Ujian Tesis Endang Susanti: Politik Pelestarian Lingkungan dalam Hutan Wakaf
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs: Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2792 di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA, pada Jumat, 9 Januari 2025 dengan kandidat Endang Susanti.
Endang merupakan mahasiswa program studi Magister Pengkajian Islam konsentrasi Pemikiran Politik Islam. Endang menulis tesis berjudul “Politik Pelestarian Lingkungan dalam Hutan Wakaf (Peran Civil Society Berbasis Agama dalam Mengatasi Krisis Ekologis)".
Dalam presentasinya, Endang mengangkat judul "Politik Pelestarian Lingkungan dalam Hutan Wakaf (Peran Civil Society Berbasis Agama dalam Mengatasi Krisis Ekologis)". Penelitian ini lahir dari kegelisahan terhadap krisis ekologi global seperti deforestasi dan perubahan iklim yang kian parah, sementara peran negara dan mekanisme pasar seringkali dianggap gagal memberikan solusi berkelanjutan karena terjebak pada orientasi pertumbuhan ekonomi jangka pendek.
Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis fenomena hutan wakaf sebagai gerakan sosial berbasis agama yang muncul sebagai respons konkret atas degradasi lingkungan. Endang secara spesifik membedah peran Yayasan Hutan Wakaf Bogor dalam mengembangkan gagasan ini, di mana nilai-nilai sakral agama ditransformasikan menjadi aksi nyata penyelamatan bumi melalui skema wakaf tanah yang dikonservasi.
Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, Endang mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta dokumentasi yang komprehensif. Hasilnya, penelitian ini berhasil memotret praktik hutan wakaf sebagai sebuah aksi kolektif yang unik karena mampu mengintegrasikan tiga pilar sekaligus: nilai teologis, pelestarian lingkungan hidup, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Analisis Endang yang berlandaskan teori gerakan sosial menunjukkan bahwa keberhasilan hutan wakaf dipicu oleh tiga faktor krusial, yaitu peluang politik, struktur mobilisasi yang kuat, dan pembingkaian kultural (cultural framing). Ketiga unsur ini memungkinkan isu lingkungan yang terlihat teknis menjadi lebih mudah diterima oleh masyarakat luas karena dibalut dengan bahasa keimanan.
Menariknya, tesis ini menyoroti bahwa melemahnya efektivitas negara dalam tata kelola lingkungan yang sering kali ditandai dengan kebijakan pro-investasi dan pendekatan top-down justru membuka celah strategis. Ruang kosong yang ditinggalkan negara inilah yang diisi oleh aktor non-negara seperti Yayasan Hutan Wakaf Bogor untuk menawarkan model pelestarian lingkungan alternatif yang lebih organik.
Dalam diskursus akademik, temuan Endang memberikan antitesis terhadap riset Tetiana Kyselova yang menyebut civil society cenderung lemah akibat represi politik atau ketergantungan finansial. Sebaliknya, hutan wakaf di Bogor membuktikan kemandiriannya melalui integrasi model konservasi ekologis yang dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi dan misi dakwah sosial yang kuat.
Penelitian ini justru sejalan dengan pemikiran Jens Koehrsen yang menekankan betapa krusialnya peran organisasi berbasis agama dalam memperkuat solidaritas sosial. Endang menegaskan bahwa agama memiliki potensi luar biasa sebagai basis transformasi sosial, di mana pelestarian alam dipandang bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan sebagai bentuk manifestasi praktik iman yang mendalam.
Sebagai kesimpulan, tesis ini mempertegas argumen bahwa hutan wakaf memiliki legitimasi moral yang kuat untuk menjawab krisis ekologi global. Dengan memanfaatkan peluang politik dan mobilisasi sumber daya yang mandiri, hutan wakaf membuktikan bahwa agama mampu hadir sebagai kekuatan berkelanjutan yang bergerak melampaui kepentingan pasar dan birokrasi negara demi masa depan bumi yang lebih hijau.
Marifat Kilwakit berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Dr. A. Bakir Ihsan, M.Si dan Prof. Dr. Agus Salim, S.Ag, M.Si, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Dr. A. Bakir Ihsan, M.Si, Prof. Dr. Agus Salim, S.Ag, M.Si, M. Zaki Mubarak, M.Si, Ph.D dan Mohammad Hasan Ansori, Ph.D.
Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Endang Susanti lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Endang Susanti merupakan magister ke-2792 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)
