Ujian Tesis Lily Awanda Faidatin, Dakwah Digital: Peran Nawaning Nusantara dalam Membangun Otoritas Ulama Perempuan
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2825 bertempat di Ruang Teater SPs UIN Jakarta pada Selasa, 28 Juli 2026 dengan kandidat Lily Awanda Faidatin.
Lily merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Dakwah dan Komunikasi. Tesisnya berjudul “Konstruksi Otoritas Keagamaan Ulama Perempuan melalui Dakwah Digital Komunitas Nawaning Nusantara".
Penelitian ini memfokuskan perhatian pada pergeseran lanskap dakwah di era modern, dengan menguraikan secara mendalam strategi Komunitas Nawaning Nusantara dalam membangun otoritas keagamaan para ulama perempuan melalui platform digital. Selain mengkaji strategi internal komunitas, studi ini juga menganalisis dinamika penerimaan serta pandangan khalayak media terhadap kehadiran dakwah ulama perempuan di ruang siber.
Dalam membedah fenomena tersebut, penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan kerangka analisis feminis dan sosiologis. Lily mengintegrasikan sejumlah teori utama, meliputi teori otoritas Max Weber dan Khaled Abou El-Fadl, teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, hingga konsep performativitas gender dari Judith Butler. Data penelitian dihimpun melalui dokumentasi konten Instagram Komunitas Nawaning Nusantara serta wawancara mendalam bersama pengurus komunitas, khalayak media, dan para ahli kajian gender serta media.
Hasil penelitian mengungkap bahwa Komunitas Nawaning Nusantara berhasil mengonstruksi otoritas karismatik-kolektif melalui tiga jalur strategis utama. Strategi tersebut meliputi penguatan sanad keilmuan berbasis tradisi pesantren, penggalangan solidaritas berbasis identitas kolektif perempuan, serta kontekstualisasi dakwah yang responsif dan relevan terhadap isu-isu sosial kontemporer.
Dari sudut pandang pemirsa media digital, kehadiran komunitas ini menuai penerimaan positif yang signifikan. Khalayak mulai menilai otoritas keagamaan para ning secara epistemik berdasarkan kedalaman ilmu dan argumentasi, ketimbang pertimbangan biologis gender. Kendati demikian, khalayak media juga memberikan catatan kritis agar gerakan ini tidak terisolasi di lingkungan santri semata, melainkan dapat menjangkau publik yang lebih luas dan inklusif.
Temuan ini berhasil mengisi celah penting dalam literatur terdahulu, seperti kajian Qurrota Ayuni (2022), Arnis Rachmadhani (2021), dan Agung Tri Wibawa (2019). Jika penelitian-penelitian sebelumnya cenderung menitikberatkan keberhasilan dakwah digital pada kapasitas individual dan popularitas pendakwah tunggal, riset Lily menunjukkan bahwa kekuatan gerakan digital juga terletak pada kerja kolektif.
Secara teoretis, penelitian ini memperkuat dan melengkapi tesis Monika Andok (2024) serta Pauline Hope Cheong (2016) mengenai karakteristik dan kelenturan otoritas keagamaan di ruang digital. Tesis ini berargumen bahwa otoritas keagamaan di ruang siber tidak lagi bersifat individualistik, melainkan dikonstruksi secara kolektif melalui perpaduan antara budaya pesantren dan adaptasi teknologi.
Lebih jauh, gerakan dakwah Komunitas Nawaning Nusantara terbukti berperan efektif sebagai jembatan kebudayaan (cultural broker). Komunitas ini sukses menghubungkan khazanah kitab kuning dengan kebutuhan intelektual generasi muda, sekaligus meruntuhkan dominasi tafsir-tafsir keagamaan yang masih berbias gender.
Implikasi luas dari temuan ini mempertegas terjadinya proses demokratisasi otoritas keagamaan hari ini. Ruang digital kini tidak sekadar berfungsi sebagai media penyiaran, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang publik inklusif yang menyebarkan gagasan Islam moderat dan ramah terhadap perempuan.
Lily berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Dr. Ida Rosyidah, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Dr. Ida Rosyidah, MA, Dr. Iding Rosyidin, M.Si, Dr. Wiwi Siti Sajaroh, M.Ag.
Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Lily Awanda Faidatin lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Lily Awanda Faidatin merupakan Magister ke-2825 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)
