Ujian Promosi Doktor Teguh Luhuringbudi, Pengelolaan Penyakit Menular dalam Cerita dan Novel Sastra Arab
Ujian Promosi Doktor Teguh Luhuringbudi, Pengelolaan Penyakit Menular dalam Cerita dan Novel Sastra Arab

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1674 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Kamis, 16 April 2026 dengan promovendus Teguh Luhuringbudi.

Teguh merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Bahasa dan Sastra Arab. Disertasinya berjudul “وصف إدارة الأمراض المعدية في القصص والروايات الأدبية العربية” (Penggambaran Pengelolaan Penyakit Menular dalam Cerita dan Novel Sastra Arab).

Teguh berhasil membedah bagaimana sastra Arab kontemporer tidak lagi melihat krisis kesehatan sekadar sebagai peristiwa medis klinis. Baginya, wabah adalah fenomena sosial, historis, dan etis yang mendalam.

Teguh memaparkan bahwa pergeseran makna ini berakar kuat pada memori kolektif sejarah Islam. Dimulai dari peristiwa Tha‘un ‘Amwās di masa Khalifah ‘Umar ibn al-Khaṭṭāb hingga kejatuhan Dinasti Umayyah yang diwarnai pandemi, sastra Arab menghidupkan kembali "nostalgia pahit" atas runtuhnya tatanan politik dan sosial akibat wabah.

Penelitian ini mengeksplorasi secara mendalam representasi pengelolaan penyakit menular dalam karya sastra Arab abad ke-20 dan ke-21. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana pengalaman sakit, pola perawatan, serta tarik-menarik antara ketakutan dan harapan dimanifestasikan melalui narasi novelistik yang memikat.

Menariknya, Teguh menyoroti bagaimana teks sastra berinteraksi secara harmonis dengan khazanah keislaman. Mulai dari hadis-hadis Nabi tentang wabah, pemikiran medis klasik Ibn Sīnā dan al-Rāzī, hingga syair-syair keagamaan, semuanya berkolaborasi membentuk kesadaran etis pembaca dalam menghadapi epidemi.

Enam novel utama menjadi objek kajian dalam penelitian ini, di antaranya al-Maṣābīḥ al-Zurq karya Ḥannā Mīnah, al-Wabā’ karya Hānī al-Rāhib, hingga karya kontemporer seperti Kūfīd-7 karya Sharaf al-Dīn al-‘Abābanah dan Ḥurriyyah fī Zamān al-Kūrūnā milik Sundus al-Shāwī.

Secara metodologis, penelitian ini memadukan pendekatan sosiologi sastra dengan analisis naratif yang tajam. Uniknya, Teguh menerapkan konsep manajemen krisis modern Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC) untuk membedah mekanisme pengelolaan penyakit yang tersirat dalam wacana sastra tersebut.

Hasil temuan menunjukkan bahwa novel-novel Arab tersebut membawa pesan kuat mengenai pentingnya kolaborasi dan solidaritas sosial. Sastra menegaskan bahwa benteng pertahanan utama melawan wabah bukanlah sekadar kebijakan otoritarian, melainkan kekuatan etis dan kebersamaan masyarakat di akar rumput.

Lebih lanjut, narasi sastra yang diteliti mengungkap adanya ketidakseimbangan tanggung jawab profesional dan gender dalam situasi darurat kesehatan. Sastra Arab merekonstruksi pengelolaan penyakit sebagai sebuah praktik sosial di mana ketenangan batin seperti yang diajarkan dalam perspektif Islam menjadi bagian integral dari proses penyembuhan.

Teguh menyimpulkan bahwa pengalaman penderitaan yang dituangkan dalam novel Arab memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan moral pembaca. Narasi tersebut bukan sekadar rekaman rasa sakit, melainkan jembatan yang menghubungkan ajaran agama, memori sejarah, dan tuntutan hidup modern secara komprehensif.

Penelitian ini sekaligus memperkuat argumen tokoh-tokoh seperti Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī dan Michael W. Dols bahwa sastra dan wabah tumbuh dari rahim sosial yang sama. Di sisi lain, Teguh dengan tegas menolak pandangan sempit yang menganggap wabah hanya sebagai penghambat peradaban tanpa nilai reflektif.

Meski memberikan kontribusi yang sangat signifikan, Teguh mengakui adanya keterbatasan terkait luasnya korpus teks yang dikaji. Oleh karena itu, ia merekomendasikan adanya studi komparatif lanjutan antara sastra Arab dengan sastra dunia lainnya dalam konteks global untuk memperkaya perspektif sosiologi sastra.

Ke depan, integrasi psikologi sosial dan analisis gaya bahasa pada syair-syair ulama diharapkan dapat menjadi ruang baru bagi peneliti selanjutnya. Dengan tuntasnya ujian ini, Teguh Luhuringbudi tidak hanya membawa pulang gelar doktor, tetapi juga menawarkan perspektif baru dalam melihat wabah melalui kacamata kemanusiaan yang lebih jernih.

Teguh berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA, Prof. Dr. Achmad Satori Ismail, MA, dan Dr. Tb. Ade Asnawi, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. JM. Muslimin, MA, Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA, Prof. Dr. Achmad Satori Ismail, MA, Dr. Tb. Ade Asnawi, MA, Prof. Dr. Sukron Kamil, M.Ag, Prof. Usep Abdul Matin, S.Ag, MA, MA, Ph.D, Prof. Dr. R. Yani'ah Wardani, M.Ag.

Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Teguh lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Teguh Luhuringbudi merupakan Doktor ke-1674 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)