Ujian Tesis AL Mudzil: Negosiasi Islam dan Kebudayaan Maritim dalam Tradisi Maccera Tasi
Ruang Teater SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2796 bertempat di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta pada Kamis, 22 Januari 2026 dengan kandidat Al Mudzil.
Al Mudzil merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Antropologi dan Sosiologi Agama. Tesisnya berjudul “Negosiasi Islam dan Kebudayaan Maritim dalam Tradisi Maccera Tasi (Studi Kasus Masyarakat Luwu, Sulawesi Selatan)”.
Penelitian ini lahir dari ketertarikan penulis terhadap bagaimana nilai-nilai universal Islam terjalin erat dengan kearifan lokal masyarakat pesisir di Sulawesi Selatan yang sangat kaya akan tradisi leluhur.
Fokus utama penelitian ini adalah menginvestigasi relasi antara Islam dan kebudayaan maritim dalam ritual Maccera Tasi. Al Mudzil membedah bagaimana proses manifestasi interaksi Islam ditampilkan dalam tradisi tersebut, serta menggali makna simbolik dan fungsinya bagi sistem kebudayaan masyarakat maritim di Luwu.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi lapangan. Al Mudzil mengandalkan sumber data primer melalui observasi langsung, studi dokumen, serta wawancara mendalam dengan para tokoh adat dan agama. Sementara itu, literatur relevan digunakan sebagai data sekunder untuk memperkuat analisis.
Secara teoretis, riset ini menggunakan pendekatan antropologi dengan bersandar pada teori diskursif Islam milik Talal Asad. Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat Islam bukan sekadar dogma yang kaku, melainkan sebuah tradisi diskursif yang terus bernegosiasi dengan konteks sejarah dan budaya di mana ia berada.
Temuan lapangan menunjukkan bahwa adaptasi Islam dalam tradisi Maccera Tasi terlihat sangat nyata. Hal ini termanifestasi melalui penggunaan azan sebagai pembuka ritual, perubahan simbolik pada bentuk persembahan agar sesuai dengan syariat, penerapan doa-doa monoteistik, hingga penguatan prinsip-prinsip ketauhidan dalam setiap prosesinya.
Salah satu temuan yang menarik adalah nilai ekoteologi yang tercermin dalam simbolisme Sokko’ Empat Rupa. Simbol ini melambangkan harmoni yang tak terpisahkan antara manusia, lingkungan alam, dan Sang Pencipta. Selain itu, aspek estetis seperti tarian Pajaga Bone Balla hadir sebagai sarana kontemplasi spiritual bagi masyarakat setempat.
Al Mudzil juga menjelaskan detail simbolik lainnya, seperti kehadiran gadis-gadis muda sebagai lambang kemurnian, menara Ance sebagai pusat upacara kosmis, hingga pelepasan ikan Tiko-tiko. Ritual persembahan kepala kerbau pun dimaknai ulang sebagai bentuk rasa syukur kolektif kepada Tuhan atas hasil laut yang melimpah.
Secara sosiologis, tradisi Maccera Tasi terbukti tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi spiritual, tetapi juga sebagai mekanisme sosial. Tradisi ini efektif dalam meredakan konflik antarwarga dan mendorong kesadaran kolektif untuk menjaga keberlanjutan ekologi laut dari kerusakan.
Dalam argumentasinya, Al Mudzil menekankan bahwa kajian mengenai interaksi Islam dan budaya maritim di Indonesia masih perlu diperdalam. Penelitian ini membuktikan bahwa agen budaya lokal mampu memadukan unsur Islam dengan warisan figur agama masa lalu, menciptakan sebuah pluralitas ortodoksi Islam yang tertanam kuat dalam kearifan lokal.
Tesis ini mempertegas bahwa Islam bukanlah entitas tunggal yang monolitik, melainkan fenomena plural yang mampu menyerap budaya melalui mekanisme resepsi dan negosiasi. Temuan ini sekaligus memperkuat riset-riset terdahulu yang menyatakan bahwa Islam dan budaya maritim memiliki hubungan erat yang dinamis dan saling memperkaya.
Al Mudzil berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Hamdani, M.Ag, Ph.D, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Hamdani, M.Ag, Ph.D, Prof. Arif Zamhari, M.Ag, Ph.D, Farid F. Saenong, Ph.D.
Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Al Mudzil lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Al Mudzil merupakan Magister ke-2796 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)
