Ujian Tesis Daniel Barkah: Dinamika Pemikiran Dewan Hisbah PERSIS dalam Perumusan Fatwa
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2808 bertempat di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta pada Rabu, 25 Februari 2026 dengan kandidat Daniel Barkah.
Daniel merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Pemikiran Islam. Tesisnya berjudul “Dinamika Pemikiran Dewan Hisbah PERSIS dalam Perumusan Fatwa (Analisis Produk Fatwa Periode 1996—2018)".
Penelitian ini lahir dari ketertarikan Daniel untuk membedah bagaimana Dewan Hisbah Persatuan Islam (PERSIS) merespons gelombang isu kontemporer melalui fatwa keagamaan. Selama periode 1996 hingga 2018, Daniel melacak jejak pemikiran para ulama PERSIS guna mengidentifikasi faktor-faktor krusial yang memengaruhi perubahan maupun konsistensi sikap keagamaan organisasi tersebut.
Dalam prosesnya, Daniel menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis yang sangat komprehensif. Ia tidak hanya mengandalkan studi dokumen fatwa dan risalah sidang, tetapi juga melakukan wawancara mendalam untuk memahami proses istinbat hukum. Hal ini dilakukan untuk melihat bagaimana praktik kolektif dalam pemurnian ajaran berinteraksi dengan dinamika perubahan sosial.
Pisau analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori epistemologi pemikiran Islam milik Muhammad Abid al-Jabiri, yang membagi nalar Islam ke dalam tiga kerangka: bayani, burhani, dan irfani. Daniel menemukan bahwa Dewan Hisbah PERSIS secara dominan beroperasi dalam kerangka epistemologi bayani, di mana Al-Qur'an dan Hadis ditempatkan sebagai sumber legitimasi absolut dan utama.
Menariknya, penggunaan nalar rasional atau burhani ditemukan sangat terbatas dan bersifat instrumental, yakni hanya digunakan untuk memperkuat argumentasi normatif yang sudah ada. Sementara itu, pendekatan intuitif-spiritual atau irfani hampir tidak mendapatkan tempat dalam proses penetapan fatwa. Pola ini mengukuhkan citra PERSIS sebagai gerakan yang setia pada garis purifikasi ajaran Islam.
Konsistensi metodologis ini, menurut Daniel, berfungsi sebagai mekanisme internal yang menjaga orientasi organisasi agar tidak terombang-ambing oleh arus modernitas. Di tengah perubahan sosial yang masif, Dewan Hisbah berhasil mempertahankan disiplin kelembagaan yang ketat, sehingga produk hukum yang dihasilkan tetap selaras dengan khitah perjuangan organisasi sejak awal.
Temuan riset ini secara memberikan antitesis terhadap pandangan sarjana hukum Islam ternama, Wael B. Hallaq (2009). Jika Hallaq menilai otoritas hukum Islam modern cenderung mengalami fragmentasi dan kehilangan daya normatif akibat dominasi negara-bangsa, Daniel justru membuktikan sebaliknya. Dewan Hisbah PERSIS menunjukkan bahwa otoritas keagamaan internal tetap bisa kokoh melalui disiplin metodologi.
Di sisi lain, penelitian ini memperkuat tesis almarhum Azyumardi Azra (1999) mengenai vitalnya peran lembaga keagamaan non-negara. PERSIS dipandang sebagai contoh nyata bagaimana ulama mampu menjaga kesinambungan tradisi Islam sekaligus merespons perubahan sosial secara terukur, tanpa harus kehilangan identitas aslinya sebagai gerakan pembaru yang konservatif-tekstual.
Daniel berargumen bahwa label "konservatif" atau "moderat" pada sebuah fatwa sebenarnya adalah konsekuensi logis dari pilihan metodologi. Sebuah komunitas yang berpegang teguh pada metodologi tekstual dengan batasan normatif yang ketat secara otomatis akan menghasilkan fatwa yang sangat berhati-hati. Hal ini membuat mereka sulit bergeser ke arah moderatisme substantif yang terlalu luwes.
Sebaliknya, Daniel menjelaskan bahwa ruang moderatisme hanya akan terbuka lebar jika sebuah lembaga mengadopsi metodologi yang lebih adaptif dan kontekstual. Dengan demikian, orientasi sebuah fatwa bukanlah sekadar pilihan sikap ideologis yang muncul tiba-tiba, melainkan hasil akhir dari mesin berpikir atau epistemologi yang digunakan oleh para ulamanya. Daniel berhasil memotret bagaimana sebuah organisasi Islam besar mampu menjaga kemandirian berpikirnya di tengah tarikan kepentingan zaman yang kian kompleks.
Daniel berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Hamdani, M.Ag, Ph.D, Prof. Dr. Rusli, S.Ag, M.Soc.Sc dan Dr. Fuad Jabali, MA.
Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Daniel lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Daniel Barkah merupakan Magister ke-2808 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)
