Ujian Promosi Doktor Ubaidillah, Integrasi Kepemimpinan Profetik dan Aswaja: Kunci Utama Atasi Krisis Ekologi di Lembaga Pendidikan Islam
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1687 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Senin, 13 Juli 2026 dengan promovendus Ubaidillah.
Ubaidillah merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Agama dan Lingkungan. Disertasinya berjudul “Model Kinerja Lembaga Pendidikan Islam: Pengaruh Transformational Prophetic Leadership, Pelatihan Kesalehan Lingkungan, dan Budaya Organisasi sebagai Mediasi.
Dalam pemaparannya, Ubaidillah menyoroti potret buram dunia pendidikan yang masih minim kepedulian lingkungan. Persoalan klasik seperti buruknya tata kelola sanitasi, tingginya angka limbah makanan (food waste), serta rendahnya budaya hidup bersih menjadi bukti nyata bahwa lembaga pendidikan saat ini belum sepenuhnya mampu membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.
Lembaga pendidikan Islam kini dituntut untuk tidak sekadar mencetak prestasi akademik, tetapi juga menghadirkan solusi konkret terhadap krisis ekologi.
Solusi alternatif yang ditawarkan dalam kajian ini berorientasi pada peningkatan kinerja berkelanjutan. Melalui formula pelatihan kesalehan lingkungan dan penguatan budaya organisasi berbasis nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Aswaja), penelitian ini berusaha membentuk kesadaran spiritual-ekologis yang selaras dengan prinsip luhur Raḥmatan lil-‘Ālamīn.
Secara akademis, riset ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh Transformational Prophetic Leadership (Kepemimpinan Profetik Transformasional) dan Pelatihan Kesalehan Lingkungan terhadap Kinerja Lembaga Pendidikan Islam (LPI). Fokus utamanya adalah melihat sejauh mana peran penting budaya organisasi bertindak sebagai variabel mediasi atau perantara.
Guna membedah fenomena ini secara komprehensif, Ubaidillah menggunakan pendekatan Mixed Method dengan desain sequential explanatory. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan terhadap 227 guru sebagai responden di Lembaga Pendidikan Islam Yayasan Masjid PB. Soedirman, Cijantung, Jakarta Timur, dengan menggunakan instrumen penelitian yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya.
Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4.1.0.9. Hasil analisis statistik mencatatkan angka yang sangat signifikan, di mana variabel budaya organisasi sebagai mediator memiliki nilai R-square adjusted sebesar 0,754, sementara variabel kinerja LPI memperoleh nilai sebesar 0,585.
Angka temuan tersebut membuktikan secara empiris bahwa Transformational Prophetic Leadership dan pelatihan kesalehan lingkungan berkontribusi sangat kuat dalam membentuk budaya organisasi yang sehat. Pada gilirannya, ekosistem organisasi yang positif inilah yang menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak kinerja lembaga pendidikan Islam secara menyeluruh.
Menariknya, temuan kuantitatif tersebut diperkuat oleh data kualitatif yang mendalam. Proses internalisasi nilai-nilai kepemimpinan profetik, kesalehan lingkungan, dan nafas budaya Aswaja terbukti sukses melahirkan budaya kerja Islami, kepatuhan spiritual yang tinggi, serta perubahan perilaku ekologis yang nyata pada seluruh warga lembaga.
Secara teoritis, hasil penelitian doktor ini memberikan dukungan kuat terhadap teori kepemimpinan dari Bass dan Avolio (1994) serta teori budaya organisasi dari Schein (2010). Kedua teori tersebut bersepakat mengenai betapa krusialnya peran seorang pemimpin dalam mengarsiteki dan membangun budaya di dalam sebuah organisasi.
Namun, di sisi lain, temuan riset ini tidak sepenuhnya sejalan dengan pandangan Robbins dan Judge (2017) yang selama ini kerap menekankan pengaruh langsung kepemimpinan terhadap kinerja. Melalui sidang ini, Ubaidillah berhasil menegaskan kebaruan risetnya bahwa peningkatan kinerja lembaga pendidikan Islam justru jauh lebih efektif dan berdampak luas apabila dimediasi oleh penguatan budaya organisasi terlebih dahulu.
Ubaidillah berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Arif Sumantri, M.Kes dan Prof. Dr. Rena Latifa, M.Psi, Psikolog, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Arif Sumantri, M.Kes, Prof. Dr. Rena Latifa, M.Psi, Psikolog, Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag, SH, MH, MA, Prof. Dr. Fauzan, MA.
Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovendus, tim penguji menetapkan bahwa Ubaidillah lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Ubaidillah merupakan Doktor ke-1687 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
