Ujian Tesis Ahmad Kamil Muntaha, Tasawuf dan Krisis Ekologi Modern: Telaah Etika Kosmik Seyyed Hossein Nasr
Ujian Tesis Ahmad Kamil Muntaha, Tasawuf dan Krisis Ekologi Modern: Telaah Etika Kosmik Seyyed Hossein Nasr

Ruang Teater SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2801 bertempat di Ruang Teater SPs UIN Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026 dengan kandidat Ahmad Kamil Muntaha.

Kamil merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Pemikiran Islam. Tesisnya berjudul “Tasawuf dan Krisis Ekologi Modern: Telaah Etika Kosmik Seyyed Hossein Nasr”. Tesis ini hadir sebagai respon intelektual terhadap kerusakan alam yang kian mengkhawatirkan di era kontemporer.

Penelitian ini bertujuan membedah konstruksi pemikiran ekologi berbasis tasawuf dari tokoh pemikir besar, Seyyed Hossein Nasr. Ahmad berusaha menelusuri bagaimana krisis spiritualitas manusia modern secara langsung berimplikasi pada kehancuran ekosistem global.

Menggunakan metode penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif, Ahmad membedah data-data secara deskriptif-analitis. Ia menggunakan pendekatan tasawuf untuk melihat sejauh mana pemikiran Nasr masih relevan dalam membangun etika lingkungan di tengah gaya hidup modern.

Sumber data utama dalam riset ini diambil langsung dari literatur primer karya Seyyed Hossein Nasr, yang kemudian diperkaya dengan berbagai artikel dan dokumen relevan lainnya. Teknik dokumentasi yang rapi menjadi landasan utama dalam pengumpulan data penelitian ini.

Dalam analisisnya, Ahmad melewati tahapan deskripsi pemikiran yang mendalam hingga interpretasi temuan. Hasilnya menunjukkan sebuah fakta fundamental: pemikiran Nasr berpijak pada kosmologi tradisional yang melihat Tuhan, manusia, dan alam sebagai satu kesatuan sakral yang tak terpisahkan.

Ahmad menegaskan bahwa dalam pandangan tasawuf, alam bukanlah sekadar objek material yang mati. Sebaliknya, alam dipahami sebagai manifestasi keagungan Tuhan, di mana manusia memikul tanggung jawab spiritual untuk menjaga keseimbangannya.

Penelitian ini menyoroti bahwa krisis ekologi saat ini sebenarnya hanyalah "puncak gunung es" dari krisis spiritual yang lebih dalam. Dominasi paradigma materialistik dan antroposentrisme telah membuat manusia merasa menjadi penguasa tunggal atas semesta.

Melalui lensa Seyyed Hossein Nasr, Ahmad menawarkan kritik tajam terhadap modernitas. Ia berargumen bahwa solusi teknis dan regulasi hukum saja tidak akan cukup untuk menyelamatkan bumi selama cara pandang manusia terhadap alam tidak berubah.

Tesis ini secara tegas menyatakan bahwa dalam tradisi tasawuf, alam memiliki nilai sakral dan makna spiritual yang luhur. Hal ini sangat kontras dengan paradigma modern yang memperlakukan alam sebagai komoditas ekonomi untuk dieksploitasi tanpa batas.

Menariknya, temuan Ahmad ini sejalan dengan pandangan pakar internasional seperti Leslie E. Sponsel dan Llewellyn Vaughan-Lee. Mereka sepakat bahwa bumi membutuhkan transformasi kesadaran spiritual, bukan sekadar perbaikan infrastruktur teknologi.

Ahmad juga memberikan antitesis terhadap teori Lynn White Jr. yang pernah menyalahkan agama atas dominasi manusia terhadap alam. Melalui kajian ini, Ahmad justru membuktikan bahwa agama melalui tasawuf adalah kunci utama untuk memulihkan hubungan manusia dengan lingkungan.

Tasawuf dapat menjadi kerangka "Etika Kosmik" masa depan. Dengan berakhirnya ujian ini, Ahmad Kamil Muntaha diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam dialog antara agama dan pelestarian lingkungan di Indonesia.

Kamil berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Prof. Dr. Bambang Irawan, M.Ag dan Prof. Dr. Kholid Al Walid, M.Ag, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Dr. Bambang Irawan, M.Ag, Dr. Wiwi Siti Sajaroh, M.Ag dan Dr. Humaidi, S.Th.I, M.Ud.

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Ahmad Kamil Muntaha lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Ahmad Kamil Muntaha merupakan Magister ke-2801 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)