Ujian Tesis Muhammad Hirzy Haikal Fasha, Model Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Kurikulum Cinta di MAN 4 Jakarta
Ujian Tesis Muhammad Hirzy Haikal Fasha, Model Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Kurikulum Cinta di MAN 4 Jakarta

Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2829 bertempat di Ruang Teater  SPs UIN Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026 dengan kandidat Muhammad Hirzy Haikal Fasha.

Hirzy merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Pendidikan Bahasa Arab. Tesisnya berjudul “Model Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Kurikulum Cinta di MAN 4 Jakarta".

Penelitian tersebut diangkat untuk menganalisis secara komprehensif bagaimana implementasi pembelajaran bahasa Arab berbasis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) diterapkan di lingkungan MAN 4 Jakarta. Selain itu, kajian ini menelisik secara khusus kontribusi nyata dari model pendekatan tersebut terhadap penguatan ranah afektif para peserta didik dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Dalam membedah fenomena ini, riset menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan mengintegrasikan sejumlah kerangka teoritis multidisiplin. Pendekatan pendidikan humanistik Carl Rogers, teori sosiokultural Vygotsky, hipotesis affective filter Stephen Krashen, hingga taksonomi ranah afektif Krathwohl, Bloom, dan Masia dipadukan untuk memberikan landasan analisis yang kokoh.

Melalui kerangka konseptual tersebut, pembelajaran bahasa Arab dibaca tidak sekadar sebagai proses transfer linguistik, melainkan juga sebagai pengalaman afektif yang utuh. Lingkungan belajar dirancang agar berlangsung aman, empatik, dialogis, kolaboratif, serta rendah kecemasan sehingga mampu mendukung internalisasi nilai-nilai positif pada diri siswa.

Pengumpulan data penelitian dilakukan secara menyeluruh melalui observasi langsung di lapangan dan wawancara semi-terstruktur bersama dua guru bahasa Arab serta para peserta didik lintas program mulai dari kelas X–XI Reguler, Cambridge, hingga Asrama. Peneliti juga menganalisis berbagai dokumen pendukung seperti kurikulum, modul ajar, bahan ajar, instrumen evaluasi, dan arsip kegiatan.

Setelah melalui tahapan analisis data yang meliputi kondensasi, penyajian, dan penarikan simpulan, hasil penelitian menunjukkan bahwa KBC di MAN 4 Jakarta diintegrasikan secara padu dalam empat mahārah (keterampilan berbahasa). Pembelajaran dikemas berbasis pengalaman (experiential learning) dengan menerapkan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning, serta ditunjang kegiatan kreatif berpendekatan design thinking dan design for change.

Riset ini berargumen kuat bahwa model KBC berhasil mengarahkan penguasaan keterampilan berbahasa sekaligus menumbuhkan adab, empati, komunikasi santun, dan cinta ilmu. Di samping itu, model ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran religius, kepedulian sosial-lingkungan, disiplin positif, serta keberanian siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab.

Keberhasilan kontribusi tersebut ditopang oleh beberapa faktor kunci, di antaranya keteladanan dan kompetensi profesional guru, budaya madrasah yang religius-humanis, desain pembelajaran yang kontekstual, serta dukungan kelembagaan yang berkelanjutan. Meskipun demikian, penelitian ini tetap mencatat adanya kendala klasik peserta didik, terutama dalam penguasaan qawā‘id (tata bahasa) dan mufradāt (kosakata).

Secara komparatif, hasil riset ini sejalan dan memperkuat temuan peneliti terdahulu seperti Zilfania, Heni, Aniqa, dan Taslim mengenai potensi besar KBC dalam menguatkan karakter dan afektivitas. Namun, kebaruan penelitian ini terletak pada operasionalisasinya yang spesifik pada mata pelajaran bahasa Arab di tingkat Madrasah Aliyah. Berbeda dari studi Mukaromah dan Aulia, riset ini membuktikan bahwa KBC di MAN 4 Jakarta telah diturunkan secara konkrit melalui desain pembelajaran, interaksi suportif, dan koreksi konstruktif.

Sebagai penutup, temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan Kurikulum Berbasis Cinta tidak cukup hanya mengandalkan nilai-nilai normatif belaka. Sebagaimana ditegaskan dalam pandangan Muhammad Zikran Adam (2024), penguatan nilai dan pendekatan komunikatif harus berjalan seimbang dengan penguasaan materi kebahasaan. Dengan demikian, KBC terbukti menjadi model pedagogis integratif yang efektif memadukan kompetensi linguistik dan penguatan afektif siswa secara berkelanjutan.

Hirzy berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Dr. Maswani, MA, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Dr. Maswani, MA, Dr. Zainal Muttaqin, MA, Dr. Achmad Fudhaili, M.Pd.

Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Hirzy lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Muhammad Hirzy Haikal Fasha merupakan Magister ke-2829 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(Jay A)