Ujian Tesis Muhammad Ikhsan Saidung: Pendidikan Sufistik dalam Sistem Tarekat Annangguru Sayye' Daengna Ma’rufi al-Mandari
Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta, BERITA SPs - Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Ujian Tesis ke-2799 bertempat di Ruang Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA SPs UIN Jakarta pada Jumat, 6 Februari 2026 dengan kandidat Muhammad Ikhsan Saidung.
Ikhsan merupakan mahasiswa program Magister Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Pendidikan Agama Islam. Tesisnya berjudul “Pendidikan Sufistik dalam Sistem Tarekat Annangguru Sayye' Daengna Ma’rufi al-Mandari”. Muhammad Ikhsan Saidung memaparkan hasil penelitian mendalamnya mengenai sistem pendidikan rohani di tanah Mandar.
Penelitian ini lahir dari upaya untuk mengungkap bagaimana ajaran Tarekat Khalwatiyah Annangguru Sayye’ Daenna Ma’rufi terintegrasi secara harmonis dalam praktik sosial dan sistem nilai masyarakat Mandar di Sulawesi Barat.
Melalui metode kualitatif dengan pendekatan etnografis, Ikhsan membedah dua aspek krusial: konsep dasar dan peran nyata pendidikan sufistik dalam proses transformasi spiritual seorang murid. Penelitian ini menyoroti bagaimana pendidikan tidak hanya berhenti pada teks, tetapi menjelma menjadi perilaku hidup sehari-hari.
Salah satu temuan menarik dalam penelitian ini adalah peran sentral Mursyid sebagai poros pendidikan. Mursyid dinilai sukses melakukan vernakularisasi, yakni proses membumikan gagasan-gagasan sufistik yang kompleks ke dalam bahasa dan budaya lokal agar lebih mudah diterima dan dipraktikkan oleh masyarakat awam tanpa kehilangan esensi spiritualnya.
Sosok Annangguru Sayye’ Daenna Ma’rufi sendiri diposisikan sebagai peletak dasar sistem pendidikan rohani Mandar. Ia berhasil mengawal proses Islamisasi dan penguatan spiritual melalui sistem budaya yang bersumber dari literatur otoritatif, menciptakan sebuah fondasi karakter yang kuat bagi masyarakat pesisir dan agraris di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, Ikhsan mengungkapkan adanya keterkaitan erat antara tazkiyah al-nafs (penyucian jiwa) dengan cultural script lokal. Hal ini melahirkan model pembelajaran unik berupa sequential learning dan mixed learning, yang terstruktur rapi melalui tingkatan ba’ba dan ana’guru dengan pola pendampingan pedagogis scaffolding.
Menariknya, tesis ini melontarkan antitesis terhadap pemikiran Abdul Munir Mulkhan. Jika Mulkhan cenderung menekankan aspek intelektual dalam pembentukan karakter, penelitian Ikhsan justru menunjukkan bahwa pendidikan sufistik di tarekat ini lebih mendahulukan kecerdasan spiritual sebagai kunci utama dalam memperbaiki kepribadian murid.
Ikhsan berargumen bahwa kontekstualisasi yang dilakukan oleh para sufi berhasil melahirkan perspektif konseptual dan metode pembelajaran inovatif. Hasilnya bukan sekadar teori, melainkan sebuah penggemblengan rohani berbasis komunitas yang mampu bertahan di tengah arus modernisasi.
Temuan ini sekaligus memperkuat riset terdahulu oleh Hakim Zamroni (2020), Mulia Sari (2023), dan Ridwanulloh (2023). Kesemuanya sepakat bahwa pendidikan sufistik adalah proses terpadu yang menyatukan ilmu tasawuf, pengalaman batin, dan amal nyata demi terbentuknya akhlak al-karimah.
Ujian tesis ini ditutup dengan kesimpulan bahwa model pembelajaran Annangguru Sayye' memberikan penjelasan komprehensif mengenai sistem pendidikan Islam nusantara yang khas. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi penting dalam pengembangan kurikulum pendidikan berbasis spiritualitas dan kearifan lokal di Indonesia.
Ikhsan berhasil mempertahankan tesisnya di bawah bimbingan Hamdani, M.Ag, Ph.D dan Dr. Suwendi, M.Ag, dan diuji di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Yusuf Rahman, MA, Hamdani, M.Ag, Ph.D, Dr. Suwendi, M.Ag dan Suparto, M.Ed, Ph.D; Dr. Erba Rozalina Yulianti, M.Ag.
Setelah memperhatikan penulisan tesis, komentar tim penguji dan jawaban kandidat, tim penguji menetapkan bahwa Muhammad Ikhsan Saidung lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Muhammad Ikhsan Saidung merupakan Magister ke-2799 dalam bidang Pengkajian Islam, pada program Magister Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(JA)
