratif dan Penyakit Dalam”.
Kisah para pemuda Ashabulkahfi yang tertidur lelap di dalam gua selama ratusan tahun selalu berhasil memantik rasa penasaran. Bagaimana mungkin tubuh manusia bertahan melintasi ratusan tahun tanpa menua atau rusak sedikit pun? Pertanyaan besar inilah yang akhirnya terjawab dalam sidang ujian promosi doktor ke-1696 di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Melalui riset ini, Sayid menawarkan sudut pandang segar yang menjembatani kisah mukjizat dalam kitab suci dengan kemajuan ilmu kedokteran modern.
Selama ini, berbagai teori mencoba menjelaskan fenomena tidur panjang Ashabulkahfi. Mulai dari pendekatan akupunktur, hibernasi, relativitas waktu, hingga sekadar tidur fisiologis biasa. Namun, Sayid menilai berbagai teori klasik tersebut sudah tidak lagi memadai dan kehabisan daya pikat ilmiah.
Teori-teori terdahulu terbukti memiliki keterbatasan besar. Selain minim bukti empiris dan makin tertinggal oleh kemajuan sains kontemporer, teori lama gagal menjelaskan poin paling krusial: bagaimana fisik para pemuda tersebut tetap bugar dan segar layaknya baru tertidur semalam, padahal kurun waktu telah berjalan selama 309 tahun.
Guna memecahkan teka-teki ini, Sayid menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur interdisipliner. Sayid memadukan ilmu kedokteran regeneratif dan penyakit dalam dengan strategi tafsir tematik bercorak tafsir ilmi. Setiap teori yang pernah ada diuji secara ketat dan disandingkan langsung dengan parameter lafaz kunci dalam Surah Al-Kahf ayat 9-26.
Hasilnya sangat mengejutkan sekaligus memikat. Dari seluruh opsi yang diuji, hanya teori kriopreservasi yang mampu menjawab seluruh kriteria. Kriopreservasi teknik pembekuan sel atau jaringan pada suhu sangat rendah terbukti mampu menghentikan proses metabolisme tubuh dalam jangka waktu yang sangat lama tanpa merusak sel hidup di dalamnya.
Analisis mendalam menunjukkan bahwa konsep kriopreservasi selaras sempurna dengan empat indikator utama dalam Surah Al-Kahf. Indikator tersebut mencakup momen ditidurkan (ayat 11), dibangunkan kembali (ayat 12), kondisi fisik yang tidak menua (ayat 19 dan 25), hingga pengaturan lingkungan gua yang sangat spesifik seperti paparan cahaya, kondisi mikro gua, hingga gerakan reposisi tubuh (ayat 17–18).
Relevansi temuan ini tak berhenti di atas kertas akademis belaka, melainkan berdampak langsung pada dunia biomedis masa kini. Konsep ini dinilai sangat sejalan dengan riset medis modern, khususnya dalam pengembangan sel punca (stem cell), teknik transplantasi organ, hingga pengelolaan bank jaringan biologis (biobank).
Pada akhirnya, temuan ini menjadi bukti indah bahwa sains kontemporer dan ayat-ayat suci Al-Qur'an tidak pernah berseberangan, melainkan saling menerangi. Disertasi Sayid Ridho sukses membuktikan bahwa kisah Ashabulkahfi bukan sekadar cerita keajaiban masa lalu, melainkan pijakan integrasi keilmuan Islam yang inovatif, terbuka, dan siap menyongsong masa depan.
Sayid berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Dr. Arif Sumantri, M.Kes, drg. Laifa Annisa Hendarmin, Ph.D, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Dr. Arif Sumantri, M.Kes, drg. Laifa Annisa Hendarmin, Ph.D, Prof. dr. Hari Hendarto, MARS, Ph.D, Sp.PD-KEMD, Prof. dr. Flori Ratna Sari, Ph.D, Prof. Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Sayid Ridho lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Sayid Ridho merupakan Doktor ke-1696 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
