Ujian Tesis Muhammad Farih Ramdlani, Pergeseran Relasi Patron-Klien NU dan PKB
Ujian Tesis Muhammad Farih Ramdlani, Pergeseran Relasi Patron-Klien NU dan PKB

Ruang Teater SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2815 bertempat di Ruang Teater  SPs UIN Jakarta pada Senin, 13 Juli 2026 dengan kandidat Muhammad Farih Ramdlani.

Farih merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Ilmu Politik. Tesisnya berjudul “Pergeseran Relasi Patron-Klien NU dan PKB: Studi tentang Hubungan PWNU dan DPW PKB Jawa Timur pada Tahun 2022-2025".

Tesis ini membedah bagaimana hubungan mesra antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai retak. Menggunakan pisau analisis sosiologi-politik seperti teori patronase, otoritas, serta konsep modal simbolik dan habitus ala Pierre Bourdieu, riset ini mencoba mengurai benang kusut di balik layar konflik kedua lembaga.

Jawa Timur sengaja dipilih sebagai lokus utama penelitian karena wilayah ini merupakan episentrum atau jantung pertahanan basis sosial-politik terbesar bagi NU maupun PKB. Lewat metode studi kasus yang ketat, Farih menggali data primer dari wawancara mendalam bersama para pengurus inti dan aktor-aktor strategis di Pengurus Wilayah NU (PWNU) serta Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur.

Melalui analisis tematik, riset ini membawa argumen berani bahwa hubungan antara parpol dan organisasi induknya dalam lanskap politik kontemporer telah bertransformasi drastis. Hubungan yang dulunya bersifat mutualistik atau saling menguntungkan, kini bergeser menjadi pola patronase asimetris, di mana terjadi ketidakseimbangan kuasa dan tarik-menarik pengaruh yang tajam di antara keduanya.

Satu hal yang paling disorot dalam tesis ini adalah dampak dari kebijakan deparpolisasi yang digulirkan oleh PBNU di bawah kepemimpinan mutakhir. Kebijakan tersebut secara sengaja memutus linieritas legitimasi formal yang selama ini dinikmati oleh PKB, sehingga menciptakan jarak struktural yang tegas antara pengurus kultural NU dan sayap politiknya.

Namun, PKB di bawah asuhan para politisinya tidak tinggal diam meratapi pemutusan hubungan tersebut. Partai ini merespons dengan melakukan reartikulasi legitimasi, yaitu sebuah strategi "perlawanan" dengan memanfaatkan modal simbolik NU dan mengandalkan jaringan kader khidmah rangkap—mereka yang aktif di struktural NU sekaligus menjadi motor penggerak PKB di tingkat akar rumput.

Dinamika unik ini melahirkan fenomena sosiologis baru di Jawa Timur, yang dalam tesis ini disebut sebagai era "koeksistensi tanpa kolaborasi formal". Kedua entitas ini tampak jalan masing-masing dan kerap bersitegang di tingkat elite struktural, namun secara organik di tingkat bawah, mereka tetap mempertahankan kohesi fungsional demi menjaga basis massa yang sama.

Secara teoretis, hasil penelitian Muhammad Farih Ramdlani ini sekaligus mengkritisi tesis terkenal dari indonesianis Greg Fealy (2016) mengenai fleksibilitas akomodasionisme politik NU. Farih membuktikan bahwa di bawah gaya kepemimpinan NU yang sekarang, organisasi ini justru menunjukkan kecenderungan yang lebih konfrontatif-struktural dalam menghadapi dinamika politik praktis.

Farih berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Prof. Ali Munhanif, MA, Ph.D, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Prof. Ali Munhanif, MA, Ph.D, M. Zaki Mubarak, M.Si, Ph.D, Dr. Suryani, M.Si.

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Muhammad Farih Ramdlani lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Muhammad Farih Ramdlani merupakan Magister ke-2815 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)