Ujian Tesis Aris Munandar: Respons Muhammadiyah dan NU terhadap Demokrasi Era Jokowi
Ujian Tesis Aris Munandar: Respons Muhammadiyah dan NU terhadap Demokrasi Era Jokowi

Ruang Teater SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2794 bertempat di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA pada Rabu, 14 Januari 2026 dengan kandidat Aris Munandar.

Aris merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Pemikiran Politik Islam. Tesisnya berjudul “Respons Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama terhadap Kualitas Demokrasi pada Masa Pemerintah Joko Widodo”.

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) memosisikan diri sebagai pilar civil society (masyarakat sipil) di tengah perdebatan mengenai naik-turunnya indeks demokrasi di tanah air.

Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, Aris mengumpulkan data secara mendalam melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Ia berusaha melihat secara jernih keterlibatan kedua organisasi tersebut dalam menjaga nilai-nilai demokrasi selama satu dekade pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Landasan teoretis yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada pemikiran Robert W. Hefner mengenai potensi organisasi Islam sebagai motor demokratisasi. Selain itu, Aris menggunakan kerangka kerja Larry Diamond untuk mengukur sejauh mana fungsi ideal masyarakat sipil dijalankan oleh kedua organisasi tersebut.

Hasil penelitian mengungkapkan perbedaan mencolok antara keduanya. Muhammadiyah ditemukan lebih menonjol sebagai policy-oriented civil society. Organisasi ini cenderung bersikap kritis, rasional, dan konstitusional melalui advokasi kebijakan serta pengawasan aktif terhadap berbagai langkah politik pemerintah.

Peran Muhammadiyah dalam mengawal demokrasi diperkuat melalui kerja-kerja Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP). Lembaga ini menjadi ujung tombak dalam melakukan pengawasan terhadap kebijakan negara, memastikan bahwa jalannya pemerintahan tetap berada pada koridor hukum dan keadilan sosial.

Di sisi lain, penelitian ini menemukan bahwa NU lebih menunjukkan karakter cultural-oriented civil society. NU cenderung bersikap akomodatif dan mengutamakan stabilitas sosial melalui jaringan kultural yang kuat serta pengaruh pesantren di akar rumput.

Namun, Aris memberikan catatan kritis bahwa kedekatan struktural NU dengan kekuasaan pada era ini berdampak pada terbatasnya fungsi kontrol. Hal ini membuat peran NU dalam memberikan kritik terhadap indikasi kemunduran demokrasi menjadi tidak sekencang Muhammadiyah.

Menariknya, tesis ini membantah tesis klasik Samuel P. Huntington yang menilai Islam sulit berkompromi dengan demokrasi. Sebaliknya, temuan Aris justru memperkuat teori Jeremy Menchik tentang kompatibilitas Islam dan demokrasi, di mana ormas keagamaan menjadi instrumen penting dalam konsolidasi demokrasi.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa meskipun memiliki orientasi yang berbeda, baik Muhammadiyah maupun NU tetap memiliki peran vital. Perbedaan gaya antara "kritik kebijakan" dan "pendekatan kultural" mencerminkan kekayaan strategi masyarakat sipil di Indonesia dalam merespons tantangan demokrasi.

Ujian tesis ini diakhiri dengan simpulan bahwa penguatan civil society adalah harga mati bagi keberlanjutan kualitas demokrasi di masa depan. Aris berharap penelitian ini dapat menjadi referensi bagi para pengambil kebijakan dan akademisi dalam memahami relasi agama dan negara di Indonesia.

Aris Munandar berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Dr. A. Bakir Ihsan, M.Si, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Dr. A. Bakir Ihsan, M.Si, M. Zaki Mubarak, M.Si, Ph.D dan Dr. Suryani, M.Si.

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Aris Munandar lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Aris Munandar merupakan Magister ke-2794 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)