Ujian Tesis Kama Miratul Chasanah, Model Bahan Ajar Mahārat al-Qirā'ah Berbasis Tasawuf
Ujian Tesis Kama Miratul Chasanah, Model Bahan Ajar Mahārat al-Qirā'ah Berbasis Tasawuf

Ruang Teater SPs UIN Jakarta, BERITA SEKOLAH: Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (SPs UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis Ke-2754 di Ruang Teater SPs UIN Jakarta, pada Selasa, 25 Februari 2025 dengan kandidat Kama Miratul Chasanah.

Kama Miratul Chasanah merupakan mahasiswa Program Studi Magister Pengkajian Islam konsentrasi Pedidikan Bahasa Arab. Ia menulis tesis dengan judul “Model Bahan Ajar Mahārat al-Qirā'ah Berbasis Tasawuf untuk Menginternalisasi Nilai Karakter Religius dan Pemahaman Bahasa Arab”.

Penelitian yang dilakukan Kama Miratul Chasanah ini menawarkan inovasi baru dalam pembelajaran bahasa Arab. Ia mengembangkan model bahan ajar yang tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan membaca (maharah al-qira’ah), tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai tasawuf untuk membentuk karakter religius mahasiswa. Langkah ini dinilai sangat relevan dalam konteks pendidikan saat ini, di mana pembentukan karakter menjadi salah satu prioritas utama.

Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar yang layak dan efektif dalam meningkatkan pemahaman bahasa Arab serta internalisasi nilai karakter religius pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) di STAI Nurul Iman Bogor. Dengan menggunakan model penelitian dan pengembangan (R&D) ADDIE dan metode campuran (mixed method), Kama berhasil mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif yang komprehensif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan Kama sangat layak digunakan, dengan tingkat kelayakan mencapai 83,69% untuk kelayakan isi, 82,5% untuk kelayakan penyajian dan bahasa, 81,25% untuk kelayakan desain dan kegrafikan, serta 96,875% untuk kelayakan konten tasawuf. Lebih dari itu, bahan ajar ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca bahasa Arab dan menginternalisasi nilai karakter religius mahasiswa.

Temuan ini sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menekankan pentingnya bahan bacaan dalam meningkatkan prestasi siswa. Selain itu, pemilihan tasawuf sebagai basis pengembangan juga didukung oleh para ahli yang berpendapat bahwa pendidikan karakter yang berlandaskan sufistik sangat penting dalam mengatasi krisis moral.

Namun, penelitian ini juga memberikan kritik terhadap pandangan yang meragukan efektivitas bahan ajar dibandingkan lingkungan pembelajaran. Kama Miratul Chasanah berhasil membuktikan bahwa bahan ajar yang dirancang dengan baik dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan karakter mahasiswa.

Kama Miratul Chasanah berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Dr. Mohammad Syairozi Dimyathi Ilyas, MA dan Sabilil Muttaqin, M.Ed, Ph.D, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Dr. Mohammad Syairozi Dimyathi Ilyas, MA, Sabilil Muttaqin, M.Ed, Ph.D, Dr. Muhbib Abdul Wahab, MA dan Dr. Achmad Fudhaili, M.Pd. 

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan Kama Miratul Chasanah dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan menjadi magister ke-2754 dalam bidang Pengkajian Islam pada Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)