Ujian Promosi Doktor Tasman, Etika Ekonomi Kelas Menengah Muslim Urban
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1693 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Senin, 20 Juli 2026 dengan promovendus Tasman.
Tasman merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Sejarah dan Peradaban Islam. Disertasinya berjudul “Etika Ekonomi Kelas Menengah Muslim Urban: Studi Selebriti Hijrah Pengusaha Komunitas Musawarah di Jakarta.”
Penelitian mutakhir ini bertujuan mendalami dan menganalisis secara tajam etika ekonomi yang dibangun serta dipraktikkan oleh para pengusaha selebriti hijrah. Kehadiran mereka terbukti sukses membentuk ceruk pasar Islam kontemporer, terutama di kalangan kelas menengah Muslim urban yang tumbuh subur di kota-kota besar Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren selebriti yang beralih haluan menjadi pengusaha setelah berhijrah telah melahirkan ekosistem bisnis berbasis syariah yang sangat variatif. Produk yang mereka tawarkan mulai dari fesyen muslim, kuliner, agen perjalanan haji dan umrah, produk kecantikan, herbal, investasi, hingga pariwisata halal yang berkembang pesat seiring melonjaknya kesadaran konsumsi halal nasional.
Selama ini, kajian akademik mengenai fenomena ini didominasi oleh dua sudut pandang mainstream. Perspektif pertama dari Daromir Rudnyckyj melihatnya sebagai upaya membangun ekonomi spiritual yang menghubungkan kesalehan dengan kerja, sedangkan perspektif kedua dari Greg Fealy dan Noorhaidi Hasan justru mengritiknya sebagai wujud komodifikasi agama dalam kapitalisme global.
Namun, Tasman mengajukan argumen baru bahwa kedua perspektif tersebut belum sepenuhnya mampu memotret realitas di lapangan. Menurutnya, para pengusaha selebriti ini secara mahir mengintegrasikan komitmen religius, rasionalitas bisnis, dan logika pasar bebas sekaligus ke dalam praktik kewirausahaan mereka sehari-hari.
Untuk membuktikannya, penelitian kualitatif ini memadukan teori ekonomi syariah dengan teori pasar bebas milik ekonom legendaris Milton Friedman. Menggunakan pendekatan sosiologi, antropologi, dan ekonomi, data lapangan digali melalui studi pustaka, observasi partisipatif, serta wawancara mendalam dengan para tokoh Komunitas Musawarah di Bintaro, Jakarta Selatan.
Hasil penelitian menemukan bahwa praktik bisnis para selebriti hijrah ini tidak bisa dipandang hitam-putih, baik hanya sebagai ekspresi kesalehan murni maupun sekadar komodifikasi agama demi keuntungan sepihak. Mereka justru berhasil merumuskan etika ekonomi baru yang menjembatani nilai-nilai Islam dengan mekanisme pasar yang kompetitif.
Harmonisasi ini dilakukan lewat promosi gaya hidup halal (halal lifestyle), penguatan jaringan bisnis sesama Muslim, serta dakwah ekonomi yang dikemas populer melalui festival besar seperti Hijrahfest. Dalam kerangka ini, bisnis tidak hanya bernilai ibadah secara spiritual, tetapi juga menjadi strategi jitu membangun legitimasi moral, modal sosial, dan daya saing ekonomi.
Sebagai kontribusi teoretis utama, disertasi ini memperluas konsep religifikasi Ronald Lukens-Bull dan melahirkan konsep baru bernama "Hijrafikasi". Konsep ini mendefinisikan transformasi nilai dan rasionalitas bisnis modern ke dalam etika Islam, menciptakan identitas serta etos ekonomi baru yang adaptif bagi kelas menengah Muslim urban di Indonesia.
Tasman berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Jajang Jahroni, MA, Ph.D, Prof. Dr. Media Zainul Bahri, MA, Prof. Syamsul Rijal, MA, Ph.D, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Jajang Jahroni, MA, Ph.D, Prof. Dr. Media Zainul Bahri, MA, Prof. Syamsul Rijal, MA, Ph.D, Prof. Dr. Yusron Razak, MA, Prof. Dr. Kamarusdiana, MH, Prof. Dr. Iik Arifin Mansurnoor, MA.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Tasman lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Tasman merupakan Doktor ke-1693 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
