Ujian Tesis Burhanuddin Siregar, Resepsi Buku Magnet Rezeki: Studi Kritis Pemahaman Komunitas CTMR terhadap Konsep Rezeki di dalam Al-Qur'an
Ujian Tesis Burhanuddin Siregar, Resepsi Buku Magnet Rezeki: Studi Kritis Pemahaman Komunitas CTMR terhadap Konsep Rezeki di dalam Al-Qur'an

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2821 bertempat di Ruang Teater  SPs UIN Jakarta pada Jumat, 24 Juli 2026 dengan kandidat Burhanuddin Siregar.

Burhanuddin merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Tafsir Interdisiplin. Tesisnya berjudul “Resepsi Buku Magnet Rezeki: Studi Kritis Pemahaman Komunitas CTMR terhadap Konsep Rezeki di dalam Al-Qur'an". Burhanuddin memaparkan hasil penelitian mendalamnya yang menelaah dinamika pemaknaan ayat-ayat Al-Qur'an dalam wacana spiritualitas ekonomi modern.

Penelitian ilmiah ini secara spesifik bertujuan untuk menelaah resepsi para anggota Certified Trainer Magnet Rezeki (CTMR) terhadap konsep rezeki dalam Al-Qur’an sebagaimana yang dipahami melalui panduan Buku Magnet Rezeki. Fokus utama kajian terletak pada bagaimana pemaknaan kolektif terhadap ayat-ayat rezeki tersebut diinternalisasi serta diimplementasikan ke dalam praktik spiritual, aktivitas ekonomi, hingga kehidupan sehari-hari sebagai wujud nyata dari fenomena Living Qur’an.

Dalam argumen utamanya, kajian ini mengungkapkan bahwa reinterpretasi populer terhadap ayat-ayat rezeki dalam wacana spiritualitas ekonomi kontemporer berlangsung melalui empat pola yang saling berkaitan erat: spiritualisasi, simplifikasi, psikologisasi, dan instrumentalisasi. Pola-pola ini hadir untuk menyederhanakan teks dan makna ayat rezeki agar jauh lebih mudah dipahami serta diaplikasikan langsung oleh masyarakat awam.

Tak sekadar menyederhanakan teks, proses tersebut terbukti berhasil membentuk sistem makna dan praktik keagamaan baru di tengah masyarakat. Sistem ini kemudian disebarluaskan secara aktif dan masif oleh para trainer bersertifikat kepada komunitas yang lebih luas, sehingga menciptakan gelombang pemaknaan baru terhadap konsep kesejahteraan dan rezeki dalam Islam.

Untuk membedakan posisi akademisnya, penelitian ini mengambil sudut pandang yang berbeda dengan kajian Ahmad Rafiq (2014) yang sebelumnya mengulas resepsi Al-Qur’an secara umum pada masyarakat Muslim Indonesia. Burhanuddin memilih berfokus secara spesifik pada pemaknaan ayat-ayat rezeki di lingkup komunitas spiritual-ekonomi tertentu yang memiliki karakteristik unik.

Guna mengupas fenomena tersebut secara utuh, penelitian ini mengaplikasikan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Pengumpulan data lapangan dilakukan secara komprehensif lewat wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, serta pembedahan teks utama dari buku Magnet Rezeki.

Dari sisi kerangka teoritis, kajian ini mengawinkan teori resepsi Hans Robert Jauss untuk membedah bagaimana komunitas CTMR menerima dan merespons ayat-ayat rezeki, dengan teori simbolik Clifford Geertz. Pendekatan Geertz digunakan secara tajam untuk menafsirkan praktik sosial-keagamaan serta simbol-simbol makna yang terbangun kokoh di dalam komunitas tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas CTMR memaknai rezeki tidak sebatas pada wujud materi atau finansial semata. Bagi mereka, rezeki mencakup spektrum yang jauh lebih luas seperti ketenangan batin, peningkatan kualitas ibadah, keharmonisan relasi sosial, hingga kedekatan spiritual dengan Allah SWT. Pemaknaan ini berkembang menjadi budaya religius yang hidup dan terus diperkuat melalui pelatihan bertahap serta pendampingan berkelanjutan oleh para trainer.

Temuan ini tidak hanya memperkuat teori resepsi Hans Robert Jauss (1982) dan studi Ahmad Rafiq (2014) bahwa makna teks keagamaan selalu dinamis dibentuk oleh pembacanya, tetapi juga memperkaya kajian Rahim (2022). Jika penelitian terdahulu melihat Magnet Rezeki sebatas penyederhanaan teologis, temuan Burhanuddin membuktikan bahwa fenomena ini telah bertransformasi menjadi sistem makna, praktik spiritual, dan budaya religius yang berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Burhanuddin berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Dr. Eva Nugraha, M.Ag, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Dr. Eva Nugraha, M.Ag, Prof. Kusmana, MA, Ph.D, Prof. Dr. Saifuddin Herlambang, MA.

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Burhanuddin Siregar lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Burhanuddin Siregar merupakan Magister ke-2821 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)