Ujian Tesis Erick Agung Pamungkas, Model Bisnis Sosial Filantropi Islam pada Kawasan Pemberdayaan Terpadu
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2837 bertempat di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta pada Jumat, 21 Agustus 2026 dengan kandidat Erick Agung Pamungkas.
Erick merupakan mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS RI program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Filantropi Islam, tesisnya berjudul “Model Bisnis Sosial Filantropi Islam pada Kawasan Pemberdayaan Terpadu: Studi Kasus Zona Madina Dompet Dhuafa".
Penelitian ini membedah bagaimana Zona Madina Dompet Dhuafa mengelola kawasan pemberdayaan terpadu menggunakan pendekatan Business Model for Social Enterprise. Erick secara khusus meneliti cara Zona Madina menyeimbangkan antara misi pemberdayaan sosial dan kemandirian ekonomi. Keseimbangan ini menjadi kunci utama demi menjamin keberlanjutan layanan lembaga dalam jangka panjang.
Untuk membongkar dinamika tersebut, penelitian ini mengandalkan metode studi kasus yang mendalam. Data lapangan dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi yang melibatkan para pengelola kawasan hingga berbagai aktor pemberdayaan yang terlibat di dalamnya.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa model sosial dan bisnis Zona Madina dirancang secara khusus untuk mengentaskan kemiskinan multidimensi. Zona Madina berhasil mengintegrasikan lima layanan pemberdayaan sekaligus dalam satu kawasan, yaitu bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, dakwah, dan sosial, yang ditopang oleh kolaborasi multiaktor, dana ZISWAF, serta aktivitas ekonomi produktif.
Satu hal yang menarik perhatian dalam aspek economic value proposition adalah keberhasilan Zona Madina memposisikan kawasannya sebagai Kawasan Ramah Keluarga. Strategi branding ini terbukti efektif dalam merangkul segmen masyarakat kelas menengah Muslim melalui deretan aktivitas rekreasi, kuliner, kegiatan keagamaan, hingga wadah komunitas.
Pendekatan kreatif tersebut berdampak luas pada perluasan basis pelanggan di luar kalangan donor tradisional. Kehadiran pengunjung dan transaksi dari segmen baru ini menjadi sumber pendanaan mandiri yang menyokong keberlanjutan finansial kawasan sekaligus menopang misi-misi sosial yang sedang berjalan.
Temuan Erick menegaskan bahwa Zona Madina menjadi bukti nyata pergeseran filantropi Islam, dari yang semula bersifat sektoral menuju model yang jauh lebih terintegrasi dan strategis. Pendekatan berbasis pembangunan jangka panjang (development-oriented philanthropy) ini tidak hanya bergantung pada kebaikan donatur, tetapi juga pada struktur manajerial modern dan praktik bisnis yang solid.
Meski menawarkan model yang kuat, penelitian ini tidak menutup mata terhadap tantangan di lapangan. Pengelolaan kawasan sebesar Zona Madina masih menghadapi ganjalan pada aspek koordinasi, integrasi data antarunit, serta kesinambungan kerja sama antaraktor pemberdayaan agar tetap berjalan dalam satu ketukan yang sama.
Secara keseluruhan, penelitian ini berargumen bahwa kawasan pemberdayaan terpadu jauh lebih efektif menuntaskan akar kemiskinan dibandingkan model pemberdayaan parsial. Temuan ini sekaligus memperkuat pandangan pakar filantropi Hilman Latief (2013) yang menekankan pentingnya lembaga filantropi Islam mengadopsi perspektif pembangunan luas demi merespons kemiskinan multidimensi di Indonesia.
Erick berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Prof. Dr. Zulkifli, MA dan Hamdani, M.Ag, Ph.D, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Dr. Zulkifli, MA, Hamdani, M.Ag, Ph.D, Prof. Arif Zamhari, M.Ag, Ph.D, Dr. Fuad Jabali, MA.
Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Erick lulus dengan predikat Cum Laude. Erick Agung Pamungkas merupakan Magister ke-2837 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
