Ujian Promosi Doktor Yumni Al Hilal, Dinamika Pemikiran Qaḍā' dan Qadar Ash’arīyah di Indonesia dalam Perspektif Sosial Budaya dan Politik
Ujian Promosi Doktor Yumni Al Hilal, Dinamika Pemikiran Qaḍā' dan Qadar Ash’arīyah di Indonesia dalam Perspektif Sosial Budaya dan Politik

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Promosi Doktor ke-1706 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Selasa, 28 Juli 2026 dengan promovendus Yumni Al Hilal.

Yumni merupakan mahasiswa program Doktor Pengkajian Islam dengan konsentrasi Pemikiran Islam. Disertasinya berjudul “Dinamika Pemikiran Qaḍā' dan Qadar Ash’arīyah di Indonesia dalam Perspektif Sosial Budaya dan Politik”.

Disertasi ini mengurai bagaimana konsep takdir yang kerap diidentikkan dengan kepasrahan (fatalisme) justru bertransformasi menjadi dorongan ikhtiar aktif. Penelitian ini berfokus pada dialektika pemahaman para tokoh Islam modern, mekanisme reinterpretasi Nahdhatul Ulama (NU), serta relevansi teologi Ash’ariyyah di era kontemporer.

Guna membedah gagasan tersebut, Yumni menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka historis, sosiologi budaya, dan politik. Data penelitian dihimpun melalui studi kepustakaan mendalam terhadap literatur teologis klasik hingga dokumen institusional NU, lalu dianalisis secara deskriptif-analitis dan kritis.

Berbagai pemikiran tokoh besar Islam Indonesia turut dibedah sebagai sumber data primer. Di antaranya adalah pemikiran KH. Hasyim Asy’ari dari kalangan tradisionalis, serta para pemikir modernis seperti Hamka, Nurcholish Madjid (Cak Nur), Ahmad Syafi’i Ma’arif, hingga M. Quraish Shihab.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pergulatan pemikiran antara kelompok tradisionalis dan modernis telah menggeser doktrin takdir menjadi etos ikhtiyār aktif. Kaum tradisionalis memanfaatkan konsep kasb (upaya manusia) sebagai basis perlawanan dan rekatnya kohesi sosial, sedangkan kelompok modernis memahaminya sebagai sunnatullah untuk pembangunan, pemajuan humanisme, dan alat kritik terhadap otoritarianisme.

Pada temuan kedua, penelitian ini menyoroti peran strategis Nahdhatul Ulama yang merepresentasikan tradisionalisme dinamis. Lewat metodologi penetapan hukum (manhaj istinbā) dan akulturasi kearifan lokal, NU berhasil mentransformasi doktrin takdir menjadi fondasi Civil Islam, penguat nilai-nilai demokrasi, serta penyangga ketahanan sosial masyarakat.

Lebih jauh lagi, Yumni menegaskan pentingnya rekonstruksi teologis kontemporer yang melampaui apologetika tekstual maupun eksklusivisme privat. Teologi Ash’ariyyah di masa kini dituntut untuk bergerak menjadi etika publik yang peka terhadap isu keadilan struktural, tantangan neo-kolonialisme, dan benteng spiritual masyarakat modern.

Sebagai kesimpulan, disertasi ini menegaskan bahwa pemahaman qaḍā’ dan qadar yang direinterpretasi secara konstruktif tidak akan memicu pasivitas. Sebaliknya, hal itu melahirkan spiritualitas aktif yang membakar semangat perlawanan terhadap ketidakadilan, sembari tetap bertawakal menyerahkan hasil akhir kepada Allah SWT.

Yumni berhasil mempertahankan disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA, Prof. Dr. Iik Arifin Mansurnoor, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA, Prof. Dr. Iik Arifin Mansurnoor, MA, Prof. Ismatu Ropi, MA, Ph.D, Prof. Kusmana, MA, Ph.D, Prof. Dr. Yusron Razak, MA.

Setelah memperhatikan penulisan disertasi, komentar tim penguji dan jawaban promovenda, tim penguji menetapkan bahwa Yumni Al Hilal lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.  Yumni Al Hilal merupakan Doktor ke-1706 dalam bidang Pengkajian Islam, program doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)