Ujian Tesis Fadhila Azmi Saragih, Sintesis Dakwah Kultural di Tanah Baduy: Muhammadiyah Penataan Lembaga, NU Kedekatan Personal
Ujian Tesis Fadhila Azmi Saragih, Sintesis Dakwah Kultural di Tanah Baduy: Muhammadiyah Penataan Lembaga, NU Kedekatan Personal

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2840 bertempat di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta pada Rabu, 26 Agustus 2026 dengan kandidat Fadhila Azmi Saragih.

Fadhila merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Dakwah dan Komunikasi, tesisnya berjudul “Strategi Dakwah Kultural Komunikatif Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama pada Komunitas Mualaf Baduy".

Penelitian lapangan (field research) berbasis kualitatif ini dirancang untuk membongkar secara detail bagaimana Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah dan tokoh dakwah Nahdlatul Ulama (NU) menjalankan aktivitas dakwah di tengah komunitas mualaf adat Baduy. Melalui paradigma konstruktivisme dan pendekatan etnometodologi, Fadhila menggali konstruksi komunikasi dakwah yang terbangun dari pemaknaan budaya lokal tempatan.

Untuk mendapatkan data yang presisi, pengumpulan data primer dilakukan langsung di lapangan melalui observasi mendalam, wawancara intensif, serta dokumentasi autentik. Peneliti juga memperkuat analisisnya menggunakan data sekunder dari kajian literatur yang relevan agar landasan argumentasi akademisnya makin solid.

Secara teoritis, riset ini memadukan dua kerangka pemikiran utama. Penyesuaian pola komunikasi para dai dianalisis memakai Communication Accommodation Theory dari Howard Giles, sementara proses pemaknaan simbol dan nilai-nilai adat masyarakat Baduy dibaca melalui sudut pandang Interpretasi Budaya milik Clifford Geertz.

Temuan riset ini mengindikasikan bahwa baik Muhammadiyah maupun NU sama-sama menerapkan konvergensi komunikasi dan reinterpretasi simbolik, namun memiliki karakter dan orientasi pendekatan yang sangat khas. Perbedaan gaya ini memperlihatkan dinamika dakwah Islam yang kaya di wilayah adat.

Muhammadiyah tercatat memilih jalur konvergensi yang berorientasi struktural-kelembagaan. Pendekatan ini diwujudkan lewat penugasan dai resmi, penyelarasan bahasa serta simbol lokal, yang diimbangi dengan divergensi selektif, yakni mengambil jarak secara tegas terhadap praktik adat yang dinilai merugikan atau tidak sejajar dengan prinsip syariat.

Sebaliknya, NU mengedepankan konvergensi relasional-personal yang bertumpu pada keteladanan dan kedekatan individual. Tokoh dakwah NU memilih strategi kulturalisasi dengan merawat keberlanjutan tradisi lokal, sembari menyisipkan penekanan makna-makna baru keagamaan secara gradual, alami, dan organik.

Riset ini menegaskan argumen utama bahwa tolok ukur keberhasilan dakwah kultural sebenarnya tidak terletak pada formalitas lembaga atau kepopuleran personal dai. Kunci utamanya berada pada konsistensi penyesuaian komunikasi dan kedalaman interpretasi budaya, sehingga nilai-nilai Islam dapat diserap sebagai bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan masyarakat adat.

Hasil penelitian Fadhila sekaligus memperkaya diskursus akademis yang sudah ada. Berbeda dari Komarudian (2021) yang melihat hubungan Islam dan Baduy sebatas proses konversi dengan status beragama sebagai titik akhir, penelitian ini memosisikan dakwah kultural sebagai proses negosiasi makna yang terus mengalir. Riset ini juga memperluas temuan Arianto (2021) tentang pentingnya akomodasi bahasa serta Fauzi (2024) mengenai peran sentral komunikasi dakwah, dengan menyajikan sintesis teoretis baru: bahwa akomodasi komunikasi dan interpretasi budaya adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi dalam strategi dakwah kultural.

Fadhila berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, MA, Prof. Dr. Hamid Nasuki, M.Ag, Dr. Rubiyanah, MA.

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Fadhila lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Fadhila Azmi Saragih merupakan Magister ke-2840 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)