Ujian Tesis Ahmad Badrun Kosasih, BAZNAS Microfinance Desa Matraman Angkat Derajat Ekonomi Mustahik Perkotaan
Ujian Tesis Ahmad Badrun Kosasih, BAZNAS Microfinance Desa Matraman Angkat Derajat Ekonomi Mustahik Perkotaan

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2842 bertempat di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA  SPs UIN Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026 dengan kandidat Ahmad Badrun Kosasih.

Marwan merupakan mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS RI program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Filantropi Islam, tesis berjudul “Manajemen Pembiayaan Zakat Produktif Berbasis al-Qarḍ al-Ḥasan dengan Pendekatan Balanced Scorecard (BAZNAS Microfinance Desa Matraman)”. Badrun memaparkan hasil penelitiannya mengenai efektivitas skema pinjaman tanpa bunga dalam mengentaskan kemiskinan di wilayah perkotaan.

Fokus utamanya menyasar peran instrumen al-qarḍ al-ḥasan, penanganan pembiayaan bermasalah, hingga keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat kecil.

Riset ilmiah ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus yang menggabungkan penelitian lapangan, wawancara mendalam, dan studi literatur. Data primer dihimpun langsung dari pemangku kebijakan, pengelola BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Matraman, serta para mustahik penerima manfaat, yang kemudian diperkuat dengan analisis dokumen laporan tahunan lembaga.

Dari penelusuran lapangan tersebut, penelitian ini melahirkan tiga temuan utama yang menyoroti dinamika pembiayaan zakat. Pertama, implementasi al-qarḍ al-ḥasan di BMD Matraman terbukti berjalan melalui siklus manajemen yang matang. Lembaga ini menghadirkan inovasi dana bergulir (revolving fund) berbasis non-tunai, serta menerapkan klasifikasi mitra komunitas yang menjadikan modal sosial sebagai pengganti agunan fisik.

Meski demikian, temuan kedua menggarisbawahi tantangan pada aspek pembiayaan bermasalah yang tingkat risiko atau non-performing financing-nya masih berada di angka 19%. BMD Matraman sejauh ini mengandalkan pendampingan kelompok, mediasi tokoh lokal, dan restrukturisasi untuk menekan kemacetan. Tingginya angka tersebut menjadi penanda bahwa mekanisme pencegahan yang ada masih perlu diperkuat lewat modernisasi teknologi informasi dan peningkatan kapasitas SDM pengelola.

Pada temuan ketiga, efektivitas program diukur secara komprehensif menggunakan kerangka Balanced Scorecard lima perspektif, termasuk integrasi perspektif maqāṣid al-syarī‘ah. Hasil pengukuran menunjukkan kinerja yang sangat baik dari sisi keuangan, kualitas layanan mustahik, hingga pencapaian nilai-nilai syariah.

Dampak sosial keberadaan program ini terlihat nyata dari capaian angka di lapangan. Sebanyak 754 mustahik telah menerima manfaat, di mana 80 persen di antaranya berhasil meningkatkan skala modal serta pendapatan usaha. Bahkan, sebanyak 51 mitra UMKM tercatat sukses naik kelas hingga berstatus bankable atau layak menerima akses perbankan komersial.

Secara keseluruhan, efektivitas program pemberdayaan ini masuk dalam kategori cukup baik dengan skor keberlanjutan kelembagaan mencapai 66 dari skala 100. Angka ini membuktikan bahwa program zakat produktif tidak hanya menjadi bantuan karitatif sesaat, melainkan mesin penggerak kemandirian ekonomi yang terukur secara sistematis.

Penelitian Badrun ini sekaligus memberi warna baru dengan mengkritik studi terdahulu yang umumnya berfokus pada zakat konsumtif atau sektor pedesaan. Di saat yang sama, riset ini memperkuat teori kesejahteraan berbasis maqāṣid al-syarī‘ah sekaligus membuktikan bahwa skema dana bergulir tanpa agunan sanggup bertahan dan sukses diterapkan di tengah kompleksitas masyarakat perkotaan Jakarta.

Badrun berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Prof. Asep Saepudin Jahar, MA, Ph.D dan Hamdani, M.Ag, Ph.D, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Asep Saepudin Jahar, MA, Ph.D, Hamdani, M.Ag, Ph.D, Prof. Dr. Rusli, S.Ag, M.Soc.Sc, Dr. Fuad Jabali, MA.

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Marwan lulus dengan predikat Cum Laude. Marwan Hadid merupakan Magister ke-2842 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)